Dari dulu saya terus mencari cara bagaimana supaya menjadi orang bahagia
Membaca banyak buku, membeli dari toko, meminjam dari perpustakaan, memikirkan terus menerus bagaimana supaya menjadi orang bahagia, punya pekerjaan membahagiakan, punya rumah tangga membahagiakan, punya kehidupan membahagiakan...
Dan sekarang sudah saya temukan caranya.
Caranya adalah, MENJADI ORANG BODOH.
Bagaimana menjadi orang bodoh?
Orang bodoh itu tidak mau mikir. Maka saya tidak mau memikirkan apa pun yang bisa memberatkan pikiran. Memikirkan kecemasan dan ketakutan.
Nah seperti sekarang. Hari-hari ini saya dalam ketakutan. Penjualan saya bulan ini buruk. Satu hari kadang hanya menjual satu kiriman saja. Jika nanti rapat, kemudian atasan mengevaluasi, dan bertanya mengapa penjualan saya buruk, saya tidak tahu harus menjawab apa.
Dia pernah berkata, dia tidak suka alasan.
Kalau dia tidak suka alasan, terus saya harus menjawab apa?
Saya bingung harus bagaimana. Sampai saya berpikir, satu-satunya jalan supaya tidak mendapatkan kesulitan itu adalah keluar kerja.
Tapi kalau keluar, anak dan istri saya bagaimana?
Benar-benar dalam kebingungan dan saya menjadi takut menghadapi akhir bulan.
Tapi sekarang sudah ketemu jawabannya, yaitu, MENJADI ORANG BODOH
Menjadi orang bodoh yang nyaman dengan keadaan sekarang dan tidak mau mencemaskan permasalahan yang mungkin akan menderanya.
Orang bodoh yang tidak mau mikir keras, memikirkan sesuatu yang akan memberatkan kepalanya.
Kedua, orang bodoh juga pelupa. Jika orang lain mengatakan kata-kata tidak menyenangkan kepadanya, dia lupa. Tidak terus mengingat-ingatnya.
Sebagian orang--termasuk saya tentunya--setelah mendengar orang lain mengatakan kata-kata tidak menyenangkan itu terus dipikirkan, terus diingat-ingat, dibicarakan di mana-mana. Setiap kali bertemu teman, dibicarakan, terus dibahas, dihafalkan. Bagaimana tidak menjadi sedih jika kita melakukan itu.
Orang bodoh tidak. Mendengar orang lain mengatakan hal yang tidak menyenangkannya, dia tidak mau mengingat-ingat. Tidak mau memikirkannya.
Sebelum menulis ini saya membuka-buka dulu handphone, melihat-lihat galeri. Biasanya dari whatsapp grup suka singgah video-video inspiratif. Dan pagi ini saya temukan video menarik. Menceritakan seorang guru yang menulis perkalian di depan para muridnya.
8 x 1 = 7
8 x 2 = 16
8 x 3 = 24
8 x 4 = 32
8 x 5 = 40
8 x 6 = 48
8 x 7 = 56
8 x 8 = 64
8 x 9 = 72
8 x 10 = 80
Setelah selesai, ia melihat kepara murid-muridnya dan mereka semua mentertawakan dia. Sebab perkalian 8 x 1 = 7 itu salah.
Sang guru berkata, "Saya sengaja menulis jawaban yang salah dalam perkalian yang pertama, karena saya mau engkau belajar sesuatu yang SANGAT PENTING. Ini untuk membuat kalian mengerti bagaimana dunia memperlakukan kalian. Kalian dapat melihat bahwa saya menjawab BENAR sebanyak 9 kali, tetapi tidak ada di antaramu yang memuji saya. Semua malah tertawa dan mengkritik saya karena SATU JAWABAN SALAH yang saya lakukan. Jadi inilah yang harus kalian sadari. Dunia tidak akan memujimu untuk hal-hal baik yang engkau lakukan jutaan kali, tapi dunia akan mengkritik dan mentertawakan kalian untuk SATU KESALAHAN yang kalian lakukan. Tapi janganlah berkecil hati. Teruslah bangkit di atas tertawaan dan berbagai kritik. KUATKANLAH HATIMU."
Haha, motivasi semacam itu hanya berlaku bagi orang yang berusaha menjadi pintar, itu berlaku bagi orang yang ingin menjadi hebat luar biasa. Bagi orang semacam itu, kritikan memang bisa melemahkan. Maka dia butuh motivasi, "Kuatkahlah hatimu! Bangkitlah!" karena memang kritikan bisa membuatnya merasa jatuh.
Buat orang bodoh?
Ya mungkin dia akan mendengar nasiha tersebut, tapi hatinya berkata-kata, "Bangkit untuk apa, aku kan tidak jatuh. Kuatkan hatimu untuk apa, hatiku selama ini baik-baik saja?"
Karena menjadi orang bodoh itu ringan. Orang lain mentertawakan dan mengkritik kesalahan kita ya nggak masalah. Memang saya orang bodoh kok, lalu apa masalahnya mereka mentertawakan saya. Sama sekali tidak melemahkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Seseorang menulis jujur menyatakan kurang nyaman sama yang posting rumah tangga hanya menceritakan keindahannya saja, kemudian dia mengingin...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment