Tuesday, April 25, 2017

MEMANDIKAN ANAK

Seharian mengasuh anak, tidak terasa waktu sudah sore, belum dimandikan. Ibunya di warung kalau nanti pulang pasti akan menyalahkan saya. 

"Nai, mandi dulu!"

"Mau sama Bapak."

"Ayo."

Mendengar itu dia sangat gembira. Saya harus berterima kasih kepada istri yang telah rajin memandikan Si Nai sejak bayi, nyaris setiap hari sehingga sekarang dia sudah terbiasa, sebab kalaulah tidak, mungkin sekarang saya ajak mandi bukannya gembira tapi sungkan.

"Jangan sama bapak, biar Nai aja!" larangnya saat saya mau menyiramkan air ke badan dia. Mungkin dia suka kaget kalau orang lain menyiram. Maka dia sendiri yang menyiramkan air, dia sendiri yang membilaskan sabun. Cuma bagian punggung dia minta saya yang menyabuni. Tangan dia sendiri tidak sampai.

Teringat kaki saya yang pecah-pecah karena sering lalai menyikatnya, saya berpikir Si Nai jangan sampai mengalami seperti saya. Maka saya ambil sikat cuci, saya pegang kaki dia, mengangkatnya, dan menyikat bagian telapak.

"Hahaha .... hahaha ... aku geli Bapak, aku geli!"

"Harus disikat biar bersih, nanti pecah-pecah kayak punya Bapak." kembali saya sikat.

"Hahaha ... hahaha ... haha ..."

"Satu kaki lagi."

"Hahaha, ... hahaha ... hahaha .... "


No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape