Apa susahnya masak sendiri. Tinggal pergi ke pasar, dengan membawa uang tentu saja. Dekat, hanya beberapa langkah. Lagi pula jauh pun tak mengapa. Jadi olah raga. Di sana belanja, sayuran, toge, tahu, bawang, tomat. Bawa kembali ke penginapan. Siapkan nasi, cuci beras, masukkan mejikom, colokkan, biaran matang. Jangan lupa klik dulu ke posisi cook, kalau lupa nanti sudah menunggu lama, nasi ternyata belum matang, karena lampu mejikom ada di posisi warm. Awas, jangan lupa.
Bagaimana memasak?
Sangat gampang. Kupas bawang, iris. Kupas tomat, eh tidak usah. Tomat tinggal belah, iris. Cuci toge, cuci tahu. Iris. Siapkan wajan, masukkan minyak, masukkan irisan bawang, masukkan tomat, masukkan air, gula, garam, lada, setelah kira kira bumbu dan tahu tercampurkan, masukkan toge, dan rasaka aromanya. Wangi toge saat dipanaskan itu rasanya enak. Tunggu sebentar, jangan terlalu matang, angkat. Selesai. Hidangkan.
Nasi matang, sayur matang.
Tinggal makan.
Ini jauh lebih hemat daripada beli ke kantin.
Masak sekali pagi hari bisa mencukupi makan sampai malam hari. Dan karena tidak dimasak semua, sayuran masih tersisa, minyak masih tersisa, lada masih tersisa, bawang masih tersisa, beras masih tersisa, artinya saya masih bisa masak pada keesokan harinya.
Beda dengan beli. Secomot sayuran bisa mencapai lima ribuan. Sangat mahal. Dua kerat tempe dua ribu. Tahu dua ribu. Huh! Sekali makan paling tidak habis sepuluh ribu. Jika mau enam ribu, harus rela mencukupkan diri makan hanya dengan tempe goreng seperti tadi malam.
Bener juga kata Si Nicky Tirta, beli makan itu mahal. Lebih murah beli bahan lalu berkreasi sendiri memasak. Makanya waktu kuliah di Australia, dia lebih banyak masak sendiri daripada beli. Dari situlah keterampilan memasaknya terasah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment