"Emh, suka tercium lagi bau tai kucing ya?"
"Emhh." saya mikir dulu.
"Eh enggak ya?"
"Kadang-kadang."
"Oh iya sih, tidak selamanya tercium."
"Iya kadang terngiang-ngiang."
"Haha, terngiang-ngiang."
Buat bau memang tepatnya apa? Kalau buat suara kan terngiang-ngiang.
Mendengar Pak Agung bilang begitu, sebenarnya saya khawatir bau itu berasal dari ketek saya. Memang selama ini jarang dibersihkan. Jika mandi hanya membersihkan badan, terburu-buru, bahkan membersihkan kaki pun tidak. Apalagi pake deodoran.
Saya jadi teringat Raditya Dika menceritakan sopirnya yang bau ketek di film Manusia Setengah Salmon, dia sampai megap-megap sesak nafas gara-gara bau itu, malah sempat berniat menyuruh si sopir berhenti untuk sementara, tapi tidak tega setelah mendengar si sopir berbicara mesra kepada anak istrinya. Saya khawatir bau ketek saya separah itu juga, dan sepertinya iya karena saya rasakan ketiak ini terasa lengket, mungkin karena saking sudah banyaknya asam yang mengendap di sana.
Maka secepatnya ke kamar mandi, membuka baju, mengambil selembar tisu di rak sabun, menyabuninya dengan sabun mahal punya Pak Isa, dan saya gosokkan dengan keras ke ketiak sampai beberapa bulunya berjatuhan. Saya harap dengan ini bisa bersih, kemudian membilasnya. Tapi setelah keluar dan kembali duduk di meja, hidung saya ingus sana ingus sini, masih saja terngiang-ngiang bau asep tai kucing.
Apa mungkin karena baju saya belum diganti sudah dua hari? Cepat naik ke atas, ganti baju dengan kaos lain, turun lagi, tapi masih juga bau asem itu tercium.
======
Kemarin Pak Isa pas mau berangkat curhat dulu, "Kemarin gue pake setelan kayak gini, tahu nggak Fachri Hamzah bilang apa?"
Saya tengok, Pak Isa memakai setelan jas hitam, celana hitam dengan bagian dalam kaos hitam.
Melihat itu, saya mikir, Pak Agung mikir, dan tidak ada di antara kami yang bisa menebak,
"Apa?" tanya Mas Agung.
"Itu pasti celana dalamnya pasti warna hitam juga."
Saya tertawa, "Harusnya Pak Isa bilang ke dia, PERTANYAAN LO MENUNJUKKAN KUALITAS LO!!"
Mendengar itu, yang lain tertawa, terutama Wiro yang ingat dulu, dia pernah mencandai Pak Isa entah dengan masalah apa, tapi kemudian saat itu Pak Isa berkata ke Wiro, "Pertanyaan lo menunjukkan kualitas lo."
Dan sekarang saya colback lagi.
"Tapi gak apa-apa Pak disebut begitu," kata saya, "karena kan ada pepatah, di balik pria sukses, ada celana dalam yang selalu terpelihara."
"Ah, gue gak pernah dengar papatah kayak gitu, pernah juga dengar, "DI BALIK PRIA SUKSES ADA SEORANG WANITA. DI BALIK PRIA TIDAK SUKSES, ADA DUA ORANG WANITA,"
Wednesday, April 26, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
anjaaaiiii kahkahkah
ReplyDelete