Tapi itu tidak terlalu berkesan. Sinetron dengan latar shooting di Mall rasanya biasa. Ada sinetron tak biasa. Go BMX yang ditayangkan MNCTV, shootingnya di tempat terbuka, yang ternyata sering saya lewati.
Berawal dari kebiasaan meluangkan waktu berolah raga. Lari melewati jalan sunyi di samping rel kereta. Pada samping jalan yang banyak penduduknya, suatu ketika saya lihat mobil bak memuat kotak listrik besar, kemudian seperangkat kamera. Seorang pria duduk memegang bundelan kertas. Tak salah, itu kertas skenario. Ini sedang shooting. Saya beranikan diri bertanya,
Shooting film apa?"
"Sinetron."
"Sinetron apa?"
"Go BMX."
Penasaran ingin melihat bintang, sekaligus proses shootingnya. Tapi berkali-kali lewat, dan melihat para kru, tak juga saya melihat. Padahal sangat penasaran. Soalnya, selain shooting di tempat terbuka, sinetron ini menjadi luar biasa karena para bintangnya bukan cuma dituntut hafal naskah, tapi juga keterampilan antraksi. Berdiri dengan sepeda, meloncat, mengejar mobil, bahkan jungkir balik, yang mana, tentu saja ini tidak bisa hanya mengandalkan trik kamera, para pemain harus betul-betul orang yang bisa.
Bintang utamanya, Okke Oktavianus memang seorang ahli. Ini bukan tipuan kamera.
Atau ini
Itu benar-benar meloncat. Ini videonya.
Beberapa kali saya cek youtube, adakah adegan di tempat saya lewat? Tidak saya temukan juga. Tapi ketika saya buka lagi untuk ke sekian kalinya... Nah...
Itu dia, saya sering lewat di sana. Tempat itu, ya tempat itulah.
Si Udin sedang beraksi melewati besi-besi berat buat persiapan pembangunan jalan tol (3). Tempatnya persis di samping jalan tempat biasa saya lari dan lewat (2). Tuh di sana kelihatan gedung hotel di belakang DETOS, kelihatan juga sedikit bagian puncak gedung MARGO HOTEL. Bagi orang Kota Depok, atau sudah lama tinggal di sini, pasti sudah tak asing lagi dengan dua gedung itu, DETOS dan MARGO HOTEL.
Video ini saya dapatkan dari acara syukuran episode ke-50 Sinetron "Go BMX".
Menurut saya, ini salah satu kehebatan film. Seperti karya seni lainnya, film bisa mengubah tempat biasa menjadi istimewa. Ini tempat sebenarnya huh apaan. Hanya jalan samping kereta yang sering di lewati mobil pengangkut sampah, tidak jauh dari sini, berbaris rumah-rumah tukang rongsokan. Seringkali saat lewat saya harus menahan nafas karena bau bangkai tikus. Bahkan karena mau dibangun jalan tol, di tempat ini banyak besi bergelimpangan. Karena berantakannya tempat, saya sempat bertanya, apa menariknya buat dipakai latar film layar kaca?
Tapi setelah melihat tayangan ini, ternyata, tempat biasa jadi kelihatan luar biasa.



No comments:
Post a Comment