Tuesday, September 20, 2016

TENTANG DERI HARFAN DRAJAT

Deri kemarin menginap di sini Pak

Pas malam Senin.

Saya melihatnya sangat potensial.

Menurut ceritanya, di mobil dalam perjalanan ke Depok ini, dia ditanya orang mau ke mana. Dia jawab mau ke Depok. Ditanya lagi, mau apa. Dia jawab, mau mengadu nasib mencari pekerjaan. Ditanya lagi, mau jadi apa. Dijawab, mau jadi penulis.

Kemudian Deri memperlihatkan novel yang sedang digarapnya kepada orang itu, dan orang itu membaca, keasyikan sampai sekian kilometer perjalanan orang itu terus membaca.

Karena dibacanya di hape, Deri meminta kembali hapenya. Orang itu tidak mau karena ingin menyelesaikannya. Deri katakan, kalau harus selesai butuh waktu lama.

Orang itu pun kecewa karena tidak bisa menyelesaikan membaca.

Begitu menurut ceritanya.

Sekarang dia mendapatkan job, sebuah proyek menulis buku biografi dari seorang artis bernama--SEBUT SAJA NAMANYA BUNGA

Senin kemarin meeting bersama artis itu.

Sebelum berangkat, malamnya saya sarankan ke dia, supaya MENJADIKAN INI SEBAGAI STRATEGI DIA UNTUK MEMBANGUN BRANDING

Saya sarankan dalam rapat itu dia mengajukan nama dirinya dicantumkan sebagai nama penulis buku itu di jilid depan.

Sehingga nanti setelah buku itu selesai, dia sudah mempunyai sebuah karya buku cetak.

Tapi saya katakan, jangan sampai MODUS kita ini ketahuan.

"Katakan pada Si Bunda artis itu, jika buku itu ditulis dan nama penulisnya dia sendiri, maka kesannya seperti narsis. Tapi kalau yang nulis orang lain, maka kesannya bagus, orang akan memandang si bunda hebat, begitu hebatnya sampai-sampai kisah hidupnya ditulis orang lain."

Deri pun berangkat ke sana untuk rapat.

Setelah rapat dia pulang ke kampungnya di Majalengka, saya tanya dia, jadi siapa yang disepakati nama penulisnya?

Deri Harfan Drajat, jawab Deri...

1 comment:

Mau Betulin Hape