Sejak awal cerita itu sudah menyajikan ketegangan dan ketegangan itu tak pernah selesai sampai tulisan tamat. Cerita itu merupakan rangkaian dari ketegangan demi ketegangan, masalah demi masalah, kecemasan demi kecemasan, kegelisahan demi kegelisahan, kesepian demi kesepian, kegalauan demi kegalauan, kecelakaan demi kecelakaan, perkhianatan demi pengkhianatan, penipuan demi penipuan, pembodohan demi pembodohan, pembunuhan demi pembunuhan, dan masalah itu tak pernah selesai sebelum cerita tamat.
Cerita semacam itulah yang biasa dengan antusias bisa saya baca dari awal sampai tuntas.
Nafsu menggebu tak jua terpuaskan, syahwat meluap tak jua tertuntaskan, dendam membara tak juga terbalaskan, juga bisa menjadi bahan ketegangan.
Waktu sekolah pernah mendengar kata suspens, kalau tak salah suspens itu berarti ketegangan. Ketegangan dalam sebuah cerita sehingga pembaca benar-benar merasakan seperti apa yang tokohnya rasakan. Tidak tahu sih arti sebenarnya dari suspens itu apa. Benar dan tidaknya silakan cari sendiri, biar ingatan Anda terhadap kata itu lebih kuat.
Intinya, ketegangan sangat dibutuhkan dalam sebuah cerita.
Selama cerita berjalan pembaca, harus dibuat bertanya dan bertanya, harus membuat hati mereka berkata, siapa, kenapa, bagaimana....
Siapa sebenarnya pelaku pembunuhannnya. Kenapa melakukan pembunuhan itu. Bagaimana cara melakukannya.
Ketegangan dan pertanyaan itu saya rasakan saat membaca karya-karya S. Mara Gd. Bisa sekali dia merangkaikan bahasa yang membuat pembaca merasakan penasaran. Karena kisah yang disajikannya kisah kriminal, maka sepanjang membaca bukunya saya terus bertanya, bagaimana pembuhunan itu akan terjadi, siapa yang akan melakukannya, dan bagaimana melakukannya.
Begitu pula saat membaca cerpen-cerpen karya Ahmad Bakri. Pengarang berkebangsaan Sunda ini cukup banyak diminati karya-karyanya. Caranya bercerita pandai sekali membuat pembaca penasaran. Sebagian besar cerita-ceritanya menegangkan, menyajikan kasus mengerikan yang bisa terjadi dalam kehidupan masyarakat. Misalnya pembunuhan. Saya masih ingat kisah "Dina Kalangkang Panjara." menceritakan seorang wanita yang dicintai seorang pria di kampungnya, kemudian datang ke kampung itu seorang china yang tampan dan mencoba mendatangi wanita itu untuk meminang.
No comments:
Post a Comment