Sunday, May 22, 2016

ITU BUKAN URUSANKU

Setelah susah payah memenangkan tarung bebas, Peter Parker mendatangi bagian manajemen, menagih uang honor. Hanya mendapat 100 dolar, padahal angka yang dijanjikan 3000 dolar. Pihak manajemen tetap keras. Tetap bertahan. Padahal uang di mejanya bertumpuk.

"Tapi aku sangat membutuhkan uang itu." Peter coba mendesak.

"Itu bukan urusanku!" jawab manajemen.

Peter diam, keluar ruangan dan bersamaan itu, masuk seorang perampok, menodong bagian manajemen dengan pistol, "Masukkan semua uang ini ke dalam karung!"

Sekalipun kekuatan laba-laba telah dimilikinya, Peter tidak mau mengatasi perampokan itu. Dia tetap berjalan, menjauhi ruangan. Bahkan saat penjahat itu keluar bersama sekarung uang sambil menodongkan pistol, Peter hanya diam, berdiri santai, membiarkan penjahat itu masuk lift.

Orang manajemen keluar mendekati Peter, "Kenapa kamu biarkan dia kabur. Dia merampok uang!"

"Itu bukan urusanku." jawab Peter.

Turun dari gedung, Peter menenangkan pikiran di jalan saat dilihatnya kerumunan orang. Penasaran, dia terobos kerumunan itu, "Paman!Itu pamanku! Paman Ben!"

"Seorang penjahat telah menembaknya." kata orang-orang. Tak salah lagi, pasti penjahat tadi.

*    *    *

Mungkin kita pernah sangat membutuhkan bantuan, lalu permohonan kita sampaikan kepada orang, tapi dengan ringannya orang itu berkata, "Itu bukan urusanku!". Waktu pun berjalan sampai tiba waktunya orang itu membutuhkan bantuan, dia pun datang kepada kita memohon, lalu dengan nikmatnya kita menjawab, "Itu bukan urusanku!". Waktu pun kembali berjalan sampai tiba saatnya kita disadarkan, ternyata apa yang sebelumnya kelihatan "bukan urusanku" pada akhirnya kita harus mengaku, ternyata "itu urusanku".

Seperti Peter dalam kisah di atas, saat dia membutuhkan uang, pihak manajemen berkata, itu bukan urusanku. Maka saat si pihak manajemen membutuhkan bantuan, Peter dengan nikmatnya berkata, itu bukan urusanku. Namun ternyata apa yang semula dia katakan bukan urusanku, pada akhirnya kenyataan memaksanya mengaku, ternyata itu urusanku.



No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape