Saya sudah tidak tahan, ingin pulang. Dari kampung pun, SMS istri terus-terusan datang.
"Kalau bisa pulangnya besok ya!"
"Nanti, saya minta izin dulu sama Pak Isa."
Pak Isa datang ke kantor, langsung bilang, "Pak, Sabtu saya izin."
"Sabtu?"
"Iya Pak."
"Yang izinnya Sabtu atau Kamu?"
"Sabtu Pak."
"Hah? Gimana sih?" mata Pak Isa memicing.
"Iya Pak, Sabtu."
"Ya sudah, berarti biarkan aja Sabtunya yang pulang, Elo tetap di sini."
"Enggak Pak. Jadi Sabtu akan membawa saya pulang ke kampung."
"Sabtu kapan?"
"Sabtu depan?"
"Sabtu depan atau Sabtu ini?"
"Sabtu depan."
"Kalau Sabtu depan, berarti setelah Sabtu besok, kamu pulang Sabtu depannya lagi."
"Lha itu kan namanya Sabtu lusa."
"Bukan."
"Terus, harunya saya menyebut Sabtu apa?"
"Sabtu ini."
"Lho, ini kan bukan Sabtu, ini malam Jumat."
Thursday, May 4, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Saya lebih suka tulisan dengan bahasa ringan tapi mendalam. Tulisan-tulisan Pak Agung misalnya, di buku "Gara-Gara Indonesia" dan ...
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Disulamnya sapu tangan itu dengan penuh penghayatan Melukis gambar rembulan Rembulan merah muda, Dan dua ekor merpati terbang di kedua sis...
No comments:
Post a Comment