Thursday, May 25, 2017

KETAWA

Kemarin Pak Isa nanya, "Lo ngeluarin orang dari grup whatsapp?"

Saya jawab, "Iya Pak, itu salah lagi, saya gak sengaja lagi ngangkat admin, terus langsung saja saya keluarin."

"Kok bisa gitu sih?"

"Hahaha" saya malah ketawa.

"Lo jangan ketawa, kenapa ini sampai dua kali?"

"Hehe, itu pak jadi kan pas mau nyimpen nomor itu handphone, pas lurusa jari ada pilihan, "jadikan admin" eh saya klik itu lagi. Haha."

"Lo harus hati-hati, jangan sampai terjadi lagi."

"Haha."

"Dan lo jangan ketawa. Karena itu gal lucu. Lo harusnya malu."

"Baik Pak!"

Sebenarnya saya ketawa mentertawakan kebodohan saya sendiri, sampai dua kali melakukan kesalahan yang sama. 

Kayaknya itu sering saya lakukan deh dalam hidup saya. Saya melakukan kesalahan, kemudian mendapatkan kerugian, kemudian kesalahan itu saya ulangi dalam kesempatan lainnya, dan kembali lagi mendapatkan kerugian. Iya betul, itu sering saya lakukan, dan sepertinya itu yang membuat hidup saya gak ada peningkatan bahkan seringnya jatuh dan jatuh kembali untuk ke sekian kalinya.

Tapi soal ketawa, saya tetap merasa ketawa ingin menjadi bagian dari hidup saya, dan lebih baik ketawa daripada marah-marah. Orang mudah marah biasanya akan mendapatkan banyak masalah, sebaliknya orang santai, gembira, akan mendapatkan banyak keberuntungan. 

Orang santai, ketawa, akan mudah berhubungan dengan orang dan akan mempunyai banyak teman.

Dan saya ingin menjadi orang yang pandai mentertawakan diri. Mentertawakan kebodohan diri, mentertawakan kegagalan diri, mentertawakan ketololan diri, mentertawakan kemiskinan diri saya sendiri. 

Saya kisahkan dengan jujur tentang saya kepada semua orang dan biarkan mereka terhibur dibuatnya. Cara hidup ini sepertinya akan lebih membuat saya nyaman dan bahagia daripada harus tegang dan memandang semuanya yang terjadi pada saya sebagai masalah yang membuat saya berduka. Selamat datang hidup, selamat datang masalah, selamat datang kesusahan, selamat datang semuanya, dan saya mencintaimu sebagai karunia termahal dari Allah yang harus saya syukuri.

No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape