Bus menepi, naik seorang pengamen. Senar mulai dia petik, lalu dia lantunkan sebuah lagu Sunda. Isinya, sangat menyentuh perasaan. Sangat menyadarkan. Siapa saja sudah punya pasangan sah, dia harus sangat sayang kepada istrinya. Karena, istri itu sangat berharga. Jangan berpikir berpisah dengannya kehidupan bakal lebih menyenangkan.
Dilantunkan saat bus melewati lika-liku jalan di tengah pemandangan alam, menjelang terik siang, seraya memandang hijau dedaunan, tebing, ranting, dan pesawahan, perasaan kian terbawa. Saya bersandar, dan pandangan kosong ke depan.
Lagu ini menceritakan penyesalan seorang suami yang menjatuhkan talak tiga kepada istrinya, namun kemudian, setelah terpisah, dirasakannya batin tertekan. Ternyata perceraian tak lebih menyenangkan. Berguling-guling sendirian di kamar. Gelisah.
Habis-habisan dia salahkan dirinya. Disesalinya telah mengumbar amarah. Terlalu egois telah melemparkannya ke dalam kloset kesepian, tersiram lalu hanyut dan terpenjara dalam spiteng putus asa.
Dan penyesalannya sudah tidak berguna lagi.
Dan penyesalannya sudah tidak berguna lagi.
Anda yang mengerti Bahasa Sunda, membaca lirik lagu ini, para suami akan sangat terharu dan sadar, alangkah sejengkel apapun kepada istrinya, jika tak ingin menyesal, dia harus bisa menahan.
Hanjakal hanjakal pisan
Nalak tilu pamajikan
Beak dengkak adug-adugan
Kuring hayang balikan deui
Gulang-guling teu bisa sare
Ajol-ajolan hayang mepende
Ajol-ajolan hayang mepende
Rek der kawin hararese
Kudu kaselang ku batur
Ngajerit maratan langit
Nyalahkeun polah sorangan
Pupujieun ngumbar amarah
Ari hate mah da cinta banget
Ngoceak maratan jagat
Ku teu wasa narimakeuna
Ku teu rido bulan maduna
Kuring teu kiat ngabayangkeunna
Rek maju geuning abot
Rek mundur beuki angot
Maju mundur rarepot
Dulang kuring ditutu batur
Tidak perlu saya alihbahasakan. Tanya saja teman Anda yang Sunda. Atau jika ingin lebih menghayati masalah ini dalam bentuk cerita, bisa Anda baca buku "Jangan Bercerai Bunda." Di sudut sebuah kamar, pernah saya baca buku ini sendirian lalu tenggelam. Kandungan nasihat yang menyentuh mengingatkan, betapa pentingnya mempertahankan rumah tangga.
No comments:
Post a Comment