Friday, April 7, 2017

APPLE MAC BOOK

Kamu yang sekarang belum punya laptop, pernah nggak membayangkan suatu saat bisa punya Mac, lap top keluaran Apple yang keren dan mewah itu?

Karena TV sering mempertontonkan, terus terang saya kemakan. Terbayang suatu saat saya punya, kemudian nongkrong di kafe membuka laptop, santai menulis, dan kelihatan dari sana, belakangnya ada gambar apple putih bersinar. Wah saat itu saya merasa telah menjadi penulis hight level.

Dan seperti mendapatkan jalan, kemudian Pak Isa membeli laptop itu tapi dia tidak memakainya. Dia lebih suka memakai laptop lama, dengan alasan program-programnya lebih mudah dijalankan. Laptop apple itu dia biarkan di rumah dan saya ingat dia pernah berkata, sebuah barang itu harus manfaat. Dan itu artinya, jika sekarang dia tahu saya ingin memakainya, maka tentu akan dengan sangat mudah memberikan itu kepada saya.

Tapi minta dia meminjamkan rasanya terlalu lancang. Karena saya memikirkan kalimat yang tepat dan inilah yang saya sampaikan.

Saya bilang, "Pak macbooknya mau dijual nggak?"

Dengan pertanyaan itu berarti saya memberitahu bahwa saya ingin memakai Mac Apple, sekaligus mengingatkan dia, jika tidak terpakai lebih baik pinjamkan saja kepada yang ingin memakainya.

Tapi mendengar itu Pak Isa mengangkat wajah, memicingkan mata, tersenyum tidak simetris dan bertanya, "Kamu mau Pake mac?"

"Iya Pak, hehe " jawab saya cengengesan.

"Gaya Lo."

"Hehe. Soalnya keren Pak. Kalau mau dijual, kasih tahu saya ya."

"Enggak, itu mau gue pake."

GAGAL.

Nah, inilah saatnya ilmu motivasi kita gunakan. Saat kita gagal mendapatkan apa yang sangat kita inginkan, tidak boleh menyerah. Tetaplah yakinkan diri kita suatu saat akan mendapatkannya. Dan itu yang saya lakukan. Sekalipun harganya sangat mahal, tapi saya yakin, jika sudah saatnya, maka dengan sangat mudah saya akan memilikinya.

Dan kemudian LAW OF ATRACTION atau hukum tarik-menarik itu seakan berjalan. Tidak lama setelah membicarakan itu, saya nonton youtube Raditya Dika, kemudian menyimak pengumuman kuis yang hadiahnya, MACBOOK AAPLE, persis seperti yang saya inginkan.

Pertanyaan kuisnya sangat gampang. Jadi jawaban langsung saya kirim ke alamat email yang Si Radit berikan. Tidak cuma satu, tapi beberapa email. Biar peluang menang semakin besar. Saat itu masih bulan Maret 2017, dan pemenang kuis akan dibuka pada bulan April di fanspage facebook.

Anda perhatikan, ketika saya menginginkan satu hal, ada saja jalan. Dan itu berkali-kali terjadi pada saya. Waktu bujangan saya berpikir, rumah memang mahal tapi saya bisa memilikinya dengan sangat mudah. Saya besar harapan, dan kemudian mendapatkan jalan, akhirnya punya juga tanpa saya sendiri harus berusaha lelah. Dan itu bisa juga terjadi pada Anda.

Ketika saya menginginkan MACBOOK APPLE, tiba-tiba ada kuis yang jawabannya sangat mudah. Dan ini artinya jika menang, saya akan mendapatkan benda impian itu dengan mudah, gratis. Sekali lagi, GRATIS. Ah dunia ini memang permainan. Asal kita pandai memainkannya, maka apa pun bisa kita dapatkan dengan mudah. Semakin kuat saja bayangkan saya nongkrong di starbuck, menyeruput kopi sambi buka lap-top, lalu orang di sana terpesona melihat belakang lap top saya ada gambar Apple bercahaya. Jika teman saya datang ikut duduk bareng, dia akan mangut-mangut sambil berkata dalam hatinya, GAK NYANGKA ORANG INI BAKAL JADI PENULIS BERKELAS.

Beberapa hari lagi ke pengumuman, saya terus berusaha menenangkan pikiran. Sebab perteman dengar, saat kita berusaha mendapatkan sesuatu, jangan terlalu berharap. Santai saja. Menurut pengalaman, dengan cara itu kita bisa mendapatkan dengan mudah.

Radit mengatakan pemenang akan diumumkan di fanspage facebook. Tapi pas harinya tiba, saya lupa cek ke sana. Baru teringat, satu hari kemudian. Saya cek ke fanspage, Anda mungkin tidak percaya apa yang saya lihat. Sebaris nama pemenang tertera!!

Jelas bahagia luar biasa. Bagaimana tidak bahagia, mendapatkan laptop mewah, yang kalau harus membeli sendiri, mahalnya minta ampun. Jangankan yang belasan juta, harga lima juta saja belum tentu sanggup membeli. Tapi sekarang mendapatkannya dengan mudah, gratis. Bahagia luar biasa, mungkin itulah yang dirasakan pemenang kuis itu, dan itu bukan saya.

Friday, March 31, 2017

MALAM INI SAYA TERANCAM

Sejak Fitrah Ilhami datang ke kantor, sudah beberapa kali saya menjelek-jelekkan dia dan istrinya dengan tulisan, dibaca banyak orang, sampai sang istri teriak di komentar, "Abang, balas Bang,"

Itu pasti mintanya sambil nangis Nobita, nangis sampai air mata muncrat-muncrat ke samping kiri kanan, dan sekarang saya terancam.

Karenanya sebisa mungkin saya tidak curhat supaya tidak ada bahan buat Fitrah menjelek-jelekkan.

Dan sebab kurang puas, malam ini hinaan itu ingin saya tambah.

Jadi pulang makan malam, kami lewat ke depan tukang buah. So banyak duit, saya tawarkan ke Fitrah, "Mau buah, silakan ... "

Siapa tahu dia mau semangka tiga buah, dihabiskan, kekenyangan, lalu tertidur pulas dan tidak sempat menuliskan kejelekan saya. Tapi,

"Enggak ah!" katanya.

Oh ya sudah, syukur-syukur, kata saya dalam hati.

Tapi kemudian, entah kenapa, setelah matanya melihat pisang, kakinya belok mendekat. Beneran, saya heran, ada hubungan apa antara dia dengan pisang. Kepala naik turun, membungkuk, mengangkat, membungkuk, mengangkat, sambil tangannya mencoba menggapai-gapai, akibatnya, pisang yang digantung itu menjadi terayun-ayun. Telinga saya berusaha menangkap, siapa tahu ada suara aneh ekpresi kegembiraannya menemukan pisang, tapi tidak berhasil. Gemuruh mobil dan motor di jalan terlalu keras.

"Beli empat Bu, eh beli dua! berapa?"

"Lima ribu."

Selagi dia membayar, saya tertarik pada tumpukan buah di meja terdepan. Buah itu beda, campur baur, dengan warna yang lebih kusam, saya tanya si ibu penjual, "Ya ini berapaan Bu?"

"Oh itu tidak dijual, itu barang sisa. Kalau mau silakan!"

Wow! Mendengar ternyata digratiskan, mental gembel saya keluar. Cepat membungkuk memilih-milih buah sisa itu karena terletak di meja yang lebih rendah. Jeruk mandarin dengan warna-warna memikat, tapi ketika tangan mengambil dan membaliknya, jeruk itu busuk. Mengambil yang lain lagi, sama juga busuk, begitu juga apel fuji, tidak satu pun bagus. Penasaran, tangan saya terus mengorek dan memilih-milih tapi tidak berhasil, dan karena saya lihat Fitrah mulai pergi meninggalkan kios buah ini, saya tinggalkan buah sisa itu tanpa mengambil satu pun.

"Eh tunggu Mas, tunggu, itu sepertinya di tempat sampah ada anggur masih bagus!" teriak saya.

"Ayo Kang pulang!!"

"Aaah, sayang banget itu!"

"Ayo Kang pulang. Kang Dana ini bikin malu aku aja Kang." keluh Fitrah sambil terus berjalan.

Saya belu mengerti,"Maksudnya?"

"Calon penulis kok begini, mengorek-ngorek buah busuk. Tadi aku cepat pergi karena malu Kang, jalan-jalan kok ditemani gembel."

"Oh begitu ya?"

"Tapi bagus Kang, nanti buah bahan cerita."

Waduh! Malam ini saya benar-benar terancam!

Wednesday, March 29, 2017

MENJADI BODOH SEBAGAI CARA MENJADI BAHAGIA

Dari dulu saya terus mencari cara bagaimana supaya menjadi orang bahagia

Membaca banyak buku, membeli dari toko, meminjam dari perpustakaan, memikirkan terus menerus bagaimana supaya menjadi orang bahagia, punya pekerjaan membahagiakan, punya rumah tangga membahagiakan, punya kehidupan membahagiakan...

Dan sekarang sudah saya temukan caranya.

Caranya adalah, MENJADI ORANG BODOH.

Bagaimana menjadi orang bodoh?

Orang bodoh itu tidak mau mikir. Maka saya tidak mau memikirkan apa pun yang bisa memberatkan pikiran. Memikirkan kecemasan dan ketakutan.

Nah seperti sekarang. Hari-hari ini saya dalam ketakutan. Penjualan saya bulan ini buruk. Satu hari kadang hanya menjual satu kiriman saja. Jika nanti rapat, kemudian atasan mengevaluasi, dan bertanya mengapa penjualan saya buruk, saya tidak tahu harus menjawab apa.

Dia pernah berkata, dia tidak suka alasan.

Kalau dia tidak suka alasan, terus saya harus menjawab apa?

Saya bingung harus bagaimana. Sampai saya berpikir, satu-satunya jalan supaya tidak mendapatkan kesulitan itu adalah keluar kerja.

Tapi kalau keluar, anak dan istri saya bagaimana?

Benar-benar dalam kebingungan  dan saya menjadi takut menghadapi akhir bulan.

Tapi sekarang sudah ketemu jawabannya, yaitu, MENJADI ORANG BODOH

Menjadi orang bodoh yang nyaman dengan keadaan sekarang dan tidak mau mencemaskan permasalahan yang mungkin akan menderanya.

Orang bodoh yang tidak mau mikir keras, memikirkan sesuatu yang akan memberatkan kepalanya.

Kedua, orang bodoh juga pelupa. Jika orang lain mengatakan kata-kata tidak menyenangkan kepadanya, dia lupa. Tidak terus mengingat-ingatnya.

Sebagian orang--termasuk saya tentunya--setelah mendengar orang lain mengatakan kata-kata tidak menyenangkan itu terus dipikirkan, terus diingat-ingat, dibicarakan di mana-mana. Setiap kali bertemu teman, dibicarakan, terus dibahas, dihafalkan. Bagaimana tidak menjadi sedih jika kita melakukan itu.

Orang bodoh tidak. Mendengar orang lain mengatakan hal yang tidak menyenangkannya, dia tidak mau mengingat-ingat. Tidak mau memikirkannya.

Sebelum menulis ini saya membuka-buka dulu handphone, melihat-lihat galeri. Biasanya dari whatsapp grup suka singgah video-video inspiratif. Dan pagi ini saya temukan video menarik. Menceritakan seorang guru yang menulis perkalian di depan para muridnya.

8 x 1 = 7
8 x 2 = 16
8 x 3 = 24
8 x 4 = 32
8 x 5 = 40
8 x 6 = 48
8 x 7 = 56
8 x 8 = 64
8 x 9 = 72
8 x 10 = 80

Setelah selesai, ia melihat kepara murid-muridnya dan mereka semua mentertawakan dia. Sebab perkalian  8 x 1 = 7 itu salah.

Sang guru berkata, "Saya sengaja menulis jawaban yang salah dalam perkalian yang pertama, karena saya mau engkau belajar sesuatu yang SANGAT PENTING. Ini untuk membuat kalian mengerti bagaimana dunia memperlakukan kalian. Kalian dapat melihat bahwa saya menjawab BENAR sebanyak 9 kali, tetapi tidak ada di antaramu yang memuji saya. Semua malah tertawa dan mengkritik saya karena SATU JAWABAN SALAH yang saya lakukan. Jadi inilah yang harus kalian sadari. Dunia tidak akan memujimu untuk hal-hal baik yang engkau lakukan jutaan kali, tapi dunia akan mengkritik dan mentertawakan kalian untuk SATU KESALAHAN yang kalian lakukan. Tapi janganlah berkecil hati. Teruslah bangkit di atas tertawaan dan berbagai kritik. KUATKANLAH HATIMU."

Haha, motivasi semacam itu hanya berlaku bagi orang yang berusaha menjadi pintar, itu berlaku bagi orang yang ingin menjadi hebat luar biasa. Bagi orang semacam itu, kritikan memang bisa melemahkan. Maka dia butuh motivasi, "Kuatkahlah hatimu! Bangkitlah!" karena memang kritikan bisa membuatnya merasa jatuh.

Buat orang bodoh?

Ya mungkin dia akan mendengar nasiha tersebut, tapi hatinya berkata-kata, "Bangkit untuk apa, aku kan tidak jatuh. Kuatkan hatimu untuk apa, hatiku selama ini baik-baik saja?"

Karena menjadi orang bodoh itu ringan. Orang lain mentertawakan dan mengkritik kesalahan kita ya nggak masalah. Memang saya orang bodoh kok, lalu apa masalahnya mereka mentertawakan saya. Sama sekali tidak melemahkan.

Monday, March 27, 2017

KEBODOHAN YANG MENGUNTUNGKAN

Saya melihat orang-orang sejahtera padahal hidupnya hanya bersenang-senang. Setiap hari menjalani hidup dengan kegembiraan dan kebahagiaan.

Seperti Raditya Dika, bersenang-senang saja, begitu saja kesehariannya, bersenang-senang, membuka lap-top, menulis, jalan-jalan, membuat video bersama keluarganya, dirinya, teman-temannya, saat shooting film, kemudian videonya dia edit dan upload di youtube, dan mengalirkan uang. Senang sekali hidupnya.

Saya juga ingin seperti dia. Setiap hari hanya bersenang-senang dengan buku bacaan, menulis. Dan menulis juga seenaknya, menuliskan apa saja yang ingin kutuliskan saat itu, tanpa harus terikat dengan jadwal dan rencana mau nulis apa.



Dia bersikap bodoh dalam video-videonya, dan menjadi tontonan asyik.

Dia membuat tutorial memasak mie, sama Si Julian Liberty. Baru mulai masak, mienya tidak ada. Gimana sih, mau membimbing orang lain masak, bahannya tidak ada. Dengan wajah polos tanpa rasa bersalah, Si Radit nyuruh Si Julian beli mie instan ke pangkalan ojek.

Mulai masak Si Radit ngajarin, "Jadi sebelum dimasak mienya dibuka dulu, iya kan?"

"Iya Bang."


Si Radit bilang mienya harus ditaruh di mangkok bersama bumbu, tapi kata Si Julian, bukan gitu, tapi mienya direbus dulu, trus dibubuhkan ke bumbu.

"Itu kan di Bekasi!" Si Radit membantah, "Kalau di Jakarta beda."

Julian mengalah.

Tapi kemudian Si Radit merasa lebih baik mienya direbus dulu, "Mendingan mienya direbus dulu deh, trus kita simpan ke bumbu. Ya, gitu aja ya."

"Iya Bang." kata Si Julian. Nelen ludah. Air mukanya memperlihatkan eskpresi jengkel. Kalau bisa mungkin dia mau teriak gini, TADI JUGA GUE BILANG GITU, LO GAK MAU NERIMA. PAKE DISKRIMINASI TEMPAT SEGALA LAGI! DI BEKASI, DI JAKARTA, MASAK MIE YA KAYAK GITU CARANYA!!!

Jadi kesalahan tuh diterima saja sebagai bagian dari hiburan. Tidak diedit, tidak dbuang. 

Saya jadi meneliti cara mikir saya selama ini. Saya ini kalau mikir susah dan berat. Kalau ada kesalahan, saya memandangnya sebagai gangguan. Akibatnya jadi marah. Sudah salah, tambah lagi marah. Jadi makin susah, makin jauh dari bahagia.

Karena cara mikir saya rumit, hidup saya pun jadi rumit. Karena rumit jadi mudah marah. Mudah marah jadi mudah datang penyakit.

Kalau sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi terima saja sebagai bagian dari cerita hidup kita yang menarik.

Kalau seuatu yang tidak diharapkan terjadi terima saja sebagai bagian dari film keseharian kita yang unik.

Tidak usah diambil pusing, biarkan segala sesuatunya terjadi, dan terimalah.

Belajar dari Si Radit,  HAL TERPENTING DALAM HIDUP INI MENJAGA KEBAHAGIAAN

Dan caranya adalah tetap tenang, dan supaya tenang, jika ada masalah, bersikap ringan saja.

Tidak perlu takut, tidak perlu cemas, apa pun yang terjadi itu menyenangkan.

Tetap bersyukur kepada Allah.

Jangan takut ketahuan bodoh.

Gak apa-apa kelihatan bodoh. 

Kalau kebodohan kita ketahuan orang, santai saja, senyum saja, dan tetaplah nyaman bersama mereka. Tidak apa-apa. Air menjad tempat yang nyaman buat ikan-ikan karea air bisa diterobos oleh ikan. Udara menjadi terasa nyaman buat kita jadi udara bisa kita terobos. 

Udara tidak tegar, air tidak keras, mereka bisa ditembus, diterobos, maka membuat apa yang tinggal di sana menjadi nyaman. Nah begitulah ketika kita bersikap bodoh, intelektualitas kita bisa ditembus orang lain, bisa dikritik orang lain, bisa diperbaiki orang lain, bisa dipengaruhi orang lain, maka saat itulah orang lain akan lebih nyaman dekat kita.

TIDAK USAH MALU KETAHUAN PLIN-PLAN

Di sana Raditya Dika mendapatkan saran dari Julian supaya masak Mie dengan merebus mienya dulu baru nanti dimasukkan ke dalam bumu. Tapi Radit tidak mau menerima saran itu dengan alasan itu cara Bekasi, sedangkan ini Jakarta. Radit tetap mau dengan cara mie dimasukkan ke mangkok dulu dan dicampurkan dengan bumbu. Tapi kemudian Si Radit bilang, "Kayaknya mendingan merebus mienya dulu deh, iya mendingan merebus mienya dulu."

Terkadang kita tidak mau mengubah pendapat karena tidak mau kelihatan plin-plan, karena plin-plan itu menunjukkan kebodohan. Tapi dalam video ini Radit tidak segan-segan menunjukkannya. Dan tidak merasa malu, malah menjadikan ini sebagai bagian dari hiburan cerita.

Tidak usah malu kelihatan plin-plan, tetap nyaman dan bahagia ketika kita harus mengubah pendapat dan pendirian.

Sunday, March 26, 2017

MENULIS ITU AKTIVITAS BERSENANG-SENANG

Ada orang yang nulis buku dengan cara menyusahkan diri, sudah gitu, setelah dicetak bukunya gak laku. Nasibnya malang bener.

Menulis itu harusnya sebuah kesenangan, kamu menjalaninya dengan senang hati nanti pembaca pun membacanya aka senang, dan bahagia.

Seperti seorang pencerita, jika dia bercerita sambil dirinya sendiri susah menceritakan apa yang ingin diceritakannya, bagaimana orang lain yang mendengarkan akan senang.

Menulis buku pun  demikian. Jika saat menulisnya saja kamu merasa susah, trus mau menyebarkan kesusahan itu kepada orang lain. Kasihan dong!

Kalau kamu tidak bisa membahagiakan orang lain, minima, jangan sekali-kali menyusahkan mereka.

Menulis itu harusnya aktivitas yang menyenangkan, tidak perlu memeras pikiran, tapi kamu menuliskannya dengan ringan begitu saja, apa adanya dirimu, mengeluarkan apa yang ada dalam kepalamu, dan tidak perlu menulis sesuatu yang di luar kemampuanmu!!

Jika menulis belum terasa menyenangkan, kemungkinan kamu belum banyak membaca. Ambil buku dulu sana, trus baca, dan jangan lupa, cari buku yang membahagiakan, yang menyanangkan, yang membuatmu merasalan flow, mengalir saat membacanya, baru jika nanti ada inspirasi, ngetik lagi dan mulai garap bukumu.

Kalau saya, merasakan diri mengalir membaca saat membaca buku-buku agama, entah kenapa. Saat membaca buku Syaikh Abdul Qadir Jailani, misalnya, entah kenapa kalau membaca tuh kalimat-kalimatnya serasa ngena semua.

Kamu sendiri sedang baca buku apa merasakan diri tenggelam?

Injil?

Al-Qur'an?

Novel?

Wiro Sableng?

Koran?

Terserah kamu deh!!!


IDE MEMBUAT KONTEN YOUTUBE

1. Saya bisa mengisi Youtube dengan membuat video, misalkan dari kantor saya berjalan ke warteg. Mungkin banyak yang ingin tahu perjalanannya seperti apa saya ke sana, kalau ada kucing, bisa saya kamera dulu dan ajak ngobrol. Di wartegnya juga ngobrol-ngobrol sama pemiliknya bisa jadi bahan vidoe juga.

2. Nah, ada juga pabrik roto, tidak jauh dari sini ada pabrik roti, mungkin kamu juga penasaran seperti apa pabriknya, jadi saya bisa mebuat video perjalanan ke sana, sekaligus memperlihatkan bagaiamana suasana dapur dan ovennya, dan orang-orang yang akan menjualnya. Saya juga bisa mewawancarai mereka.

3. Saya bisa membuat video dengan screenvideo. Ini akan menampilkan apa saja yang saya lakukan selama internetan di kantor. Maka saya bisa berbagi ide-ide atau cara saya melakukan penjualan. Melakukan penawaran. Jika saya berbagi aktivitas dalam penjualan, maka saya bisa membagikan banyak hal kepada orang lain. Pertama, saya bisa berbagi ilmu penjualan. Dua, saya bisa berbagi ilmu akhlak mulia karena penjualan sukses itu sangat bergantung pada penguasaan seseorang terhadap akhlak mulia. Beneran!!!

4. Dengan screenshoot Anda bisa mengikuti aktivitas saya, selama editing sebuah naskah. Yang dengannya Anda bisa belajar pada saya bagaimana caranya mengedit yang bagus. Hehe. Emanya saya sudah bisa dan sudah sangat ahli? Ya belum sih.

5. Saya bisa membagikan juga--dengan cara screenshoot ini--aktivitas saya selama nonton film dan reaksi saya selagi nonton.

Udah gitu aja idenya dulu.

Friday, March 24, 2017

KENAPA RADITYA DHIKA SUKSES?

Orang sukses yang ingin saya pelajari sekarang adalah Raditya Dhika, Dia sukses secara materi, kaya, punya rumah megah, punya mobil, jadi produses yang mengeluarkan film yang laris. 

Benar jika kamu berkata, KEKAYAAN ITU TIDAK BISA DIJADIKAN UKURAN KEMULIAAN SESEORANG. Tapi terkadang kamu lebih hormat kepada orang yaang punya lebih banyak uang daripada yang tidak. Itu apa?

Dan dari Radit saya mencoba belajar, kenapa dia bisa jadi kaya.

1. DIA PANDAI MENGHARGAI ORANG

Dia sendiri komedian, tapi kalau orang lain membuat kelucuan dia menghargainya dengan ketawa ngakak. 

Pointnya menghargai orang. Dia pandai menghargai orang.

Pernah waktu ada anak-anak sekolah memparodikan video film KOALA KUMAL miliknya. Raditya Dhika ketawa habis-habisan.

Dia ngakak setiap kali ada kelucuan.

Ketika saya dengar video parodi thrillernya, yang tanpa ketawa Radit, sepi dan biasa-biasa aja. Tapi mas dibuat tayangan bersama Radit, terasa jadi asyik dan ramai.

"Wah gila, sumpah lucu banget. Ini anak masih sekolah. Gue kalau sesuai Lo belum tentu bisa bikin film gila kayak gini. Wah gila ini keren abis."


2. BERBAGI REZEKI.

Banyak orang direkrut dan dia gaji. Ada tukang kamera, Si Fadil yang suka bikin Youtube-Youtubenya Radit. Ada sopir, dan sekarang teman-temanya dari stand up comedy, banyak dia ambil juga, yang mana rata-rata, mereka itu dari masyarakat kelas bawah. Dia ajak mereka makan di restaurant-restaurat mahal. Gak tahu aslinya suka nraktir atau tidak. Tapi seperti kelihatan di vlognya sih begitu.

3. NYANTAI GAK MUDAH MARAH

Orangnya nyantai dan kayaknya jarang marah-marah pada orang di sekitarnya. Kayaknya, jadinya orang betah deket dia. Kalau orang lain nyaman berdekatan, tentunya uang dan kekayaan pun sama.  Dia kayaknya tipe orang yang menganggap permasalahan hidup itu bahan humor. Saya menebak itu dari kebiasaannya menulis. Rata-rata itu moment kebodohan dan kesialan dia dalam masalah pacaran, trus bikin dia gelisah, dan dia jadikan bahan tulisan. Jadilah buku, jadilah film.

Apa lagi ya?

Udah gitu aja dulu, nanti kalau ada inspirasi saya tambah lagi.

Mau Betulin Hape