Seringkali foto jadi sangat menarik bukan disebabkan menarik objeknya, melainkan sudut pandang. Seperti itu jugalah tulisan. Tema biasa bisa menjadi sangat menarik saat penulis lihai dalam urusan sudut pandang.
Sudut pandang seorang anak
Sudut pandang seorang remaja
Sudut pandang seorang yang sedang bahagia
Sudut pandang seorang yang sedang berduka cita
Sudut pandang seorang ceria, pencinta humor,
Seorang humoris akan memandang banyak hal dari sisi humornya.
Yang terjadi pada buku humortivasi: begitulah.
Pertama kali melihat buku itu saat hendak shalat. Di antara tumbukan buku dan barisan meja di kantor penerbitan. Sudut mata menangkap sebundel kertas yang disatukan dengan hekter. Bukan buku, melainkan bundelan kertas yang masih membutuhkan editan. Tapi ceritanya, telah cukup jelas terbaca. Sebuah cerita lucu tentang seorang anak yang berdialog dengan orang tuanya tentang bagaimana keadaan seorang yang mabuk. Dari dalam mobil bapaknya menjelaskan sambil menunjuk ke jalan, "Bagi seorang pemabuk, dua orang polisi yag sedang berdiri di jalan itu akan terlihat empat orang."
Si anak heran, kemudian berkata, "Lho kok, itu polisi kan cuma ada satu orang Pak!"
Shalat pun menjadi agak telat karena harus mendamaikan dulu pikiran, melupakan humor yang baru saja saya baca. Oh ini ternyata bahan buku yang dulu Pak Isa rencanakan.
Dan sepotong kebersamaan dalam sebuah perjalanan itu kembali terulang. Waktu itu sepulang workshop kepenulisan, dari mobil pribadi yang menuju rumah, Pak Isa dan saya turun, pindah ke taksi untuk menuju kantor penerbitan di Jalan Margonda Depok. Sedang santai di mobil, Pak Isa bercerita, jika dia punya rencana menyusun motivasi dengan kemasan berbeda. Humor, dengan kemasan itu maka motivasi bisa dicerna lebih renyah.
Sekarang, buku itu telah ada. Dan sangat menyenangkan ketika saya diminta membaca ulang dan mengoreksi kekeliruan. Sebenarnya saya sedang mendapatkan tugas, mendapatkan pekerjaan, mendapatkan tuntutan, tapi mendapatkan tugas membaca ulang buku itu, rasanya tidak sedang mendapatkan tugas. Serasa mendapatkan apa ya? Serasa diberi apa ya?
Ibaratnya diberi hiburan. Ibaratnya disuruh facebookan.
Dan ketika mulai membaca, dari lembar ke lembar, saya jadi seperti orang gila, ketawa-ketawa sendirian, Maka sengaja, membaca buku ini mencari tempat sunyi di belakang gudang di lantai empat.
Sambil mendapatkan pencerahan, membaca buku ini pun bisa sambil mendapatkan kegembiraan, sebab itulah tadi, buku ini menyajikan motivasi melalui sebuah keunikan sudut pandang. Sudut pandang humor.
Wednesday, April 20, 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment