Thursday, October 27, 2016

MEMBERI, MODAL KELUARGA SAKINAH

"Di desa mereka, ambu memang dikenal warga sebagai orang yang sangat suka berbagi. Walau almarhum ayah Ahmad mewariskan sepetak tanah yang kemudian mereka sewakan pada petani, hasil yang didapat sesungguhnya hanya cukup untuk sekadar melakoni hidup sederhana sehari-hari. Tapi sampai Ahmad sebesar ini, ahmad tahu, tak pernah sekalipun Ambu melewatkan satu hari tanpa sedekah. Apakah itu berupa uang, beras, gula, atau bahkan hanya berbagi kehangatan dengan tetangga di muka tungku di dapurnya yang luas dengan teh, kopi, dan singkong rebus." dikutip dari kisah "Kalung" buku "Sakinah Bersamamu".

Seperti disebutkan dalam kisah di atas, salah satu kunci keluarga sakinah adalah berbagi. Berbagi tidak hanya menyebabkan rezeki lebih lapang, akan tetapi hati juga lebih lapang. Hati lapang memudahkan orang menghadapi masalah dengan tenang. Ketenangan menjauhkan seseorang dari marah-marah, dan jika rumah sudah demikian, bukan hal susah membentuk rumah tangga surga.

Sangat berbeda dengan keluarga yang tidak suka berbagi alias pelit. Kebiasaan pelit tidak hanya menyebabkan rezeki menjadi sempit, akan tetapi hati pun akan ikut sempit. Hati sempit memudahkan orang menghadapi masalah dengan gelisah. Kegelisahan mendekatkan seseorang kepada marah-marah dan jika rumah sudah demikian, bukan hal mudah membentuk rumah tangga neraka.

Saya sering kagum kepada orang tua yang membudayakan anaknya. Melewati pengemis, uang dia serahkan kepada anaknya supaya diberikan pada pengemis. Saat pengajian madrasah, datang kotak amal, dia berikan uang ke tangan anak supaya masukkan ke dalam kotak amal. Atau misal saat teman anaknya datang ke rumah, orang tua membimbing supaya berbagi. Makanan sedikit dibagi masing-masing sedikit, makanan banyak dibagi masing-masing banyak, sama rata, sama rasa.

Al-Qur'an surat Al-Humazah mengabarkan kepada kita, orang yang suka mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya sangat mudah mencela. "Kecelakaanlah bagi pengumpat dan pencela, yaitu yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Mereka mengira sesungguhnya hartanya akan mengekalkannya." Bayangkan jika semua anggota rumah pelit, kemudian efeknya mereka suka mengumpat da mencela. Mana bisa membangun keluarga itu bisa membangun rumah tangga sakinah.

No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape