Pernahkah kamu membaca aturan menulis?
Seberapa banyak aturan menulis yang bisa kamu terapkan ke dalam tulisan kamu?
Apa kamu tidak merasaka kepusingan menulis sambil terus memikirkan aturannya?
Setelah sekian banyak mempelajari teori menulis, apakah kamu benar-benar bisa menghasilkan tulisan hebat luar biasa?
Kalau tidak, mungkin sudah saatnya kamu mendengar aturan dari saya.
Aturan menulis dari saya tidak banyak, cukup satu, tapi yakinlah, dengan satu aturan ini, kamu akan menghasilkan tulisan luar biasa.
Satu aturan yang siapa pun bisa melakukanna, bahkan orang yang sebelumnya tidak pernah belajar menulis sedikit pun.
Apa aturan itu?
Aturan menulis dari saya adalah, JANGAN MENTAATI ATURAN, dan MENULISLAH SEENAKNYA!!!
Menulislah seenaknya.
Sejak saya suka menulis di social media, inilah yang terus saya dengungkan kepada siapa saja, tidak peduli mereka mendengar atau tidak, tidak peduli mereka suka atau tidak, tidak peduli mereka menerima atau tidak, saya terus berkata, cara menulis terbaik hanyalah satua, yaitu, MENULISLAH SEENAKNYA.
Diri kamu telah dilahirkan unik dan istimewa, jika malah mengikuti aturan orang lain yang belum tentu cocok buat kamu atau tidak, yang bisa jadi malah menutupi keunikan dan keluarbiasaan dirimu, menurut saya itu tindakan yang patut disayangkan.
Pernahkah melihat seekor burung yang hinggap di ranting pohon mangga. Coba tanyakan kepada dirimu sendiri, apakah sebagai burung dia harus mentaati aturan yang dibuat teman-temannya? Tidak, dia hanya menjadi burung yang taat pada ketentuan alam yang telah Allah tetapkan kepada nalurinya. Saat harus berketurunan, dia mendatangi betina kemudian melakukan perkawinan, dan saat sang betina akan bertelur, secara naluriah dia mencari rerumputan untuk membuat sarang. Mereka tidak membuat aturan apa pun yangb membuat hidupnya menjadi rumit dan susah, mereka hanya mengikuti aturan hidup yang sudah Allah ilhamkan kepada nalurinya. Mereka telah diciptakan sebagai burung bersama keluarbiasaannya, maka mareka tidak harus lelah membuat aturan hanya ingin diakui sebagai burung bersayap dan bisa terbang.
Entah kenapa kita begitu antusias mencari aturan menulis yang dibuat orang-orang. Mungkin mengira dengan aturan itu tulisan kita akan menjadi hebat luar biasa, dan diakui banyak orang, laris di pasaran. Padahal penulis yang karyanya luar biasa dan disukai banyak pembaca bukan penulis yang menghasilkan karyanya dengan meringkus diri dengan banyak aturan. Mereka, saya yakin melakukan seperti ide yang saya sampaikan, yaitu MENULIS SEENAKNYA.
Tema apa yang menurut mereka enak dibahas, maka tema itulah yang mereka tuliskan. Dengan gaya bahasa paling enak mana mereka menuliskan idenya, maka gaya bahasa itulah yang mereka gunakan. Tokoh dengan nama apa yang enak buat karakter utamanya, maka nama itulah yang mereka gunakan. Enak enak enak, asyik asyik asyik, itu saja sebenarnya pedoman mereka dalam melahirkan tulisannya.
Mereka merasakan keasyikan bercerita, mereka rasakan begitu enak jarinya menyentuh tuts keyboar untuk menuturkan kisah menarik, mendebarkan, asyik, dan luar biasa yang ada dalam kepalanya, dan mereka tuliskan terus ceritanya sampai tamat, maka jadilah hasilnya pun berupaya karya yang asyik dibaca, mendebarkan, membuat pembaca penasaran.
MENULIS SEENAKNYA berarti mengizinkan dirimu yang luar biasa terlahir menjadi sebuah karya unik berbeda dan istimewa di tengah karya-karya yang sudah ada. Tidak ada penerbit yang mau menerbitkan, tenang saja, cetak saja olehmu sendiri, dan terbitkan sendiri dengan tampilan seperti yang kamu inginkan.
Itu pun kalau ingin menjadi penulis bodoh seperti saya, tapi kalau tetap ingin menjadi penulis cerdas dan pintar, teruslah pelajari teori menulis sebanyak-banyaknya, hafalkan, dan pikirkan, semoga menghasilkan karya luar biasa, menjadi pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan.
Menjadi bebas dengan cara sendiri dan gaya sendiri, dan mengekspresikan diri sepuas puasnya, sehabis-habisnya, sesempurna-sempurnanya.
Tidak perlu memikirkan penerbit yang mensyaratkanmu ini itu, judulnya harus menarik, openingnya harus menarik, isinya harus menarik, bahasanya harus menarik, endingnya harus ada kejutan, harus memberikan sesuatu yang berharga. Tidak perlu memikirkan semua itu. Menulis mah menulis aja, sekali lagi, menulis SEENAKNYA, seenakmu! Memuntahkan semua potensi dalam dirimu tanpa harus dihambat oleh aturan yang, pembuat aturannya sendiri seringkali tidak bisa melakukan aturanya.
Saya menuliskan ini tanggal 19 sampai 20 Maret, dan tulisan ini cukup menjadi bacaan saya saja, kecuali jika memang ada orang membuka laptop dan membuka akun blogger ini, atau mungkin yang nyasar ke blog saya, boleh-boleh saja membaca. Sebab jika saya publikasikan kemudian nanti orang membaca, saya merasa ini hanya akan menjadi tulisan omong kosong penuh kesia-siaan. Cukup menjadi bacaan saya sendiri, buat diamalkan saya sendiri, dan biarlah yang tampil lebih dahulu ke depan orang lain hanya kesuksesan tulisan saya.
Baru, jika nanti orang bertanya apa rahasianya, maka tinggal saya perlihatkan saja tulisan ini.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment