Tangan ini menjamah pahanya kemudian kuangkat, dan kulemparkan. Itu paha manekin di gudang. Tadi saya memindahkannnya karena menghalangi jalan. Jadi teringat istri di rumah, tapi kamu tidak perlu menanyakan apa hubungannya.
Pokoknya aku jadi teringat istri di rumah. Apa jika aku hidup bersama dia setiap hari akan mendapatkan kecukupan uang dan makan seperti yang kurasakan sekarang?
Jika aku tinggal di rumah, sanggupkah aku menghidup istri dan anak?
Sanggupkah aku menghidupi istri dan anak dengan hasil dari menjual tulisan?
Aku sudah mendapatkan rumus membuat cerita yaitu, MEMBUAT KARAKTER, BERIKAN TUJUAN, KASIH RINTANGAN, KEMUDIAN BERI PENYELESAIAN, itu rumus cerita, tinggal mempraktikkannya.
Aku juga punya modal yaitu keluarga yang darinya aku bisa menuliskan kisah selama aku di rumah. Kisahku bersama istriku, berbagai drama bersamanya, berbagai percakapan bersama si nai, dan banyak hal untuk melukiskan keindahan di rumah. Semua itu bisa menjadi bahan tulisan yang bisa dibukukan yang jika ditawarkan kepada orang mungkin mereka akan penasaran, karena selama ini mereka telah mengenal tulisan saya.
Tentu saja supaya mereka percaya dengan kualitas tulisan saya, harus saya edit dulu buku yang ingin saya jual itu dengan editan keras sehingga saya sendiri sangat suka dengan tulisan saya. Istri saya suka dengan tulisan saya, dan orang lain pun suka dengan tulisan saya.
Kapankah aku akan memulainya?
Sekarang juga.
Sekarang juga saya harus mulai menggarap buku, sehingga nanti dari hasil penjualan buku ini saya sudah mempunyai modal untuk bekal saat menulis di rumah, biar sambil menulis di rumah saya sambil menerima orderan buku dari orang-orang.
Tapi buku apa yang bisa saya garap sekarang.
Saya bisa menulis tentang segala hal di sini, segala yang saya lakukan dalam keseharian dengan gaya saya sendiri tentu saja, memakai sastra. Tentang saya yang merindukan keluarga, tentang saya dan barang barang yang ada di kantor saya, tentang saya yang sehari-hari ngopi, tentang makan, tentang meja yang berantakan, apa lagi ya, tentang saya dan buku-buku, tentang kecemasan, tentang ketakutan, banyak hal bisa saya bicarakan dalam buku yang ingin saya garap.
Sesederhana apa pun moment kebersamaan dengan anak saya berusaha menuliskannya, karena itu sangat berharga. Bersama dengan dia hanya 3 hari dalam sebulan, itu pun dipotong dengan jam sekolah karena saya tidak mungkin membersamainya di kelas. Dulu pernah membersamai anak di kelas, tapi kemudian istri membahasnya di rumah karena saat di kelas saya ngobrol banyak hal dengan seorang ibu guru yang masih muda, dan si ibu guru muda itu menyampaikan apa yang saya obrolkan dengan dia kepada istri saya. Sialan!
Moment-moment sederhana di rumah langsung saya catat di iPod punya Mbak Asma Nadia yang bisa saya bawa-bawa. Saya tulis dengan singkat saja, garis besarnya, kemudian tulisan itu saya bawa ke kota dan setelah ada kesempatan, saya buka kembali dan garap menjadi cerita yang lebih panjang, sambil menghiasinya dengan candaan-candaan.
Tapi sekarang setelah sehari semalam di kantor, jauh dari keluarga, saya merasa tidak ada lagi yang bisa saya tuliskan. Tidak ada lagi kebersamaan dengan si nai dan percakapan dengannya yang menarik buat saya tuliskan, tidak ada lagi kebersamaan dengan istri, jauh dari rumah dan kasurnya yang nyaman, jauh darin makanan enak masakan istri saya, jauh dari wanginya baju yang istri cuci dan setrika. Rasanya tidak ada yang bisa saya ceritakan.
Padahal sebenarnya masih ada, bahkan banyak, saya bisa menceritakan banyak hal. Din meja kerja saja banyak hal bisa saya ceritakan.
Saya bisa merenngkan botol teh yang isinya baru saja saya habiskan kemudian menuliskannya,. Siapa tahu hasil perenungan itu memberikan kesimpulan jika botol itu sebenarnya mengandung pesan perdamaian, botol itu memberikan pesan cinta, atau mungkin nasihat tentang kebahagiaan. Potongan-potongan kertas berserakan itu sebenarnya bisa diceritakan, meja kerja, gelas plastik bekas minuman, minyak wangi yang kubeli, buku harian, colokan, listrik, jika direnungkan, sebenarnya itu bisa menjadi cerita menarik yang layak dibagikan kepada orang-orang, dan supaya tulisan itu berharga saya harus bisa merenungkan filosofisnya, membahas sejarahnya, merenungkan pesan moralnya, dan cerita cerita seputar benda itu yang pernah terjadi di dunia.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment