Pagi ini saya belajar dari sebuah buku, jika sebuah solusi didapatkan dari tempat yang jauh, itu nilai kreatifitasnya jauh lebih tinggi dari solusi yang didapat dari tempat yang dekat.
Buku itu mencontohkan, jika seorang ekonom mendapatkan solusi permasalahan ekonomi dari permainan poker, itu jauh lebih kreatif daripada solusi yang didapat dari hasil mencuri gagasan Adam Smith.
Seperti itu pula tulisan. Saat menulis, jika sebuah penjelasan didapat dari sesuatu yang jauh bahkan sepertinya bertentangan dengan tema yang sedang dibahas, itu jauh lebih kreatif daripada hanya mengambil sesuatu yang berkaitan dengan tema.
====
Ilmu ini saya dapat dari buku Borrowing apa gitu, lupa terusannya. Bukunya cukup tebal, saya kira buku asal tebak, ternyata tidak. Ketika isinya dibaca, langsung mencerahkan pikiran untuk menemukan gagasan baru.
Sunday, January 22, 2017
Saturday, January 21, 2017
KENAPA SAYA MAU KERJA DI SINI
Kenapa saya mau kerja di sini?
Karena atasan saya, Mbak Asma Nadia dan Pak Isa bukan tipe orang yang suka bersenang-senang sendriian. Mereka tipe orang-orang yang mengutamakan kepentingan orang lain.
Mereka membangun perusahaan bukan buat membangun kemewahan buat dirinya sendiri, tapi karena ingin berbagi dengan sebanyak mungkin orang lain.
Anda menyebut saya penjilat dengan menulis ini, silakan saja, bebas, suka-suka Anda, tapi kalau Anda di posisi saya lalu melihat lebih jelas seperti yang saya lihat sekarang, Anda pun mungkin akan mengatakan hal yang sama.
Ketika Pak Isa menuntut karyawannya kerja keras, maka dia sendiri yang mencontohkan kami kerja keras. Sering saya melihatnya malam masih aktif kerja, menulis, memeriksa buku yang ingin diterbitkannya, membaca, menambah pengetahuan, dan paginya, kembali dia masuk kantor dan kerja.
Saya pernah bertanya kepadanya, "Berapa jam Pak tidur dalam sehari semalam?"
"Empat jam."
"Bukannya harus delapan jam?"
"Kata siapa?"
Saya mau bilang kata dokter, tapi itu terlalu basi, jadi saya biarkan Pak Isa melanjutkan bicaranya. "Jaman Rasul dulu tidurnya gak tahu kapan. Malam hari mereka ibadah, siang harinya berperang. Tidurnya hanya sebentar-sebentar saja."
Ketika saya ingat sejadah dan atsar beberapa orang sahabat, iya juga kalau dipikir-pikir, sebenarnya berapa jam mereka istirahat. Tidak jelas berapa.
Lalu dari mana aturan tidur delapan jam?
Para pekerja keras, yang banyak menginpirasi orang, rata-rata mereka sedikit tidur dan lebih banyak kerja.
Saya teringat Kim Woo-Chong, seorang Chairman perusahan Daewoo dari Korea, mengatakan, jika dia mendapatkan proyek membangun gedung, dia bersama karyawan mengerjakannya seperti orang gila, mereka bekerja 24 jam, siang dan malam. Seperti diperlihatkan di foto-foto dalam bukunya SETIAP JALAN BERTABUR EMAS, dia tidur hanya memanfaatkan waktu-waktu senggangnya dalam perjalanan, misalnya saat transit di Bandara, duduk, dia tertidur di kursi dalam keadaan duduk, dengan kepala terlenggak ke belakang.
Begitulah orang-orang sukses dan banyak memberi manfaat kepada sebanyak mungkin orang. Rata-rata mereka sama dengan kehidupan yang pernah nabi dan para sahabat contohkan.
Saya menulis ini jam 1 tengah malam, tapi bukan ingin mengatakan saya pekerja keras sehingga layak disamakan dengan Rasulullah dan para sahabat, tidak. Saya hanya ingin mengatakan, sebelum menulis ini saya sempat mendapatkan informasi dari Mbak Asma Nadia lewat whatsapp, bahwa malam ini dia akan berusaha menyelesaikan garapan novelnya, dan kemungkinan sampai shubuh nanti. Luar biasa.
Saya suka bertanya, kenapa sampai sekarang belum juga mempunyai karya hebat? Ternyata jawabannya sangat mudah. Karena saya belum kerja keras sekeras kerja yang orang-orang berhasil lakukan.
Itu hal lain yang membuat saya suka kerja di sini, saya banyak terinspirasi oleh orang-orang yang menjadi atasan saya.
Di samping apa yang saya katakan di awal tadi, mereka orang-orang yang kerja bukan buat kepentingan diri sendiri, tapi demi kepentingan orang banyak.
Pak Isa pernah berkata,, "Saya tidak mau di akhirat ditanya, "Kenapa kamu tidak berusaha menolong orang.""
Perkataan yang tidak akan pernah saya lupakan.
Dan dia memang benci segala tindakan yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri saja.
Suatu ketika saya bertanya kepadanya di mana alamat kantor percetakan?
Dari pertanyaan itu Pak Isa kemudian menebak bahwa saya akan mencetak buku yang ingin saya terbitkan. Pak Isa tidak suka, tapi bukan tidak suka karena saya mau menerbitkan buku, dia tidak suka dengan alasan, saya akan menerbitkan buku buat kepentingan diri sendiri saja. Dia mengancam, kalau itu saya lakukan, dia tidak segan-segan akan memecat saya.
Buat saya ini pelajaran penting yang harus saya contoh darinya. Dia sangat tidak suka dengan tindakan mementingkan kepentingan diri sendiri saja. Dia ingin segala hal, kebaikan yang kita punya ini dinikmati bersama.
Saya kira itu sudah menjadi pegangannya sejak mahasiswa. Saja masih kuliah, Pak Isa sudah kerja, dan setiap kali mendapatkan penghasilan, dia suka mengajak teman-temannya ke kafe, makan bersama dan mentraktir mereka. Saya bertanya, apa itu dia lakukan supaya menjadi orang kaya. Pak Isa menjawab, bukan, suka saja melihat orang lain happy.
SELALU MENJADIKAN RASULULLAH SEBAGAI RUJUKAN
Hal lain yang saya suka dari Pak Isa, seringkali beliau menjadikan Rasulullah sebagai rujukan.
"Masih banyak suami yang di rumahnya ingin diperlakukan sebagai raja."
Kali ini Pak Isa membahas para suami yang di rumahnya ingin diperlakukan sebagai raja dan menganggap istrinya sebagai hamba.
Cukup singkat saja dia berkata, tapi saya menangkap dan merenungkannya.
Iya juga ya, dan terkadang itu termasuk saya.
Terkadang ingin diperlakukan sebagai raja, yang kerjanya diam saja, malas-malasan, sementara banyak hal seperti makan, minum, dan segala pekerjaan rumah, istri yang menyelesaikan. Ingin dibukakan baju, ingin diantarkan minuman, ingin diambilkan makan.
Ini apa-apaan?
Suami itu bukan seorang raja. Dia seorang pemimpin rumah tangga. Dan seorang pemimpin itu hanya bertugas memimpin, memberi contoh. Jika dia ingin bawahannya kerja keras, dia sendiri harus kerja lebih keras. Jika dia ingin bawahan lebih rajin, dia sendiri harus jauh lebih rajin. Jangan pernah menuntut bawahan menjadi baik sebelum diri sendiri menjadi orang yang benar-benar baik.
Mengingat Pak Isa suka menjadikan Rasulullah sebagai teladan, lalu saya ingat Rasulullah dalam rumah tangganya, iya juga ya, dari kisah-kisah yang saya dengar, beliau bukan seorang suami yang menuntut istrinya memperlakukan dia sebagai raja. Beliau dikisahkan membantu istrinya menyelesaikan tugas-tugas rumah. Beliau menjahit bajunya sendiri yang robek, beliau menjahit sandalnya sendiri yang putus. Tidak ada sama sekali tuntutan supaya istri-istrinya memperlukan dia sebagai raja.
Friday, January 13, 2017
NGOK NGOK NGOK
Sekarang pekerjaan saya banyak. Ya sebagai pemasara, ya sebagai redaktur. Kemarin membuat surat pengajuan ISBN untuk dikirim ke Perpustakaan Nasional.
Sebagai penjual, saya harus menjual banyak barang.
Sebagai redaktur saya harus sangat hati-hati dan teliti dengan apa pun yang saya kerjakan, karena seorang redaktur tugasnya meneliti mana yang keliru dan membuangnya.
Sebenarnya, saya tinggal di sini ingin merasa mempunyai tempat ini. Membersihkan dan membuatnya seindah mungkin sehingga tempat ini menjadi lebih terlihat sebuah rumah daripada sebuah pabrik.
1. Tips Buat Jadi Pemasar
Mengalir saja menawarkan barang, dari postingan ke postingan, dari orang ke orang.
Nikmati dulu barang yang saya pasarkan lalu tawarkan kepada orang lain. Buku-buku misalnya, saya dulu yang harus menikmati buku itu dan banyak membacanya, sehingga saat menawarkan kepada orang lain pun saya menawarkan dengan penuh penjiwaan.
Ada orang dalam masalah rumah tangga, saya bisa masuka kepada pembicaraan dengan dia dengan menceritakaan kisah dari buku yang saya jual. Dengan begitu penjualan terjadi secara alamiah, halus, dan orang lebih merasa diberikan jalan keluar daripada dijejali barang.
NGOBROLLAH DENGAN PEMBELI
Tanyakan kepada mereka, bagaimana pendapat mereka tentang barang yang mereka beli, dan percakapan itu bisa diambil buat menyusun cerita, sehingga dalam cerita kita ada barang yang sedang kita jual.
MASA DEPAN TOKO ASMA NADIA
Saya berpikir ke depan, ini bisa menjadi seperti KEKE BUSANA, bisa menjadi merek tersendiri untuk apa pun yang menjadi kebutuhan muslimah.
Dari Mukena, Jilbab, Busana Muslimah, dan toko ini bisa menjadi pusat kunjungan bagi orang-orang yang mau membeli langsung barang-barang yang dijual.
Pemasaran secara online tentunya, bukan hanya orang jauh bisa mendapatkan dengan mudah apa yang kita jual. akan tetapi juga bagi kita bisa membuat tempat jualan lebih ramai, karena yang datang ke toko bukan hanya orang dekat, tetapi mereka yang datang dengan penasaran.
MEMBUAT AKUN FACEBOOK
Membuat sebanyak mungkin akun facebook bukanlah dengan tujuan jahat ingin menyerang orang lain secara sembunyi-sembunyi, sama sekali bukan, tapi supaya bisa berteman dengan sebanyak mungkin orang, yang ke sananya bisa memasarkan barang kepada orang seluas-luasnya. Saat saya yakin barang yang saya jual bagus dan bermanfaat buat ummat maka saya bisa dengan lebih semangat menjual dan membagikan informasinya kepada orang.
Kalau saya punya akun banyak dengan teman banyak, nanti jika ada sesuatu yang harus disebarkan, saya bisa menyebarkannya dengan mudah, ke akun-akun saya.
2. Tips Buat Menjadi Penulis
Tetapkan apa yang mau ditulis. Novel atau buku Motivasi? Buat kerangka dan taati kerangka itu dengan menuliskannya dari hari ke hari sampai selesai. Harus tekun, seperti orang membangun rumah, sedikit demi sedikit sampai akhirnya selesai.
Seni terbaik dalam mengerjakan apa pun adalah kesungguhan dan ketekunan.
JANGAN BANYAK DIAM, JANGAN BANYAK MELAMUN, TAPI MENULISLAH.
Jangan mencari inspirasi dari lamunan, c arilah inspirasi dari menulis. Menuislah terus dan biarkan inspirasi datyang dengan menulis dan terus menulis
Sebagai penjual, saya harus menjual banyak barang.
Sebagai redaktur saya harus sangat hati-hati dan teliti dengan apa pun yang saya kerjakan, karena seorang redaktur tugasnya meneliti mana yang keliru dan membuangnya.
Sebenarnya, saya tinggal di sini ingin merasa mempunyai tempat ini. Membersihkan dan membuatnya seindah mungkin sehingga tempat ini menjadi lebih terlihat sebuah rumah daripada sebuah pabrik.
1. Tips Buat Jadi Pemasar
Mengalir saja menawarkan barang, dari postingan ke postingan, dari orang ke orang.
Nikmati dulu barang yang saya pasarkan lalu tawarkan kepada orang lain. Buku-buku misalnya, saya dulu yang harus menikmati buku itu dan banyak membacanya, sehingga saat menawarkan kepada orang lain pun saya menawarkan dengan penuh penjiwaan.
Ada orang dalam masalah rumah tangga, saya bisa masuka kepada pembicaraan dengan dia dengan menceritakaan kisah dari buku yang saya jual. Dengan begitu penjualan terjadi secara alamiah, halus, dan orang lebih merasa diberikan jalan keluar daripada dijejali barang.
NGOBROLLAH DENGAN PEMBELI
Tanyakan kepada mereka, bagaimana pendapat mereka tentang barang yang mereka beli, dan percakapan itu bisa diambil buat menyusun cerita, sehingga dalam cerita kita ada barang yang sedang kita jual.
MASA DEPAN TOKO ASMA NADIA
Saya berpikir ke depan, ini bisa menjadi seperti KEKE BUSANA, bisa menjadi merek tersendiri untuk apa pun yang menjadi kebutuhan muslimah.
Dari Mukena, Jilbab, Busana Muslimah, dan toko ini bisa menjadi pusat kunjungan bagi orang-orang yang mau membeli langsung barang-barang yang dijual.
Pemasaran secara online tentunya, bukan hanya orang jauh bisa mendapatkan dengan mudah apa yang kita jual. akan tetapi juga bagi kita bisa membuat tempat jualan lebih ramai, karena yang datang ke toko bukan hanya orang dekat, tetapi mereka yang datang dengan penasaran.
MEMBUAT AKUN FACEBOOK
Membuat sebanyak mungkin akun facebook bukanlah dengan tujuan jahat ingin menyerang orang lain secara sembunyi-sembunyi, sama sekali bukan, tapi supaya bisa berteman dengan sebanyak mungkin orang, yang ke sananya bisa memasarkan barang kepada orang seluas-luasnya. Saat saya yakin barang yang saya jual bagus dan bermanfaat buat ummat maka saya bisa dengan lebih semangat menjual dan membagikan informasinya kepada orang.
Kalau saya punya akun banyak dengan teman banyak, nanti jika ada sesuatu yang harus disebarkan, saya bisa menyebarkannya dengan mudah, ke akun-akun saya.
2. Tips Buat Menjadi Penulis
Tetapkan apa yang mau ditulis. Novel atau buku Motivasi? Buat kerangka dan taati kerangka itu dengan menuliskannya dari hari ke hari sampai selesai. Harus tekun, seperti orang membangun rumah, sedikit demi sedikit sampai akhirnya selesai.
Seni terbaik dalam mengerjakan apa pun adalah kesungguhan dan ketekunan.
JANGAN BANYAK DIAM, JANGAN BANYAK MELAMUN, TAPI MENULISLAH.
Jangan mencari inspirasi dari lamunan, c arilah inspirasi dari menulis. Menuislah terus dan biarkan inspirasi datyang dengan menulis dan terus menulis
Saturday, October 29, 2016
BUKU BAGUS TAPI MURAH
Apa yang membuat saya suka membeli karya-karya Beni Arnas?
Pertama, karena dia seorang cerpenis. Karyanya telah menembus koran Kompas.
Tidak semua cerpenis kompas itu absurd dan susah dimengerti, sebagian mereka ada yang begitu sederhana tapi memikat. Dan Beni Arnas salah satu.
Kedua, kiblat kepenulisannya. Saat masih kuliah, jika mahasiswa lain senang membaca buku-buku pergerakan Beni lebih senang membaca buku-buku agama. Seperti dia ceritakan dalam pengantar unik bukunya yang berjudul "Cinta Paling Setia". Dan bacaan itu pasti banyak berpengaruh pada jiwa kepenulisannya. Dengan rendah hati, jujur dia sebut buku ini terinspirasi Tasaro Gk, lalu pada bagian lain pengantar bukunya, dia mengutip sastrawati muslimah, Helvi Tiana Rosa, "Usai menghasilkan karangan, penulis justru memperpanjang usia, bukan membunuh dirinya."
Mulanya saya ragu membeli buku ini. Bolak-balik ke toko buku, pegang-pegang, simpan lagi, balik lagi ke toko buku, pegang-pegang lagi, simpan lagi, sampai akhirnya, karena penasaran, saya bawa ke meja kasir, bayar, lunas, bawa pulang, buka, baca dan, ternyata tidak rugi membeli buku ini.
Harga aslinya 60 ribuan lebih. Tapi karena saya ingin lebih banyak lagi teman ikut menikmati karya penulis ini, saya buat harganya terjun bebas, sampai 20 ribu perak!!
Untuk pemesanan bisa langsung inboks
Atau BBM: 2ba5f9bf
Atau Whatsapp: 085723962260
Pertama, karena dia seorang cerpenis. Karyanya telah menembus koran Kompas.
Tidak semua cerpenis kompas itu absurd dan susah dimengerti, sebagian mereka ada yang begitu sederhana tapi memikat. Dan Beni Arnas salah satu.
Kedua, kiblat kepenulisannya. Saat masih kuliah, jika mahasiswa lain senang membaca buku-buku pergerakan Beni lebih senang membaca buku-buku agama. Seperti dia ceritakan dalam pengantar unik bukunya yang berjudul "Cinta Paling Setia". Dan bacaan itu pasti banyak berpengaruh pada jiwa kepenulisannya. Dengan rendah hati, jujur dia sebut buku ini terinspirasi Tasaro Gk, lalu pada bagian lain pengantar bukunya, dia mengutip sastrawati muslimah, Helvi Tiana Rosa, "Usai menghasilkan karangan, penulis justru memperpanjang usia, bukan membunuh dirinya."
Mulanya saya ragu membeli buku ini. Bolak-balik ke toko buku, pegang-pegang, simpan lagi, balik lagi ke toko buku, pegang-pegang lagi, simpan lagi, sampai akhirnya, karena penasaran, saya bawa ke meja kasir, bayar, lunas, bawa pulang, buka, baca dan, ternyata tidak rugi membeli buku ini.
Harga aslinya 60 ribuan lebih. Tapi karena saya ingin lebih banyak lagi teman ikut menikmati karya penulis ini, saya buat harganya terjun bebas, sampai 20 ribu perak!!
Untuk pemesanan bisa langsung inboks
Atau BBM: 2ba5f9bf
Atau Whatsapp: 085723962260
Friday, October 28, 2016
OUR NEW CORPORATE
Perusahaan yang akan kita bangun adalah perusahaan akhlak mulia.
Produk-produknya adalah akhlak mulia. Berbagai tulisan tentang akhlak mulia.
Kaset-kaset dan ceramah tentang akhlak mulia
Yang dilakukan para stafnya adalah akhlak mulia.
Yang ditulisn para stafnya adalah akhlak mulia. Ingin gabung dengan kami? Lakukan akhlak mulia, dan Anda sudah tergabung di perusahaan kami.
Produksi sehari-harinya akhlak mulia
Setiap saat melakukan akhlak mulia.
Ucapan-ucapan yang dilontarkan hanya ucapan mulia
Dari pengamalan itu kita akan mendapatkan pengalaman dan hikmah, maka itu yang kita tuliskan.
Uang bukan tujuan kita meski itu penting
Tujuan kita terpenting adalah membuat produk-produk yang mengajak orang lain berakhlak mulia.
Membuat buku dengan modal seadanya, misalnya, meski itu dengan tulisan tangan, tidak mengapa, yang penting kita mempunyai produk ajaran akhlak mulia.
Tujuan kita adalah Ridha Allah, dengan beramal jariyah menanam kebaikan dalam kehidupan.
====
Menulis hanya kalimat-kalimat mulia, baik, mengandung kebaikan dan kebenaran.
Untuk itu, maka
Inputnya pun harus senantiasa kemuliaan.
Ilmu pengetahuan yang baik, kitab suci Al-Qur'an, hadits Rasulullah Saw.
Kisah-kisah penuh hikmah dari para ulama, shahabat, orang-orang shalih pada zaman dahulu, para nabi.
Itulah perusahaan yang ingin kita bangun.
Terserah orang lain mau melakukan apa kepada kita, yang penting kita hanya mengatakan dan melakukan kebaikan kepada mereka.
Mau gabung dengan perusahaanku? Berjanjilah untuk hanya berakhlak mulia.
Tidak perlu risau dengan orang lain yang mengatakan dan melakukan apa kepada kita, prestasi dan kesuksesan kita adalah saat kita bisa melakukan akhlak mulia.
Saat kita bisa menanggapinya dengan akhlak mulia, bagi kita itulah kesuksesan.
Produk-produknya adalah akhlak mulia. Berbagai tulisan tentang akhlak mulia.
Kaset-kaset dan ceramah tentang akhlak mulia
Yang dilakukan para stafnya adalah akhlak mulia.
Yang ditulisn para stafnya adalah akhlak mulia. Ingin gabung dengan kami? Lakukan akhlak mulia, dan Anda sudah tergabung di perusahaan kami.
Produksi sehari-harinya akhlak mulia
Setiap saat melakukan akhlak mulia.
Ucapan-ucapan yang dilontarkan hanya ucapan mulia
Dari pengamalan itu kita akan mendapatkan pengalaman dan hikmah, maka itu yang kita tuliskan.
Uang bukan tujuan kita meski itu penting
Tujuan kita terpenting adalah membuat produk-produk yang mengajak orang lain berakhlak mulia.
Membuat buku dengan modal seadanya, misalnya, meski itu dengan tulisan tangan, tidak mengapa, yang penting kita mempunyai produk ajaran akhlak mulia.
Tujuan kita adalah Ridha Allah, dengan beramal jariyah menanam kebaikan dalam kehidupan.
====
Menulis hanya kalimat-kalimat mulia, baik, mengandung kebaikan dan kebenaran.
Untuk itu, maka
Inputnya pun harus senantiasa kemuliaan.
Ilmu pengetahuan yang baik, kitab suci Al-Qur'an, hadits Rasulullah Saw.
Kisah-kisah penuh hikmah dari para ulama, shahabat, orang-orang shalih pada zaman dahulu, para nabi.
Itulah perusahaan yang ingin kita bangun.
Terserah orang lain mau melakukan apa kepada kita, yang penting kita hanya mengatakan dan melakukan kebaikan kepada mereka.
Mau gabung dengan perusahaanku? Berjanjilah untuk hanya berakhlak mulia.
Tidak perlu risau dengan orang lain yang mengatakan dan melakukan apa kepada kita, prestasi dan kesuksesan kita adalah saat kita bisa melakukan akhlak mulia.
Saat kita bisa menanggapinya dengan akhlak mulia, bagi kita itulah kesuksesan.
Thursday, October 27, 2016
MEMBERI, MODAL KELUARGA SAKINAH
"Di desa mereka, ambu memang dikenal warga sebagai orang yang sangat suka berbagi. Walau almarhum ayah Ahmad mewariskan sepetak tanah yang kemudian mereka sewakan pada petani, hasil yang didapat sesungguhnya hanya cukup untuk sekadar melakoni hidup sederhana sehari-hari. Tapi sampai Ahmad sebesar ini, ahmad tahu, tak pernah sekalipun Ambu melewatkan satu hari tanpa sedekah. Apakah itu berupa uang, beras, gula, atau bahkan hanya berbagi kehangatan dengan tetangga di muka tungku di dapurnya yang luas dengan teh, kopi, dan singkong rebus." dikutip dari kisah "Kalung" buku "Sakinah Bersamamu".
Seperti disebutkan dalam kisah di atas, salah satu kunci keluarga sakinah adalah berbagi. Berbagi tidak hanya menyebabkan rezeki lebih lapang, akan tetapi hati juga lebih lapang. Hati lapang memudahkan orang menghadapi masalah dengan tenang. Ketenangan menjauhkan seseorang dari marah-marah, dan jika rumah sudah demikian, bukan hal susah membentuk rumah tangga surga.
Sangat berbeda dengan keluarga yang tidak suka berbagi alias pelit. Kebiasaan pelit tidak hanya menyebabkan rezeki menjadi sempit, akan tetapi hati pun akan ikut sempit. Hati sempit memudahkan orang menghadapi masalah dengan gelisah. Kegelisahan mendekatkan seseorang kepada marah-marah dan jika rumah sudah demikian, bukan hal mudah membentuk rumah tangga neraka.
Saya sering kagum kepada orang tua yang membudayakan anaknya. Melewati pengemis, uang dia serahkan kepada anaknya supaya diberikan pada pengemis. Saat pengajian madrasah, datang kotak amal, dia berikan uang ke tangan anak supaya masukkan ke dalam kotak amal. Atau misal saat teman anaknya datang ke rumah, orang tua membimbing supaya berbagi. Makanan sedikit dibagi masing-masing sedikit, makanan banyak dibagi masing-masing banyak, sama rata, sama rasa.
Al-Qur'an surat Al-Humazah mengabarkan kepada kita, orang yang suka mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya sangat mudah mencela. "Kecelakaanlah bagi pengumpat dan pencela, yaitu yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Mereka mengira sesungguhnya hartanya akan mengekalkannya." Bayangkan jika semua anggota rumah pelit, kemudian efeknya mereka suka mengumpat da mencela. Mana bisa membangun keluarga itu bisa membangun rumah tangga sakinah.
Seperti disebutkan dalam kisah di atas, salah satu kunci keluarga sakinah adalah berbagi. Berbagi tidak hanya menyebabkan rezeki lebih lapang, akan tetapi hati juga lebih lapang. Hati lapang memudahkan orang menghadapi masalah dengan tenang. Ketenangan menjauhkan seseorang dari marah-marah, dan jika rumah sudah demikian, bukan hal susah membentuk rumah tangga surga.
Sangat berbeda dengan keluarga yang tidak suka berbagi alias pelit. Kebiasaan pelit tidak hanya menyebabkan rezeki menjadi sempit, akan tetapi hati pun akan ikut sempit. Hati sempit memudahkan orang menghadapi masalah dengan gelisah. Kegelisahan mendekatkan seseorang kepada marah-marah dan jika rumah sudah demikian, bukan hal mudah membentuk rumah tangga neraka.
Saya sering kagum kepada orang tua yang membudayakan anaknya. Melewati pengemis, uang dia serahkan kepada anaknya supaya diberikan pada pengemis. Saat pengajian madrasah, datang kotak amal, dia berikan uang ke tangan anak supaya masukkan ke dalam kotak amal. Atau misal saat teman anaknya datang ke rumah, orang tua membimbing supaya berbagi. Makanan sedikit dibagi masing-masing sedikit, makanan banyak dibagi masing-masing banyak, sama rata, sama rasa.
Al-Qur'an surat Al-Humazah mengabarkan kepada kita, orang yang suka mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya sangat mudah mencela. "Kecelakaanlah bagi pengumpat dan pencela, yaitu yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Mereka mengira sesungguhnya hartanya akan mengekalkannya." Bayangkan jika semua anggota rumah pelit, kemudian efeknya mereka suka mengumpat da mencela. Mana bisa membangun keluarga itu bisa membangun rumah tangga sakinah.
Monday, October 24, 2016
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Saya lebih suka tulisan dengan bahasa ringan tapi mendalam. Tulisan-tulisan Pak Agung misalnya, di buku "Gara-Gara Indonesia" dan ...
-
Disulamnya sapu tangan itu dengan penuh penghayatan Melukis gambar rembulan Rembulan merah muda, Dan dua ekor merpati terbang di kedua sis...







