"Jangan meramalkan kegagalan Anda sendiri, kemudian berusaha membuktikan kehebatan Anda dalam meramal."
--Tom Hopkins--
Duduk di atas karpet, di sebuah madrasah berdinding bambu bolong-bolong, kenangan tak terlupakan dari masa kecil. Dikajilah kitab kuning di sana, berisi berbagai petuah tentang ibadah dan akhlaq mulia, antara lain, berbaik sangka kepada Allah.
Termasuk berbaik sangka kepada Allah antara lain berbaik sangka kepada masa depan. Berbaik sangka masa depan kita akan diberikan kebaikan oleh-Nya. Berbaik sangka saat kita melakukan untuk menggapai kebaikan, Dia akan memberikan kesuksesan.
Sangat beda tipis dengan sombong dan berbangga-bangga. Orang sombong dan bangga yakin bisa menggapai kesuksesan karena yakin dengan kemampuan dirinya. Sedangkan orang yakin kepada Allah, yakin akan mendapatkan kesuksesan karena yakin dengan kekuasaan Allah.
Dalam mengangankan masa depan, mengapa tidak kita angankan saja kebahagiaan-kebahagiaan, kesuksesan-kesuksesan, dari pada kegagalan-kegagalan dan keterpurukan? Padahal keduanya sama saja angan-angan, dan bedanya, yang satu menimbulkan bahagia dan semangat, sedangkan satu lagi menimbulkan cemas dan takut.
"No Excuse" buku karya Pak Isa bisa jadi teman membangun harapan menggapai sukses. Di dalamnya, berbagai kisah renyah tersaji "gak pake lama". Simpel tidak melelahkan mata. Bukan dongeng, bukan novel, bukan kisah khayalan. Kisah nyata orang-orang suksesan dari berbagai bidang, yang hebatnya, rata-rata punya latar belakang yang sepertinya tidak mungkin mendapatkan sukses yang sekarang dia dapat. Buku ini mendukung Anda berbaik sangka bahwa, mencapai kesuksesan itu siapa saja bisa.
Hari ketika menulis artikel ini saya sedang membaca buku "Menguasi Seni Menjual". Satu kata lucu dan mengesankan saya kutip pada awal tulisan. "Jangan meramalkan kegagalan Anda sendiri kemudian Anda berusaha membuktikan kehebatan Anda dalam meramal."
No comments:
Post a Comment