Meski kata-kata ini sangat kuno dan menyebalkan, saya akan tatap menuliskannya: SAYA SANGAT MENCINTAIMU
Baru beberapa hari meninggalkan rumah, kerinduan di dada berdesakan lagi. Tapi saya laki-laki, harus tegar. Ini perjalanan saya menuju cita-cita.
Gambaran masa depan di kepala saya, hidup di kampung, di rumah menghidupimu, tak mau seperti orang lain, tak mau sama dengan tetangga-tetangga kita, saya hanya ingin di rumah, diam di kamar manghadapi laptop menulis karangan. Diam di kamar bersenang-senang dengan buku-buku, membaca-baca, namun tetap bisa menghidupimu dengan honor tulisan-tulisan saya.
Kamu tahu mpian saya impian yang selalu membuatmu tertawa dan benci. Karena kegemara saya yang satu ini tak kunjung pula menghidupi. Memang salah saya, tak pernah mengirimkannya, karena tak pernah mengetiknya, karena komputernya tak punya. Namun itulah impian yang tak mungkin saya lepaskan sampai kapan pun.
Dan saya gembira cita-cita itu masih terpegang erat sampai hari ini, sejak memproklamasikannya dulu delapan tahun lalu di depan kelas, disaksikan guru, kawan-kawan dan gemuruh deras air selokan di sebelah belakang: SAYA INGIN MENJADI PENGARANG.
Biarlah keterpisahan ini menjadi proses. Saya ingin kerja di Banjar dan tinggal di Teteh sebab di rumahnya ada komputer. Dengan komputer itu saya bisa mengarang, dan bila nanti karangan itu laku dijual dan uangnya cukup untuk membeli laptop, insya Allah saya akan pulang.
Sungguh saya sangat tak tega membayangkanmu malam-malam begini di rumah mematikan lampu-lampu rumah sendirian di kamar. Karena itu ingatlah pesan saya sebelum berangkat beberapa hari lalu: "Rawatlah bunga CENTE MANIS itu. Jangan lupa menyiramkanya bila hari tidak turun hujan. Beri lagi pupuk bila tampak pohonnya menjadi kurus dan jagalah bunga bunganya dari gangguan ulat."
Barangkali dengan cara itu kamu akan terus merasa dekat dengan saya, sebab hanya saya yang mau merawat bunga dari semak belukar itu, sedangkan orang lain meski bunga ini kelihatan sangat indah, di kampung kita tidak seorang pun di kampung kita tidak ada yang mau merawartnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Buku kecil, seperti buku anak-anak. Tapi mengapa begitu legendaris. Dibaca dari generasi ke generasi, sampai kini, dan masuk jajaran buku s...
-
Baru kemarin beli buku ini, sakarang sudah tamat. Buku obral tapi bagus. Memberi hal baru. Tentang "Kekuatan Pikiran Spontan." ...
No comments:
Post a Comment