Thursday, February 25, 2016

Kecerdasan Itu Dipinjam

Quote ini saya dapatkan dari buku David Kord Murray
BORROWING BRILIANCE, Rahasia Sukses Dengan Meminjam Gagasan Orang Lain
Saya heran, kenapa buku ini dijual murah
Padahal
Besar, tebal, dan isinya sangat berharga
Pengetahuan aktua, tentang membangun kreatifitas.

SETIAP GAGASAN LAHIR DARI GAGASAN LAIN, BERGANTUNG DAN MUNCUL DARI GAGASAN SEBELUMNYA. ITU SEBABNYA SAYA MENGATAKAN, BAHWA KECERDASAN ITU DIPINJAM.

Kalau saya disuruh membuat cerita, jujur tidak bisa. Langsung membuat kerangka, kemudian menggarapnya menjadi sebuah kisah yang menarik dibaca, terus terang susah. Sementara ini, hanya tiga hal yang memicu saya bisa menyusun cerita.

Pertama, setelah mendapatkan pengalaman menarik.
Kedua, setelah mendengar pengalaman menarik orang
Ketiga, setelah membaca cerita karya orang

Nyambung kepada judul di atas, saya akan fokus kepada point ketiga. Saya mendapatkan ide cerita setelah membaca karya orang. Maaf, menceritakan dan mencontohkan diri bukan berarti karya saya bagus. Ini hanya karen orang terdekat yang bisa saya bicarakan adalah diri saya sendiri.

Jadi saat membaca karya orang, pikiran ini menebak-nebak. Wah ini pasti akhirnya begini nih. Misalnya semalam, membaca karya peserta cinta dalam aksara, mengawali ceritanya dengan menyebut-nyebut perutnya yang membesar. Apa yang harus kulakukan pada janin dalam perutku ini. Dengan kalimat pembuka semacam itu maka pembaca menebak, wah ini pasti menceritakan gadis hamil di luar nikah. Nah, seketika muncul di pikiran saya, bagaimana kalau membuat cerita dengan opening yang sama, kemudian menggiring pembaca menebak itu cerita wanita hamil di luar nikah, tapi ujungnya ternyata bukan.

"Tapi gimana ya caranya?" tanya saya dalam pikiran.

"Ah ya, buat begini saja: awalnya menceritakan pergaulan bebas, seakan mau terjadi perzinahan, tapi pada ending cerita, saya harus menunjukkan jika si gadis selamat dari hubungan seks di luar nikah, dan hamil itu sebenarnya disebab suaminya. Jadi wanita ini cemas karena suaminya berangkat kerja ke luar pulau, dan dia cemas sendirian."

Cerpen pun saya garap. Selesai, masih mentah. Meski begitu adanya, tapi seketika saya temukan, ternyata benar, kecerdasan itu dipinjam.

Style Like An Artist, buku bagus pembakar semangat memberikan sebuah ide bagaimana menyusun plot sebuah cerita. Jadi pada saat membaca tulisan orang, buatlah pikiran ini mereka-reka, wah bagaimana kalau jalan ceritanya begini, tentu lebih seru!

BUKU CERPEN AMBURADUL: APA YANG HARUS KULAKUKAN PADA JANINKU?

Duduk termenung di tengah rumah, sekarang kebingungan. Bingung luar biasa. Bingung tiada tara. Bingung tak tertanggungkan. Apa yang harus kulakukan pada janin di perutku ini.

*   *   *

Aku seorang gadis berjibab, terkenal alim, rajin ke madrasah, menghadiri pengajian mingguan. Bersama ibu-ibu yang sebagian besar tua, tak pernah kumerasa malu berjalan. Sangat mencintai agama, indah bacaan Al-Qur'annnya, rapat menutup aurat. Begitulah di antara orang kampung aku dikenal.

Dan itu sangat wajar, karena ayahku, seorang haji dan pula, imam mesjid yang sesekali mendapatkan undangan dakwah keliling ke majlis-majlis taklim desa tetangga.

Bagi ayah, aku adalah gadis harapannya. Pernah dia berkata jika dia sudah bicara dangan seorang ustadz dari desa sebelah untuk berbesanan. Ustadz itu punya seorang putra yang kini sedang menempuh pendidikan S2. Ayah selalu berpesan, supaya aku menjaga pergaulan. Terutama dengan pria bukan mahram.

Tapi bagaimana bisa, sekolahku di SMA, satu kelas dengan para siswa. Tentu saja nasihat ayah tak sepenuhnya bisa kulakukan. Terkadang di kelas, bercanda akrab menjadi kebiasaan. Aku juga bahkan sering duduk sebangku berdua di kantin dengan Arman.

Ya Arman namanya. Kutolak ucapan semua teman bahwa kami pacaran, namun kuteliti lebih jeli lagi, sebenarnya yang biasa kami lakukan memang mirip orang pacaran. Pergi ke kantin berdua, ngobro di sana akrab berdua.

"Nanda, nanti malam aku mau ka alun-alun kota? kamu mau ikut?"

"Mau apa?"

"Sekedar main. Nanti malam tahun baru. Orang lain ramai datang ke sana."

Baru ingat jika nanti malam tahun baru. Oh betapa inginnya. Sebenarnya aku sangat penasaran. Sering terdengar teman sekelas berbicarakan meriahnya acara tahun baruan di alun-alun kota. Tak seperti di kampungku yang biasa saja, sepi, hanya terdengar satu dua petasan dibakar. Maka mendengar ajakan Arman, sekalipun kata-kataku menolak, sesungguhnya ini dada, bergemuruh gelombang penasaran.

"Pasti karena takut Ayahmu ya?"

"Tahu sendirilah di kampung ayahku siapa. Dia terkenal orang alim, Aku juga anak pengajian."

"Gampang! Kamu bisa minta ijinnya untuk belajar di rumah teman."

"Itu alasan basi."

"Selama ini kamu pernah menginap di rumah teman dengan alasan mau belajar bersama?"

"Belum."

"Nah, kalau belum, berarti kalau sekali ini saja kamu mengatakan begitu padanya, dia takkan curiga."

"Tapi, itu berbohong. Dosa. Apalagi pada orang tua."

"Ah sekali sekali apa salahnya. Namanya juga manusia, kita kan bukan malaikat."

Entah kenapa pada akhirnya aku mengiyakan ajakan Arman. Sore masih dengan pakaian seperti mau ke pengajian, aku pergi ke jalan yang jauh dari rumah. Begitu saja ibu mengijinkan, dan dia percaya aku akan belajar bersama. Rasanya besar seali kesalahan membohongi orang tua. Tapi rasa penasaran pada kemeriahan tahun baru membuat rasa penasaran itu kalah. 

Seperti janjian bersama Arman, kami akan bertemu di depan pos Ronda. Hanya semenitan menunggu, Arman datang dengan motornya. Sambil menguatkan duduk di atas motor yang dibawa arman, kulihat ke belakang memastikan tak ada orang melihat. Seorang ibu sedang mengangkat jemuran di depan rumahnya, sepertinya tak hirau denganku, dia khusyuk dengan pekerjaannya. Syukurlah.

Pada tembok tepian air mancur di tengah taman, aku duduk. Perasaan bersalah masih menggelayuti pikiran. Di sampingku, Arman bertanya, "Maukah kamu kuramal?"

"Aku tidak percaya ramalan."

"Eh buktikan dulu!"

"Cara meramalnya bagaimana?"

"Sini tanganmu."

Kuberikan. Kini telapak tanganku dalam genggamannya. Dengan posisi telapak terbuka di atas. 

"Nah, dua garis ini bercabang, memannga ke atas... " Arman mulai menganalisa. Lancar sekali kata-katanya, tapi di telingaku, suara itu kabur, sebuah perasaan mengganggu.

Dipegang seorang laki-laki bukan mahram. Tiba-tiba kurasakan berdosa. Ingat di pengajian, sering dibahas, jika bersentuhan kulit dengan pria lain itu tidak halal, alias haram, alias dosa. Ampun. Segera kutarik tanganku.


"Kenapa Nan?"


"Jangan Man. Ini dosa!"

"Gak papa Nan, kamu mau tahu kan masa depan kamu seperti apa?"

"Gak usah ah."

"Ya baiklah."

Baru jam sembilan, acara dangdutan sudah digelar. Musik berdendang. Lagu bersenandung. Orang ke depan panggung, tampak riuh bergoyang. Aku sendiri lebih suka duduk duduk saja di sini. Di atas tembok tepian air mencur. Berkali-kali Arman mengajak ke sana kutolak. Ternyata aku tidak suka ingar bingar.

"Man, pulang saja yu!"

"Acara puncaknya belum Nan. Nanti tengah malam, detik pergantian tahunnya, di sana saat-saat meriahnya. Pesta kembang api besarnya. Kamu tidak mau melihat langit bertaburan bintang bintang meledak."

Ingin pulang kutahan.

Dan benar saja. Tengah malam sangat meriah.

Kira jam satu dini hari baru selesai. Aku dibawa pulang. Mulanya menuju rumah,

"Eh Nan, tunggu. Masa ke rumahku."

"Trus. Ke rumahku?"

"Aku bingung. Aku kan bilang mau menginap di rumah teman."

"Oh kalau begitu, di rumahku saja." saran Arman.

Dan tanpa menunggu persetujuanku, Arman memacu motornya. Di sebuah cabang jalan, dia berbelok masuk jalan menuju kampungnya. Ya, malam itu aku menginap di rumah Arman, yang kalau saja Ayahku tahu semua yang kulakukan malam itu pasti dia akan sangat murka.

*     *     *

Dan kini aku sedang duduk, di tengah rumah, mengusap-usap perut yang terus membesar. Sekali lagi kukatakan, aku bingung harus melakukan apa.

Ibu mendekat, "Sudahlah Nanda, jangan terlalu banyak pikiran. Ibu menyayangimu Nak! Sangat menyayagimu."

"Ibu menyayangiku?"

"Tentu saja, Ibu ingin kamu bahagia. Jangan stres jangan banyak tekanan. Suamimu berangkat ke luar pulau, berjaga di perbatasan, jangan cemaskan. Doakan saja biar dia selamat."

"Lalu, apa yang harus kulakukan buat janin ini Bu?"

"Kamu makan makanan sehat, biar bayimu juga menikmati makanan sehat."

Ya begitulah sekarang kupelihara perasaan bahagia. Kubuang jauh-jauh kecemasan. 

Oh ya Teman. Malam itu di rumah Arman tidak terjadi apa-apa. Aku tidur di kamar tamu. Dan setelah malam itu, sebelum ayah tahu kejadian itu, aku berjanji dalam hati untuk tidak pacaran. Aku berjanji takkan lagi mau berdekatan dengan pria yang tidak halal hinga aku menikah. Aku menikah dengan seorang tentara, ayah janin ini, yang kemarin, baru saja berangkat untuk bertugas di perbatasan.

Wednesday, February 24, 2016

Mau Pinjam Buku Malah Festival Kuliner

Bersepeda, meluncur lewat belakang ITC. Menerobos masuk wilayah Pemkot Depok lewat samping. Permisi kepada satpam. Ditanya, "Mau ke mana Pak?"

"Perpustakaan" jawab saya.

Meluncur lagi santai, menyisir tepian lapang. Ada yang berbeda hari ini. Lapang diramaikan datditdut dangdut. Musik berisik kendang berdendang, lagu melantun. Ada panggung. Ada barisan pedagang. Terbaca...

Di tepian meja. Wah, pasti ini boleh ngambil gratis. Ini kam pemkot. Pemerintah. Banyak duitnya. Orang bebas ngambil sekenyangnya tanpa bayar.

FESTIVAL KULINER



Langsung deh saya ngambil lontong, goreng ayam, bakwan, tahu isi. Dimakan satu persatu. "Bu, ini menghabiskan biaya banyak ya untuk mengadakan festival ini?" tanya saya pada seorang ibu berbatik.

 "Oh iya. Lumayan."

"Dan luar biasa ya, biaya sekian banyak dihabiskan untuk bagi-bagi makanan." 

"Eh ini dijual Bang!"

"Apa?" saya kaget. Ayam yang yang nyaris tinggal tulang saya banting ke meja. Lontong tinggal bungkus saya kembalikan ke baki hidangan. "Oh maaf Bu! Saya kira gratis."

Pembaca. Kejadian itu tidak terjadi pada saya. Sememalukan-memalukannya kelakuan saya, tidak sememalukan itu. Cukuplah kejadina makan makanan orang lain terjadi di kantor.

Saya, tak berani mendekat apalagi makan. Cuma bisa foto-foto.



Apalagi, sekarang sedang diet dari makan makanan olahan. Sekarang, saya sedang mengkhususkan diri hanya memakan buah. Kalau tak percaya, lihat di kulkas kantor. Di sana ada pepaya dan pisang. Itu menu makan harian saya sekarang. Jangan kalah sama monyet. Jalani hari dengan ceria bersama pisang.


Tuesday, February 23, 2016

Tinggal Melangkah, Tinggal Lakukan

Melakukan kebaikan itu mudah, hanya tinggal melakukan
Hanya tinggal melangkah
Tahajjud, haya tinggal melankah ke kamar mandi, bersuci kemudian shalat

Makan sehat itu mudah, hanya tinggal melangkah
Melangkah ke pasar, belanja buah-buahan, jeruk, pepaya, pisang, sambil menikmati keramaian pasar
Bawa ke kantor dan
Makan

Sedekah itu sangat mudah
Tinggal memberikan uang, mikirin apa sih sampai sedekah saja sangat susah
Tinggal memberi, memberi dan memberi

Jangan banyak mikir
Allah itu jika menciptakan sesuatu tinggal "Kun"
Jadilah
Maka terjadi
Dengan cepat, saat itu juga

Jangan banyak mikir
Jangan banyak niat
Sekali saja niat
Setelah itu
Eksen
Lakukan, lakukan, lakukan!!!

Menulis juga begitu
Sudah jangan terlalu banyak yang dipikirkan
Setelah kamu yakin apa yang akan kamu tulis itu sebuah kebaikan
Lakukan saja,
Tinggal lakukan
Tidak perlun berpikir banyak
Langsung tuliskan, tak perlu dirumitkan dulu berbagi teori
Tak perlu dirumitkan berbagai pikiran, aduh takut keliru, aduh takut gak seru, aduh takut gak ada orang lain yang baca. Tulis mah tulis saja, lakukan, dan jangan banyak pikiran
Dan nulis itu pake tangan
Jadi menulislah dengan tangan...

Dan tidak usah mencemaskan apapun
Keberuntungan sudah dijanjikan buat orang yang berbuat kebaikan

Apa Yang Menarik dari Buku-Buku Pak Isa?

Apa yang menarik dari tulisan Pak Isa adalah, jika memberikan ilustrasi, dia mencontohkannya dari berbagai hal. Dalam membahas cerita, dia banyak memberikan contoh dari cerita film. Misalnya bagaimana cara memberikan kejutan akhir, atau twist ending, dalam buku 101 Dosa Penulis Pemula.

Pak Isa menyebutkan film 24 punya ending bagus nyaris dalam setiap episode.

Film 24?

Ini mengundang penasaran, seperti apa sih film 24 itu.

Saya pun mencarinya ke google, menelusuri postingan-postingan orang yang menceritakan film 24. Tapi belum menemukan. Mungkin besok lusa menemukan.

Menyebutkan juga film " The Sixth Sense". Pertama kali dirilis, semua penonton kaget dengan twist endingnya. Belum pernah ada yang membuat twist ending itu sebelumnya. Dengan kata lain, memberi kejutan akhir jangan sampai dengan trik kejutan yang sudah orang lain pakai sebelumnya. Karena membuat kejutan akhir demikian bukan lagi kejutan. Orang takkan lagi terkejut karena sudah bisa menebak.

Buku 101 Dosa Penulis Pemula ini juga diperkaya oleh contoh-contoh dari para penulis di KBM.

Buku lainnya, No Excuse apalagi. Buku ini bahkan punya contoh yang lebih kaya. Dari sedikit pemikiran, No Excuse, tentang rahasia sukses dengan membuang berbagai banyak alasan, dikembangkan dengan banyak sekali contoh dan cerita-cerita dari berbagai orang sukses di berbagai bidang.

Dari dunia talkshow memperkenalkan Oprah. Dari dunia wirausaha, dari dunia akting, dari dunia musik, dari dunia menulis, dari berbagai bidang. Yang paling saya ingat itu Silvester Stalone, pemeran Rocky dan Rambo, itu ceritanya gokil banget. Dia menulis naskah film, dia ajukan ke rumah produksi lalu dia mengajukan diri untuk menjadi bintang utamanya. Tentu saja rumah produksi keberatan filmnya dibintangi orang yang tidak terkenal. Tapi Stalone tetap bersikeras, dia mencari rumah produksi lainnya, hingga ada yang menarima, dibuatlah film dengan bintang utamanya dia, dan sukses.

Rocky.

Berturut-turut setelah itu, film Rambo pun sukses dan mendunia.

Bagaimana dengan buku Humortivasi?

Sama juga, meski terkesan membahas perkara ringan, humor, tapi Pak Isa menulis tentang ini dari berbagai sudut pandang. Di antara cerita-cerita lucu yang dia tuliskan, dibagikannya pula kejadian-kejadian lucu dalam sejarah. Juga beberapa kejadian lucu dalam hukum. Bukan lucu sih, tapi mengerikan. Masa ada orang, hanya karena perkara sepele, trus dia dipenjara.

Monday, February 22, 2016

Judul Tepat Postingan Untuk Blog Buku

Jika Anda termasuk orang yang bingung seperti saya, apakah yang harus diposting di blog yang bertemakan buku, maka inilah judul-judul yang bisa Anda bahas.

Saya mencarinya melalui Google Keyword Planers, atau Google Adword, dan mendapatkannya.

Ini adalah fasilitas di google untuk mengetahui kata kunci apa yang terbanyak dicari dari sebuah tema.

Fasilitas ini sangat memudahkan sehingga kita tidak perlu repot memikirkan tema apa yang tepat untuk ditulis dalam blog yang akan kita garap. Ini juga membantu supaya kita fokus kepada sebuah bahasan.

Baiklah, ini judul-judul yang tepat untuk postingan blog buku:

Buku Online
Beli Buku Online
Jual Buku Online
Download Buku Gratis
Buku Gratis
Novel Terbaru
Beli Buku
Beli Online Gratis
Download Buku
Jual Buku Online
Cari Buku
Belanja Buku
Beli Buku Online Murah
Buku Islam
Buku-Buku Terbaru Gramedia

Dari judul-judul itu bisa dikembangkan untuk membuat postingan-postingan tersendiri, maka postingan-postingan blog Anda akan menjadi postingan yang dicari orang.

Jual Buku Terbaru

Jika Anda membutuhkan buku terbaru, hubungi saja saya. Saya hanya bisa membantu Anda mendapatkan buku terbaru yang Anda butuhkan. Misalnya berbagai novel tere liye dan Asma Nadia. Anda bisa mendapatkannya dengan melakukan pemesanan kepada saya.

Saya tinggal di kota yang menurut saya, sorganya para pencinta buku. Tere Liye malah menjadikan kota Depok ini sebagai latar novelnya Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, untuk menceritakan sebuah kisah cinta yang diawali dari sebuat toko buku.

Di sini juga saya dekat dengan banyak bazar buku murah. Banyak sekali buku bagus dan murah terbitan gramedia. Iya gramedia kan secara nama sudah terkenal, dan pastinya penerbit ini berusaha memberikan buku bagus kepada pembaca. Mereka juga kan bisnis, mana mau mencetak dan menerbikan buku jika mereka pikir buku itu tidak akan laku. Mana mau mereka menerbitkan buku yang mereka pikir buku itu takkan menguntungkan. Pastinya mereka juga punya pertimbangan dong, dan karenanya mereka hanya mau menerbitkan buku bagus.

Itulah makanya, tentunya buku yang telah keluar itu, meski harga obral, pastilah buku hasil seleksi di penerbitan bahwa buku itu memang bagus. Banyak sekali buku-bukunya, dari berbagai jenis. Psikologi, novel anak, novel remaja, dewasa, wirausaha, pendidikan anak, tentang orang tua, tentang sekolah. Wah banyak sekali.

Jika Anda mau, Anda bisa cek facebook saya, di sana banyak saya sediakan gambar buku yang saya jual murah.

Eh kok malah membicarakan buku murah, padahal judulnya, saya ingin membicarakan buku terbaru. Ya saya juga menjual buku-buku terbaru. Tanyakan saja Anda mau judul buku apa. Insya Allah saya kirimkan setelah Anda transfer.

Percaya deh, ini bukan penipuan. Saya belum siap menjadi penipu. Takut ketahuan nanti repot ke sananya.

Berbagai buku tere liye, pidi baiq, andrea hirata, ada dah di sini. Atau karya siapa lagi ya  penulis penulis terkenal itu, pokoknya banyak deh, silakan.... oh ya buku-buku keislaman juga banyak di saya. Misalnya terjemah Riyadus Shalihin, Terjemah Sirah Nabawi, Terjemah Tafsir Ibnu Katsir, Terjemah Tafsir Fi Dzilalil Quran.

Silakan, bagi yang mau pesan bisa langsung hubungi Watsapp saya 085723962260

Mau Betulin Hape