Tuesday, November 10, 2015

Cinta Buku: RBA Karangampel

Segala puji bagi Allah, Banner RBA sudah terpasang. Berkibar-kibar tertiup angin Karangampel. Sebuah desa di pinggiran Kabupan Ciamis Jawa Barat. 

Menurut cerita Emak, seorang anak kecil gemuk terus bolak-balik meminjam buku. Yang diambilnya komik Upin Ipin. 

Alhamdulillah, antiasme anak-anak datang ke Rumah Baca Asma Nadia Karangampel cukup besar. Dari mulai siswa sekolah sampai anak-anak tetangga.

Diawali dari anak lingkungan terdekat. Semula saya menerapkan aturan kepada mereka supaya baca di tempat, jangan bawa pulang, mengingat pengalaman sebelumnya, buku dibawa pulang sering hilang. 

Akan tetapi anak-anak, tetap ingin meminjam ke rumah. Ya sudah, diterapkanlah aturan, buku dibawa ke rumah harus bayar dua ribu untuk maksimal lima hari pinjaman. Beberapa anak sudah mengembalikan. Di bawah rak, sebuah kaleng tersimpan. Saya buka, terdapat lembar-lembar dua ribu rupiah. Baiklah, itu uang buat nanti beli buku tambahan, biar rumah baca ini berkembang. 

IDE AWAL

Ide awal pengadaan rumah baca di rumah saya ini, bermula setelah memperhatikan adik saya senang membuat kue dan kerajinan tangan. Dia biasa menjual hasil karyanya dengan menumpang di warung orang, dan makanan biasa dia titipkan kepada pedagang asong keliling kampung. Dari situ saya bertanya, bagaimana kalau diramaikan saja rumah dengan mengadakan perpustakaan. Kebetulan Mbak Asma Nadia punya rencana membangun seribu rumah baca, dan di sini kita adakan. Nanti tempat ini ramai, tentunya bisa lebih mudah berjualan di tempat. Maukah kamu menjaganya? Dia menjawab "Ya". 

Saat cek sekalian pulang, saya melihat keseriusan. Adik membuat pembukuan sederhana, mencatat nama-nama peminjam beserta tanggal peminjamannya. Asalnya rumah tidak ada lemari es, sekarang sudah ada. Adik menjual emas ditambah sedikit tabungan. Biar pengunjung bisa langsung jajan minuman segar.
Bukan hanya anak kecil, tapi juga ibu-ibu. Meminjam buku "Salon Kepribadian" karya mbak Asma Nadia. Berdasarkan data pinjaman, dalam beberapa hari ini, buku yang terbanyak dipinjam adalah terbitan ANPH. Alhamdulillah, semoga ini jalan dari Allah untuk semakin meluasnya manfaat ilmu yang dibagikan oleh penerbit ANPH. Terima kasih Mas Kamal, Pak Isa, mbak Asma, dan semua kru yang terlibat langsung atau tidak langsung dengan pengadaan rumah baca ini.

No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape