Thursday, April 27, 2017

ILMU BERHARGA DARI RADITYA DIKA

Setelah shalat maghrib , saya turun dari lantai tiga,  masuk ruangan kantor, hendak duduk menghadapi meja kerja, Wiro hilir mudik sambil menggendong tas, "Wah kita belum ngobrol, ini malah sudah saatnya pulang,"

Ngobrol sama siapa ya Wiro, apa dengan saya?

"Ya tinggal ngobrol aja," kata Wulan.

Oh mungkin iya, karena setelah mendengar Wulan mengucapkan itu, Wiro mengambil kursi buat duduk di samping saya.

Seperti malam-malam sebelumnya, sepertinya dia mau ngobrol seputar kepenulisan.

Oke Wir, memang banyak yang ingin saya obrolkan, terutama mengenai apa yang telah saya pelajari hari ini dari membaca buku Raditya Dika.

Sebenarnya saya ingin merahasiakan ini dan tidak mau membagikannya, karena menganggap ilmu ini sangat berharga dan bikin hidup jadin murah. Tapi teringat menyembunyikan ilmu dilarang dan biasanya malah membuat saya sendiri tidak berhasil jadi saya share aja.

Beberapa inspirasi darinya yang menurut saya emas,

1. Gue menulis di mana saja.

2. Untuk penulisan awal, gak lucu gak papa. Nanti kamu bisa main dulu sama teman, santai dulu, nanti kalau terpikir ada hal lucu bisa dimasukkan tinggal masukkan.

3. Gue cuma nulis dan nulis.

Tadinya saya merasa ilmu itu sangat berharga dan karena berharga saya merasa harus merahasiakannya. Tapi ah merasahasiakan buat apa? Jika pun ini ilmu yang sangat mahal yang memudahkan menggapai kesuksesan, bukankah lebih bahagia jika kita sukses bersama-sama?

Jadi apa yang saya pelajari dari Raditya Dika saya sampaikan saja ke dia, semoga share ini membuat ilmu yang ada pada saya menjadi manfaat dan berkah.

=====

Obrolan menjadi semakin panjang ketika di luar terdengar hujan.

Beberapa kali Wiro menahan mulutnya saat menguap, mungkin kalau mulutnya dia bebaskan terbuka lebar takut menyinggung saya yang sedang ngobrol. Padahal saya sendiri sadar, cara saya membawakan obrolan memang bikin ngantuk. Suara  terlalu lemah.

"Pulang yuk sayang!" kata Wiro kepada Wulan setelah hujan mulai reda.

Mendengar itu, saya jadi panas.  "Wiro bisa sayang-sayangan sama Wulan. Saya juga bisa,"

Kemudian pergi ke kolong meja, ada CPU di sana, "Mmmuaaachh."


No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape