Mas Lili adalah teman saya sesama karyawan. Sehari-hari mendapatan tugas cleaning servis dan terkadang pengepakan. Setiap haris dia terbang mengepakkan sayapnya? Bukan, tapi mengepak barang buat dikirimkan kepada pemesan.
Pagi ini dia naik ke lantai dua, tiduran pada kursi yang berbaris di depan meja rapat. Trus dia bilang, "Hari ulang tahun kota Depok. Walikota mengumumkan ada pesta kuliner, siapa saja bisa makan gratis di sana."
Mendengar ada makan gratis, usus saya kontan menyalak, "Guk! Guk!!"
"Syaratnya bawa KTP." dia melanjutkan.
"Bawa KTP?"
"Iya."
"Berarti itu harus orang Depok asli dong."
"Iya,"
"Kenapa sih Mas Lili pake bilang segala? Itu kan kabar buruk buat saya."
"Kabar buruk?"
"Iya Mas, saya kan bukan orang Depok."
"Eh ini beritanya beneran," dia bangkit dari tidurannya, lalu berjalan dan mendekat, "Nih, lihat, ada gambarnya malah."
Sepertinya Mas Lili tidak mengerti perasaan saya. Sudah jelas mendengarnya saja sudah sakit hati, eh malah sengaja dia perlihatkan gambar masakan-masakan enak pada banner, seperti bakar ayam berhias sayuran.
"Aduh Mas Lili ini. Sudah! Mas! Cukup Mas Lili! Cukup!!"
"Bisa kok siapa pun datang ke sana, terbuka untuk umum."
"Tapi orang luar Depok kan harus bayar."
"Iya."
"Nah itu dia Mas! Itu yang menyakitkan buat saya. Orang lain makan gratis, saya sendirian harus bayar. Itu sangat menyakitkan Mas, sangat menyakitkan!"
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment