Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa
Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan saja
Sekalipun berpengetahuan, kita tidak bisa menyebut diri pintar
Pengetahuan kita bisa hilang dari otak kapan saja
Malu menyebut diri pintar
Kalau memang ilmu ini punya saya kenapa tidak bisa saya gunakan sekehendak saya
Kenapa tidak bisa saya gunakan buat mendapatkan sesuatu seperti yang saya inginkan
Saya ingin banyak uang, kalau memang punya saya kenapa ilmu ini tidak bisa saya gunakan untuk mendapatkan banyak uang
Ini artinya ilmu ini bukan punya saya
Berarti sebenarnya saya bodoh, tidak tahu apa-apa.
Saya mengetahui ilmu akhlak mulia, tapi ternyata sewaktu-waktu akhlak saya tidak mulia, padahal akhlak mulia itu berat dalam timbangan amal di hari kiamat, padahal tahu nabi bersabda akhlak mulia itu ciri sempurnanya keimanan seseorang, tapi kenapa saya masih saja suka melakukan akhlak yang tidak mulia, kenapa pengetahuan tentang akhlak tidak menjadikan saya seorang seperti yang saya inginkan?
Ini berarti sebenarnya saya bodoh.
Jadi betapa sangat memalukannya jika saya mengaku diri pintar, alangkah memalukannya jika saya mengaku diri cerdas
Kalau memang pintar, kenapa tidak bisa menjadi kaya, kenapa tidak bisa menghasilkan uang banyak, kenapa tidak bisa menjadi orang mulia, kenapa tidak bisa menolong orang sebanyak mungkin,
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Seseorang menulis jujur menyatakan kurang nyaman sama yang posting rumah tangga hanya menceritakan keindahannya saja, kemudian dia mengingin...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment