Wednesday, August 17, 2016

DINDING JOMBLO

Dinding terjal kejombloan telah kamu daki, Wiro
Di sana, kamu pernah memegang akar lapuk, kemudian patah, dan kamu melayang jatuh
Untunglah sedahan beringin yang terulur menahanmu
Tanganmu gesit berpegangan ke sana, dan
Meskipun luka-luka
Kamu tidak pernah putus asa untuk terus mendaki
Sejenak memang kamu berhenti, Wiro, menulis status akan sengsaranya kamu
Menahan kejombloan sekian lama
Pada buku lusuh memori yang dipenuhi catatan hasratmu menikah sejak usia 17 tahun
Lalu setelah beristirahat sejenak
Kamu kembali mendaki
Mendaki dan
Terus mendaki tanpa putus asa
Dan sebuah batu bullian menggelinding jatuh, tanpa ampun membentur jidatmu
Yang menyebabkanmu harus nyengir menahan sakit
Dan terdiam sejenak sambil berpegangan ke akar
Mencatat lagi
Di status facebook untuk bahan hiburan orang-orang
Dan setelah sakit itu reda
Pendakian kembali kamu lanjutkan
Ada ular hijau Wiro, dia mematukmu, berracun, dan itu adalah film-film yang kamu tonton
Yang memperlihatkan betapa mudahnya mencari cinta
Dua orang ketemuan, pacaran, menikah
Kamu pun heran dan mengurut dada, bertanya, "Mengapa begitu mudahnya."
Kamu geleng-geleng kepala, dan terus mendaki
Dan ketika
Kamu sudah begitu lelah dan berserah
Pendakian dinding kejombloan ini akan menemukan puncak atau tidak,
Ternyata pendakian sulit dinding kejombloan itu akhirnya selesai...

Lalu kamu lihat dari sana,
Betapa jurang yang telah kamu daki begitu tinggi
Kamu pun ingin mencatat sejarah pendakian itu, tapi sungguh beruntung
Kamu tak perlu repot, sebab
Catatan selama pendakian telah kamu buat dan kini, tinggal kamu susun

No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape