Sunday, May 1, 2016

DUA PELAJARAN

MENGAPA ORANG HARUS TERTARIK MEMBACA CERPEN SAYA

Sebelum menjawab pertanyaan, mengapa orang harus tertarik membaca cerpen saya. Maka terlebih dahulu harus kita jawab, mengapa saya tertarik membaca cerpen orang?

Kalau saya, tiga alasan:

1. Nama penulisnya. Sebab sebelumnya penulis ini punya bagus, maka saya tertarik ingin kembali menikmati.
2. Judul menggoda, opening bagus. Penulis tak dikenal, entah siapa, tapi judul tulisannya bikin penasaran, dan ketika saya coba membaca, opening terasa nikmat, maka saya teruskan.
3. Rekomendasi orang. Kata orang cerpen itu bagus, maka saya tertarik.

Sekarang baru kita beranjak ke pertanyaan pokok, mengapa orang harus tertarik membaca cerpen saya?

Dari ketiga alasan di atas, sepertinya kita hanya bisa mengusahakan alasan kedua. Membuat judul menggoda, opening menggoda.

Jangan judul biasa, berikan judul luar biasa. Budi Darma, sastrawakan kawakan tanah air. Bermain di judul-judul luar biasa. Nyi Talis, Olenka, Derabat, itu kata-kata luar biasa.

Jadi, berikan hal luar biasa
Berikan judul luar biasa, berikan opening luar biasa
Opening luar biasa, opening yang menggebrak kesadaran pembaca
Opening yang membuat mereka heran dan bertanya-tanyak, kok bisa? Supaya, mereka berusaha mencari penjelasan dari tulisan Anda berikutnya. Berikan hal luar biasa. Berikan tema luar biasa. Berikan plot luar biasa. Berikan bahasa luar biasa.

PELAJARAN DARI SEGELAS SUSU

Sebelum menulis ini, saya menikmati segelas besar susu
Mengapa mau?
Salah satu alasan, karena manis
Pelajarannya: manis
Tulisan bisa lebih nikmat dibaca jika tulisan itu manis
Supaya manis?
Berikan pemanis: bahasa manis, antara lain: Rima dan majas
Masukkan rima, selipkan majas.
Rima adalah bunyi akhir yang sama.
Bunyi akhir setiap kata, bunyi akhir setiap anak kalimat, atau bunyi akhir kalimat
Bunyi akhir kata berrima misalnya: ladang-ladang kacang ayah meranggas.
Bunyi akhir anak kalimat sama: di setiap pemberhetian kereta, dia menyusun kata-kata.
Bunyi akhir kalimat sama: Meja kantorku rata-rata berserakan sampah. Anehnya, bagi bos semua itu bukan masalah. Tidak pernah pikirannya merasa susah.

Berikutnya: majas
Para ahli bahasa telah merumuskan majas, coba kita terapkan ke dalam tulisan
Dengan majas, tulisan kita bisa lebih manis dan indah
Majas banyak macamnya,
Antara lain majas perbandingan
3 Jenis majas perbandingan: simile, metafora, dan personifikasi
Majas simile adalah majas perumpamaan, gaya bahasa yang menggunakan kata bagaikan, laksana, seumpama, bak, laksana, seperti, bagai, serupa, dan sebagainya.
Coba terapkan itu dala tulisan Anda

Majas metafora mengumpamakan sesuatu secara langsung, tanpa menggunakan kata bagaikan, laksana, dan sebagainya. Misal: Wahai perawan kamu piring, satu kali pecah susah bagimu memperbaikinya.

Majas personifikasi: majas yang menjadika benda-benda mati seolah bisa berbuat seperti manusia. Misalnya, kursi termenung, tembok bengong, dua mobil ciuman, dan sebagainya.

Masih banyak jenis majas.

Silakan cari, pelajari dan terapkan. Coba terapkan itu dalam tulisan Anda, selipkan, insya Allah karyamu akan menjadi sesuatu yang unik.

Jangan malas, harus kerjas keras.

Penulis sekelas Asma Nadia saja, bisa sampai 20-30 kali pengeditan sebelum tulisannya diterbitkan.

Jika Anda, baru empat lima pengeditan sudah menyerah, maka, tekad Anda menulis harus dipertanyakan.


No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape