Wednesday, April 26, 2017

HAPE KETINGGALAN

Siang pergi makan membawa hape bukan karena suka berkomunikasi dan telfon telfonan dengan siapa-siapa, tapi karena khawatir di jalan atau sedang makan nanti ide datang, kalau ada hape bisa langsung saya tuliskan. Kebiasaan ini telah berlangsung sejak lama, bedanya kalau dulu, saya pergi ke mana-mana dengan buku tulis dan balpoin. Sekarang adanya hape membawa hape, bisa mengetik.

Tapi sampai ke warung, tidak punya ide emas buat ditulis, sambil makan malah membaca buku Koala Kumal. Lucu pas Dika cerita perangb petasan, sambil melempar petasan cabe dia teriak, RASAIN, MAMPUS LO!! petasan cabe dilempar, dan terdengar PLETUK!!, terikannya sangat tidak matching dengan suara petasan. Saya tersenyum sendiri.

Sampai beres makan ide bagus tidak juga datang. Hanya membuka hape sebentar, setelah itu pamitan ke ibu warung. Setelah makan, orang lain biasanya membayar, saya tidak, langsung pergi begitu saja. Saya suka membayar duluan sebelum nasi dimakan.

Sudah makan dengan kikil dan toge masih juga belum kenyang. Dari sana menuju tukang gorengan, membeli dua potong pisang, habis itu ke warung roda, membeli dua buah roti kacang lima ratusan. Rakus banget kamu Dana! Rakus!!

Pisang berbungkus kertas saya lipat-lipat dan masukkan ke dalam saku celana. Terasa panas, dan saat itu saya kaget, "Waduh, ini pisang panas, bersentuhan dengan hape, jangan-jangan bisa merusak." maka dengan panik segera saya rongohkan tangan ke saku celana berusaha mengambil hape. Tapi beberapa kali meraba, kok hape tidak ada. Saya pastikan lagi dengan tangan lainnya, sama juga tidak ada. Iya di saku tidak ada. Di saku celana sebelah lagi tidak ada. Di saku belakang tidak ada. Di saku baju, kaos saya tidak ada sakunya.

Ah yakin ketinggalan.

Saya paling benci dengan diri sendiri kalau sesuatu sudah ketinggalan. Parah sekali rasanya. Padahal kalau pergi dari suatu tempat saya suka sangat hati-hati supaya tidak ada barang tertinggal. Tapi ada saja saat di mana saya ketinggalan barang. Mana ini barangnya sangat penting! Hape.

Bagaimana kalau ke warung itu ada yang mengambil? bagaimana kalau sekarang sudah hilang? harus berapa saya mengganti kerugian karena hape itu milik perusahaan. Berarti harus segera, sebelum hape itu ditemukan orang dan dia ambil.

Belok kanan, tapi saya rasakan buku lebih tebal dari aslinya. Melihat melalui celah bagian samping, ternyata hape terselip di sana.

========


No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape