Sunday, April 16, 2017

CARA MENGEMBANGKAN MATERI KOMEDI

MEMBUBUHKAN ANALISA GEMBEL

Cara mengembangkan materi stand up komedi yang berupa story telling adalah dengan menambahkan kepadanya analisa gembel.

Orang stand up komedi mengistilahkanya dengan  SET UP.

Untuk menulis komedi, Raditya Dika menyarankan supaya tulis aja set upnya dulu sebanyak-banyaknya. Urusan menambahkan komedi nanti saja belakangan.

Setiap fakta bisa sambil ditambahkan candaan-candaan.

Saya mau mencoba menulis setupnya, dan nanti mungkin akan ditambahkan candaan-candaannya di belakang.

Mengawali pagi dengan menyisir rambut. Di depan wastafel, menghadap cermin, saya menyisir rambut. Sewaktu awal menikah, inilah gaya tata rambut kesukaan istri saya, belah tengah. Tapi itu dulu, pas awal-awal menikah. Sekarang, belah rambut sisi, atas, belakang, tengah, atau campuran semuanya, istri saya tak pernah peduli, soalnya dia jauh, di kampung sana.

Gaya rambut menandakan keperibadian seseorang.

Yang selalu memakai peci, mungkin ada masalah dengan rambutnya. Orang belah tengah, itu menandakan orang yang mencintai keseimbangan, belah kiri, orangnya dominan otak kanan karena rambutnya sebagian besar ada di sebelah kanan, orang semacam ini mencintai seni dan kreativitas. Orang yang sisirannya belah kanan, ini dominan otak kiri, menyukain matematika, perhitungan akurat, dan detail. Orang dengan sisiran ke belakang, mempunyai kecenderungan senang mengingat-ingat masa lalu. Yang sisirannya ke depan, sangat ambisius untuk menggapai kesuksesan di masa depan. Pria dengan sisiran acak-acakan, menandakan senang mempunyai hubungan rumit dengan banyak orang. Pria dengan sisiran bentuk tintin, dia punya bakat kerja di pertambangan, rambutnya bisa dipake mesin pengeruk.

Godaan terbesar saya bukan baju, bukan sepatu, bukan akhwat berkerudung biru meskipun dia rela dimadu. Godaan terbesar saya sekarang adalah buku. Sepulang membeli Al-Qur'an dan buku KISAH 1001 MALAM, melewati pasar kaget, menghentikan sepeda di dekat obralan buku. Sudah tua, lusuh dan terlihat lama buku-bukunya, tapi itu yang membuat saya tertarik siapa tahu harganya murah. Terus melihat-lihat sampai saya temukan sebuah buku berjudul "SITI NURBAYA", saya tanya harganya berapa? dia jawab, 7000 rupiah. Wah sangat murah, padahal di toko saya yakin sudah tak bisa lagi dibeli dengan harga 50.000 rupiah.

Lewat ke tukang sandal, saya lihat cantik-cantik sekali. Sebagai ayah, saya teringat kepada anak. Sebagai suami, saya teringat kepada istri. Keduanya sangat senang berganti-ganti sandal. Kalau saya belikan pasti mereka bahagia. Dan ketika melihat harganya, sangat murah 15 ribu dapat dua pasang. Wah, bisa sekaligus membeli buat istri dan anak. Maka saya berhenti, membeli 2 pasang, dan sampai ke kantor diposting di instagram, Rp. 25000, dan kalau terjual berarti saya dapat keuntungan Rp. 10.000. Mungkin Anda protes, "Katanya tadi buat istri dan anak!"

Gak peduli, ini urusan saya. Kamu tidak perlu ikut campur ya!! Sekali lagi ini urusan saya, kamu tidak perlu ikut campur!! Kalau terjual lumayan.

Dan ternyata ada orang komentar, dua orang. Dari Sidoarjo dan dari Jakarta, kedua-duanya mau pesan. Saya jawab, "Baik Mbak" kemudian saya kasih tahu total yang harus mereka transfer.

Kamu pasti masih protes, "Gimana sih, katanya tadi buat istri dan anak!!

Gak peduli!! Ini urusan saya. Yang beli sandal saya, dengan uang saya. Apa kamu ikut menyumbang? Tidak bukan? Nah, jadi tidak perlu ikut campur! Ya!!! Terserah saya!!

Karena merasa laku, akhirnya saya pergi lagi pake sepeda mencari tukang sandal tadi, membeli 2 pasang lagi. Buat dijual.

Kamu mungkin bertanya, "Terus buat istri dan anak gimana?"

Saya sarankan, sebaiknya kamu diam!! Sekali lagi, TIDAK PERLU IKUT CAMPUR URUSAN SAYA!!!



====

PRIA IDAMAN

Seorang pria idaman yang digandrungi kaum hawa biasanya mempunyai kehidupan menarik, dan penuh petualangan. Pemberani dan senang dengan tantangan. Saya bukan, saya seorang pria rumahan yang lebih senang hidup aman dan menghindari bahaya. Hari-hari saya banyak habis di depan meja, menghadapi laptop, pegang hape, tiduran, cari warteg buat makan, dan pulang kembali ke kantor kembali menghadapi laptop.



AKU ORANGNYA PERAGU

Setelah shalat Maghrib, membuka pakaian, buat disalin dengan yang lain, tapi ah dekat ke waktu isya, tak perlu disalin, tapi setelah memakai lagi baju shalat, ingat lagi buat dibuka aja, maka pake sarung kotor

Mau berangkat, ragu khawatir ada yang jatuh balik lagi, sepeda belok lagi,

====


Saya tadi menulis seingatnya saja. Nanti tulisan itu bisa dibaca ulang dan bisa ditambah-tambahkan candaan-candaan buat humornya.







Friday, April 14, 2017

DANAA!!!!

Malam ini istri saya memecahkan telur ke dalam wadah, membubuhkan ke sana gula dan pengembang. Memasang mesin, memijit tombol "on" dan "nguiiiinngg!!"pengocokan dimulai. Kami mau mencoba membuat bolu kukus.

Hampir setengah jam dan pasti menghabiskan energi listrik sangat banyak. Tiba waktunya memasukkan adonan ke dalam cetakan Si Nai datang menyerang, ikut mengocek-ngocek dan itu sangat mengganggu. Kami khawatir. Kalau sampai tumpah, lantai kotor dan semua bahan serta hasil kerja keras tadi bakal terbuang. 

"Nai, jangan main itu!" ibunya menegur.

"Nai, jangan!" saya ikut-ikutan, "Kok dilarang diam saja ya?"sambil tersenyum karena merasa lucu dengan sikap cueknya, seakan tidak mendengar.

"Si Nai mungkin tidak punya telinga," ibunya mulai bicara macam-macam. Saya jadi kasihan, padahal ini cara mendidik yang salah. 

Teringat sedikit ilmu dari buku pendidikan, anak-anak itu dunianya bermain. Usia begini masa-masanya aktif, dan selagi bangun, mereka akan terus mencari permainan menyenangkan. Si Nai ngotak-ngatik adonan karena baginya itu permainan seru. Berarti saya harus mencari ide.

"Nai, ayo kita membuat menara dari cetakan bolu."

"Ayo," dengan sangat mudah dia tinggalkan adonan. Ibunya tertawa terbahak-bahak saat melihat dengan mudahnya dia pergi meninggalkan adonan itu. 

Bosan membuat menara saya ajak lomba meniup. Cetakan disimpan di lantai, kemudian sambil merangkak seperti komodo, saya tiup cetakan itu supaya bergeser maju. "Kita mulai. Nai di sana, Bapak di sini."

"Yuk!!" dia makin gembira.

Dan kami pun bersiap mengambil ancang-ancang seperti pelari. Dua buah cetakan bolu kukus di depan hidung. Seorang bapak-bapak dengan badan besar dan mulut besar akan bertanding melawan anak usia 5 tahun dengan daya tiup mulutnya yang masih lemah. 

"Satu ... dua ... tiga ..."

Karena tiupan saya lebih keras, jadi cetakan itu terlempar jauh. Si Nai teriak-teriak mengeluh karena kalah.

"Balik lagi, balik lagi. Pak, balik lagi. Niupnya jangan keras-keras!!" protesnya.

"Ok!"

Kembali mengambil ancang-ancang, "Satu ... dua ... tiga ... "

Dan kembali saya menang, tentu saja dengan yang lebih kencang, tapi efeknya Si Nai jadi marah, "Jangan terlalu kencang niupnya DANA!!!"

"Hus! Jangan Nai!" ibunya yang sejak tadi santai membuat kue tiba-tiba marah, "Itu kurang ajar! Itu tidak sopan!"

Si Nai yang stress karena kalah, sekarang makin galau kareha dibentak. Duduk termenung, bengong, dan mulai terisak-isak. Haduh, ada-ada saja! Ini salah saya sendiri yang memposisikan diri seperti teman, jadi mungkin dia merasa bebas saja menyebut nama. Sebelum sempat tangisannya pecah, segera saya alihkan, "Ayo kita mulai lagi Nai! Nih, sudah siap. Ayo kita tiup." Dan saya berhasil menggagalkan nangisnya.

Ya begitulah sekarang, Si Nai semakin besar, semakin dibutuhkan banyak kreativitas buat mengasuhnya. Dan orang tua akan selalu menemukan ide jika mau mencari, karena jenis permainan itu sangat banyak. 

Dengan sangat mudah kita suka mencap anak itu nakal, hanya karena mereka senang melakukan apa yang tidak kita suka. 

Anak melakukan sesuatu yang kita anggap kenakalan, sebenarnya bukan karena mereka. Anak hanya ingin melakukan sesuatu yang asyik dia kerjakan. Maka menemukan apa saja, jika bisa dia mainkan, maka dia akan memainkannya. Tugas orang tua adalah, mencari ide sebanyak-banyaknya hal positif mengasyikkan buat anak. Nah, di sinilah pentingnya banyak membaca buku-buku yang di dalamnya berbagi ide dan tips permainan mendidik untuk anak.

Sunday, April 9, 2017

TEU NANAON KU NANAON

"Pandangan kita mengenai memaafkan orang lain juga perlu kita revisi. Memaafkan orang lain sebenarnya bukanlah untuk kebaikan orang tersebut, tetapi untuk kebaikan kita sendiri." tulis Arvan Pradiansyah di bukunya, Life Is Beautiful. Buku yang sangat saya suka dan selalu simpan di dekat saya biar siap dibaca.

Seperti membersihkan lantai rumah. Tujuan terpenting kebersihan lantai itu bukan buat kebaikan si lantai sendiri, akan tetapi terutama buat kebaikan kita. Lantai bersih buat suasan tempat tinggal lebih nyaman, jauh dari penyakit, dan pandangan mata kita lebih enak.

Apa yang kita pandang ini sangat memengaruhi pikiran dan perasaan kita. Nonton film menegangkan biasanya terbawa merasa tegang, nonton film sedih terbawa merasa sedih, melihat benda menjijikan semisal muntah berceceran di tengah jalan, perut kita jadi mual. Apa yang kita pandang sangat memengaruhi pikiran dan perasaan. Demikian pula lantai, maka kebersihannya yang kita pandang, bisa memengaruhi perasaan dan pikiran. Memang benar saya rasakan, bila jalan-jalan di mall, masuk toko buku dan merasakan suasananya, inspirasi seperti mengalir deras berdatangan.

Begitulah membersihkan lantai, membersihkannya bukan buat kemanfaatan si lantai, tapi buat kita sendiri. Nah, seperti itu pulalah memaafkan. Seorang bijak mengatakan, "Jangan menyalakan api amarah sampai-sampai dirimu sendiri terbakar olehnya."

LAPANG DADA

Saya sangat terkesan dengan buku Ajip Rosidi berjudul "MENGENANG HIDUP ORANG LAIN". Di sana dia mengisahkan orang yang menganut filosofis "TEU NANAON KU NANAON"

Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia itu berarti "TIDAK KENAPA-KENAPA DENGAN APA PUN"

Kita harus sampai kepada level tidak pernah menjadi apa pun dengan apa pun. Pujian orang tidak membuat kita jadi bangga. Hinaan mereka tidak membuat kita jadi sedih.

Kita selalu mempermasalahkan sebutan dari orang. Tak masalah, mereka menyebut saya apa, bagi saya mah gak masalah. Masih merasa sedih atau bahagia karena sebutan orang berarti kita masih menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain.

Ada orang yang marah karena merasa dilecehkan harga dirinya. Menurut saya, jika dilecehkan harga diri bisa membuat marah, berarti harga dirinya bermasalah. Kalau saya, lebih baik merasa tidak punya harga diri sama sekali, jadi misalnya nanti orang melecehkan harga diri saya, toh apa yang mereka lecehkan tidak ada pada diri saya.

Saturday, April 8, 2017

TIPS MENJADI PENJUAL YANG BAIK

Saya pernah jualan roti dari Ciamis ke Tasikmalaya, satu kampung ke kampung lain, satu rumah ke rumah lain. Tidak seorang pun mau beli. Aneh, padahal ilmu penjualan terbaik sudah saya terapkan. Pakar penjualan mengatakan, jangan jual sesuatu yang kita sendiri tidak suka pada barang itu. Dan yang saya lakukan lebih dari itu. Supaya pembeli yakin, saya tidak cuma persuasi, tapi juga demonstrasi. Roti dibuka, gigit, dan bilang, "Emh, enak banget Mbak, ini saya makan lagi. Sungguh Mbak, enak banget. Ini hanya lima ribu saja. Silakan" saya sodorkan, dia tidak mau membeli.

Gagal dari rumah ke rumah, seorang teman menyarankan, "Coba jadi pedahang asong di kendaraan." Saya coba saran dia. Mobil berhenti, saya antusias naik. "Roti manis, roti sobek, rasa nanas, rasa coklat, silakan." dan aneh, mungkin sudah nasib saya yang malang, saja tidak seorang pun membeli. Ternyata salah, saya naik ke mobil truk pengangkut pasir.

Putus asa, pulang lagi ke Ciamis, ketemu teman, "Ada yang laku tidak?" Saya jawab, "Tidak ada" akhirnya dia beli semua karena kasihan. Dari kejadian itu saya mendapatkan pelajaran: dua modal penting sukses berjualan adalah MEMPUNYAI TEMAN BAIK, dan PUNYA WAJAH MENGENASKAN.

Masuk kuliah, kebiasaan berjualan tidak saya buang. Jual novel, buku agama, bahkan pernah menawarkan laptop kepada seorang mahasiswi. Ahli penjualan mengatakan, seorang penjual yang baik, harus punya nilai lebih. Dan saya, mencoba menawarkan lap-top sambil berbagi tips supaya lap-top awet, "Mbak mau tahu?"

"Ya, mau banget, apa aja itu?"

"Ada sembilan Mbak. Pertama, jangan pernah simpan laptop di dalam bak mandi, cukup di meja atau rak. Kedua, tidak boleh menggunakan laptop untuk penggebuk kasur. Ketiga, jangan dipakai alas buat tempat duduk. Keempat, separah apa pun laparmu, jangan sampai lap topmu dimakan. Kelima, dilarang menggunakannya sambil duduk lesehan di tengah jalan tol. Keenam, untuk menyalakannya cukup pijit tombol power, jangan dengan korek api. Ketujuh, untuk mematikan ikuti seperti cara mematikan komputer biasa, jangan disiram air. Kedelapan, seteleh laptop mati tidak perlu dikubur, cukup tutup dan simpan. Kesembilan, cara membersihkanya cukup dilap, jangan pernah menggunakan mesin cuci."

"Mas sedang melucu?"

"Iya Mbak."

"Tapi kok, kenapa garing ya?"

"Mungkin wajah saya terlalu datar."

Friday, April 7, 2017

APPLE MAC BOOK

Kamu yang sekarang belum punya laptop, pernah nggak membayangkan suatu saat bisa punya Mac, lap top keluaran Apple yang keren dan mewah itu?

Karena TV sering mempertontonkan, terus terang saya kemakan. Terbayang suatu saat saya punya, kemudian nongkrong di kafe membuka laptop, santai menulis, dan kelihatan dari sana, belakangnya ada gambar apple putih bersinar. Wah saat itu saya merasa telah menjadi penulis hight level.

Dan seperti mendapatkan jalan, kemudian Pak Isa membeli laptop itu tapi dia tidak memakainya. Dia lebih suka memakai laptop lama, dengan alasan program-programnya lebih mudah dijalankan. Laptop apple itu dia biarkan di rumah dan saya ingat dia pernah berkata, sebuah barang itu harus manfaat. Dan itu artinya, jika sekarang dia tahu saya ingin memakainya, maka tentu akan dengan sangat mudah memberikan itu kepada saya.

Tapi minta dia meminjamkan rasanya terlalu lancang. Karena saya memikirkan kalimat yang tepat dan inilah yang saya sampaikan.

Saya bilang, "Pak macbooknya mau dijual nggak?"

Dengan pertanyaan itu berarti saya memberitahu bahwa saya ingin memakai Mac Apple, sekaligus mengingatkan dia, jika tidak terpakai lebih baik pinjamkan saja kepada yang ingin memakainya.

Tapi mendengar itu Pak Isa mengangkat wajah, memicingkan mata, tersenyum tidak simetris dan bertanya, "Kamu mau Pake mac?"

"Iya Pak, hehe " jawab saya cengengesan.

"Gaya Lo."

"Hehe. Soalnya keren Pak. Kalau mau dijual, kasih tahu saya ya."

"Enggak, itu mau gue pake."

GAGAL.

Nah, inilah saatnya ilmu motivasi kita gunakan. Saat kita gagal mendapatkan apa yang sangat kita inginkan, tidak boleh menyerah. Tetaplah yakinkan diri kita suatu saat akan mendapatkannya. Dan itu yang saya lakukan. Sekalipun harganya sangat mahal, tapi saya yakin, jika sudah saatnya, maka dengan sangat mudah saya akan memilikinya.

Dan kemudian LAW OF ATRACTION atau hukum tarik-menarik itu seakan berjalan. Tidak lama setelah membicarakan itu, saya nonton youtube Raditya Dika, kemudian menyimak pengumuman kuis yang hadiahnya, MACBOOK AAPLE, persis seperti yang saya inginkan.

Pertanyaan kuisnya sangat gampang. Jadi jawaban langsung saya kirim ke alamat email yang Si Radit berikan. Tidak cuma satu, tapi beberapa email. Biar peluang menang semakin besar. Saat itu masih bulan Maret 2017, dan pemenang kuis akan dibuka pada bulan April di fanspage facebook.

Anda perhatikan, ketika saya menginginkan satu hal, ada saja jalan. Dan itu berkali-kali terjadi pada saya. Waktu bujangan saya berpikir, rumah memang mahal tapi saya bisa memilikinya dengan sangat mudah. Saya besar harapan, dan kemudian mendapatkan jalan, akhirnya punya juga tanpa saya sendiri harus berusaha lelah. Dan itu bisa juga terjadi pada Anda.

Ketika saya menginginkan MACBOOK APPLE, tiba-tiba ada kuis yang jawabannya sangat mudah. Dan ini artinya jika menang, saya akan mendapatkan benda impian itu dengan mudah, gratis. Sekali lagi, GRATIS. Ah dunia ini memang permainan. Asal kita pandai memainkannya, maka apa pun bisa kita dapatkan dengan mudah. Semakin kuat saja bayangkan saya nongkrong di starbuck, menyeruput kopi sambi buka lap-top, lalu orang di sana terpesona melihat belakang lap top saya ada gambar Apple bercahaya. Jika teman saya datang ikut duduk bareng, dia akan mangut-mangut sambil berkata dalam hatinya, GAK NYANGKA ORANG INI BAKAL JADI PENULIS BERKELAS.

Beberapa hari lagi ke pengumuman, saya terus berusaha menenangkan pikiran. Sebab perteman dengar, saat kita berusaha mendapatkan sesuatu, jangan terlalu berharap. Santai saja. Menurut pengalaman, dengan cara itu kita bisa mendapatkan dengan mudah.

Radit mengatakan pemenang akan diumumkan di fanspage facebook. Tapi pas harinya tiba, saya lupa cek ke sana. Baru teringat, satu hari kemudian. Saya cek ke fanspage, Anda mungkin tidak percaya apa yang saya lihat. Sebaris nama pemenang tertera!!

Jelas bahagia luar biasa. Bagaimana tidak bahagia, mendapatkan laptop mewah, yang kalau harus membeli sendiri, mahalnya minta ampun. Jangankan yang belasan juta, harga lima juta saja belum tentu sanggup membeli. Tapi sekarang mendapatkannya dengan mudah, gratis. Bahagia luar biasa, mungkin itulah yang dirasakan pemenang kuis itu, dan itu bukan saya.

Friday, March 31, 2017

MALAM INI SAYA TERANCAM

Sejak Fitrah Ilhami datang ke kantor, sudah beberapa kali saya menjelek-jelekkan dia dan istrinya dengan tulisan, dibaca banyak orang, sampai sang istri teriak di komentar, "Abang, balas Bang,"

Itu pasti mintanya sambil nangis Nobita, nangis sampai air mata muncrat-muncrat ke samping kiri kanan, dan sekarang saya terancam.

Karenanya sebisa mungkin saya tidak curhat supaya tidak ada bahan buat Fitrah menjelek-jelekkan.

Dan sebab kurang puas, malam ini hinaan itu ingin saya tambah.

Jadi pulang makan malam, kami lewat ke depan tukang buah. So banyak duit, saya tawarkan ke Fitrah, "Mau buah, silakan ... "

Siapa tahu dia mau semangka tiga buah, dihabiskan, kekenyangan, lalu tertidur pulas dan tidak sempat menuliskan kejelekan saya. Tapi,

"Enggak ah!" katanya.

Oh ya sudah, syukur-syukur, kata saya dalam hati.

Tapi kemudian, entah kenapa, setelah matanya melihat pisang, kakinya belok mendekat. Beneran, saya heran, ada hubungan apa antara dia dengan pisang. Kepala naik turun, membungkuk, mengangkat, membungkuk, mengangkat, sambil tangannya mencoba menggapai-gapai, akibatnya, pisang yang digantung itu menjadi terayun-ayun. Telinga saya berusaha menangkap, siapa tahu ada suara aneh ekpresi kegembiraannya menemukan pisang, tapi tidak berhasil. Gemuruh mobil dan motor di jalan terlalu keras.

"Beli empat Bu, eh beli dua! berapa?"

"Lima ribu."

Selagi dia membayar, saya tertarik pada tumpukan buah di meja terdepan. Buah itu beda, campur baur, dengan warna yang lebih kusam, saya tanya si ibu penjual, "Ya ini berapaan Bu?"

"Oh itu tidak dijual, itu barang sisa. Kalau mau silakan!"

Wow! Mendengar ternyata digratiskan, mental gembel saya keluar. Cepat membungkuk memilih-milih buah sisa itu karena terletak di meja yang lebih rendah. Jeruk mandarin dengan warna-warna memikat, tapi ketika tangan mengambil dan membaliknya, jeruk itu busuk. Mengambil yang lain lagi, sama juga busuk, begitu juga apel fuji, tidak satu pun bagus. Penasaran, tangan saya terus mengorek dan memilih-milih tapi tidak berhasil, dan karena saya lihat Fitrah mulai pergi meninggalkan kios buah ini, saya tinggalkan buah sisa itu tanpa mengambil satu pun.

"Eh tunggu Mas, tunggu, itu sepertinya di tempat sampah ada anggur masih bagus!" teriak saya.

"Ayo Kang pulang!!"

"Aaah, sayang banget itu!"

"Ayo Kang pulang. Kang Dana ini bikin malu aku aja Kang." keluh Fitrah sambil terus berjalan.

Saya belu mengerti,"Maksudnya?"

"Calon penulis kok begini, mengorek-ngorek buah busuk. Tadi aku cepat pergi karena malu Kang, jalan-jalan kok ditemani gembel."

"Oh begitu ya?"

"Tapi bagus Kang, nanti buah bahan cerita."

Waduh! Malam ini saya benar-benar terancam!

Wednesday, March 29, 2017

MENJADI BODOH SEBAGAI CARA MENJADI BAHAGIA

Dari dulu saya terus mencari cara bagaimana supaya menjadi orang bahagia

Membaca banyak buku, membeli dari toko, meminjam dari perpustakaan, memikirkan terus menerus bagaimana supaya menjadi orang bahagia, punya pekerjaan membahagiakan, punya rumah tangga membahagiakan, punya kehidupan membahagiakan...

Dan sekarang sudah saya temukan caranya.

Caranya adalah, MENJADI ORANG BODOH.

Bagaimana menjadi orang bodoh?

Orang bodoh itu tidak mau mikir. Maka saya tidak mau memikirkan apa pun yang bisa memberatkan pikiran. Memikirkan kecemasan dan ketakutan.

Nah seperti sekarang. Hari-hari ini saya dalam ketakutan. Penjualan saya bulan ini buruk. Satu hari kadang hanya menjual satu kiriman saja. Jika nanti rapat, kemudian atasan mengevaluasi, dan bertanya mengapa penjualan saya buruk, saya tidak tahu harus menjawab apa.

Dia pernah berkata, dia tidak suka alasan.

Kalau dia tidak suka alasan, terus saya harus menjawab apa?

Saya bingung harus bagaimana. Sampai saya berpikir, satu-satunya jalan supaya tidak mendapatkan kesulitan itu adalah keluar kerja.

Tapi kalau keluar, anak dan istri saya bagaimana?

Benar-benar dalam kebingungan  dan saya menjadi takut menghadapi akhir bulan.

Tapi sekarang sudah ketemu jawabannya, yaitu, MENJADI ORANG BODOH

Menjadi orang bodoh yang nyaman dengan keadaan sekarang dan tidak mau mencemaskan permasalahan yang mungkin akan menderanya.

Orang bodoh yang tidak mau mikir keras, memikirkan sesuatu yang akan memberatkan kepalanya.

Kedua, orang bodoh juga pelupa. Jika orang lain mengatakan kata-kata tidak menyenangkan kepadanya, dia lupa. Tidak terus mengingat-ingatnya.

Sebagian orang--termasuk saya tentunya--setelah mendengar orang lain mengatakan kata-kata tidak menyenangkan itu terus dipikirkan, terus diingat-ingat, dibicarakan di mana-mana. Setiap kali bertemu teman, dibicarakan, terus dibahas, dihafalkan. Bagaimana tidak menjadi sedih jika kita melakukan itu.

Orang bodoh tidak. Mendengar orang lain mengatakan hal yang tidak menyenangkannya, dia tidak mau mengingat-ingat. Tidak mau memikirkannya.

Sebelum menulis ini saya membuka-buka dulu handphone, melihat-lihat galeri. Biasanya dari whatsapp grup suka singgah video-video inspiratif. Dan pagi ini saya temukan video menarik. Menceritakan seorang guru yang menulis perkalian di depan para muridnya.

8 x 1 = 7
8 x 2 = 16
8 x 3 = 24
8 x 4 = 32
8 x 5 = 40
8 x 6 = 48
8 x 7 = 56
8 x 8 = 64
8 x 9 = 72
8 x 10 = 80

Setelah selesai, ia melihat kepara murid-muridnya dan mereka semua mentertawakan dia. Sebab perkalian  8 x 1 = 7 itu salah.

Sang guru berkata, "Saya sengaja menulis jawaban yang salah dalam perkalian yang pertama, karena saya mau engkau belajar sesuatu yang SANGAT PENTING. Ini untuk membuat kalian mengerti bagaimana dunia memperlakukan kalian. Kalian dapat melihat bahwa saya menjawab BENAR sebanyak 9 kali, tetapi tidak ada di antaramu yang memuji saya. Semua malah tertawa dan mengkritik saya karena SATU JAWABAN SALAH yang saya lakukan. Jadi inilah yang harus kalian sadari. Dunia tidak akan memujimu untuk hal-hal baik yang engkau lakukan jutaan kali, tapi dunia akan mengkritik dan mentertawakan kalian untuk SATU KESALAHAN yang kalian lakukan. Tapi janganlah berkecil hati. Teruslah bangkit di atas tertawaan dan berbagai kritik. KUATKANLAH HATIMU."

Haha, motivasi semacam itu hanya berlaku bagi orang yang berusaha menjadi pintar, itu berlaku bagi orang yang ingin menjadi hebat luar biasa. Bagi orang semacam itu, kritikan memang bisa melemahkan. Maka dia butuh motivasi, "Kuatkahlah hatimu! Bangkitlah!" karena memang kritikan bisa membuatnya merasa jatuh.

Buat orang bodoh?

Ya mungkin dia akan mendengar nasiha tersebut, tapi hatinya berkata-kata, "Bangkit untuk apa, aku kan tidak jatuh. Kuatkan hatimu untuk apa, hatiku selama ini baik-baik saja?"

Karena menjadi orang bodoh itu ringan. Orang lain mentertawakan dan mengkritik kesalahan kita ya nggak masalah. Memang saya orang bodoh kok, lalu apa masalahnya mereka mentertawakan saya. Sama sekali tidak melemahkan.

Mau Betulin Hape