Saya kerja di toko online facebook, dan sebuah insiden menarik terjadi
Jadi gini,
Ada member grup menyebar komen dengan cepat dalam beberapa postingan. Saya kira dia sedang menyebar spam. Sebelum komen sampahnya terseba lebih banyak, segera saya keluarkan dari grup. Blokir permanen. Dia tidak bisa lagi masuk, tidak bisa lagi menemukan grup.
Sudah!
Beres!
Saya bukan lagi grup, nama dia masih tertera, tapi hangus!
Tapi, tapi, tapi, kenapa Ardhan Tokoasmanadia menjawab komentarnya?
Saya baca lagi komentar itu.
Hah?
Apa? di sana tertera nama Asmarani Rosalba
Saya amati lagi komentar itu. Waduh, ternyata dia menyerahkan bukti transfer!
Berarti dia belanja dong!
Waduh, kenapa saya memblokir orang yang sedang belanja!
Wah, celaka!
Kalau ketahuan bisa gaswat nih!
Mana orangya sudah saya blokir. Kalau orang itu tahu saya blokir, bisa cemar nama baik toko! Nanti tersebar, toko ini melakukan penipuan. Setelah transfer malah memblokir orangnya. Berusaha tidak bisa dihubungi lagi. Berarti memang benar berniat menipu!
Wah, harus segera saya masukin lagi nih!
Tapi bagaimana caranya?
Buka dulu blokirnya!
Dan karena yang terblokir ribuan, susah juga mencarinya.
Tapi akhirnya ada,
Saya buka blokir dia, sekarang tinggal masukin lagi.
Tapi belum berteman.
ADD dulu!
Belum diterima juga
Saya inboks meminta menerima pertemanan.
Menunggu beberapa saat. Dia terima! Cepat saya masukkan lagi!
Haduuuuh selamat!! Selamat!
Kalau ketahuan ngeblokir dia, saya bisa kena teguran orang-orang nih.!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment