Tadi ada telfon dari istri,
Sebelum dia bicara, saya kaget, ada apa ini, jangan-jangan, jangan-jangan. Perasaan langsung khawatir kalau-kalau terjadi sesuatu yang mengagetkan di kampung.
"A sedang apa?"
"Sedang kerja."
"Kenapa sih kalau ditelfon suka.. nut nut nut nut..."
Dia menutup telfon, kayaknya jengkel, hehe. Biarin aja, yang penting tidak terjadi hal-hal mencemasakan di sana.
Tidak lama kemudian, hape lain bunyi, nomor tak dikenal,
"Assalamualaikum." sapa saya, "Halo!"
"Halo, waalaikum salam."
Suara Emak ternyata.
"Ya Mak!" ternyata Emak. Memang parah saya ini, nomor ibu sendiri tidak dicatet di buku telfon. Padahal dia sudah sering menghubungi.
"Sehat?" tanya Emak dengan bahasa Sunda, tentu saja.
"Sehat Ma."
"Oh ya, syukurlah."
"Emak sendiri bagaimana?"
"Alhamdulillah sehat. Mau menanyakan kabar saja, sudah lama tidak menghubungi."
"Iya Mak."
Ketika orang lain suka kangen-kangenan dengan orang tuanya, saya sangat jarang. Bahkan dengan istri pun jarang.
"Bapak suka bertanya pada Emak, dia bilang, Si Pulung suka menelfon? Emak jawab, tidak. Bapak bilang, kenapa jarang menelfon ya, kita kan ingin tahu kabarnya bagaimana. Kemudian Bapak bertanya lagi pada Emak, kamu sendiri suka telfon? Emak jawab, tidak. Eh bapakmu bilang, emang kamu tidak ingat ya sama anak?"
"Hahaha" saya tertawa.
"Emak jawab aja, ya pasti ingat, cuma mau telfon kan nanti mengganggu kesibukan kerja. Semoga baik-baik saja di sana. Begitu kata Emak ke Bapak."
"Haha."
Saya tidak tahu apa makna di balik rajin memberi kabar kepada orang-orang terdekat. Dulu sewaktu kuliah, ada seorang dosen yang kalau kesorean, dia terus-terusan telfonan dengan istrinya. "Bapak lagi,
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment