Monday, April 24, 2017

DUNIAKU YANG TIDAK SEMPURNA: CATATAN TENTANG RADITYA DIKA

Berani tampil dengan ketidaksempurnaan.
Berani tetap nyaman dalem ketidaksempurnaan
Berani berkarya meski jauh dari kesempurnaan
Berani menikmati ketidaksempurnaan
Berani menghargai ketidaksempurnaan


Itulah yang saya pelajari dari Raditya Dika


Saya belajar dengan kebiasaan menulisnya. Dia bilang, untuk menulis orang berpikir dia harus mempunyai suasana tenang, dalam kamar wangi dan musik romantis. Menurut Raditya Dika, tidak harus. Dia menulis di mana saja, kapan saja Di bioskop, di mobil, di pesawat, di mana saja sempatnya menulis, dia menulis.

=====

Banyak orang menyarankan gue membuat kolam renang di halaman samping, di sana ada lahan luas gitu. Tapi gue mendengar dari temen kalau air itu biasa dipake nongkrong makhluk halus. Ya sudah daripada repot bikin, trus malah jadi masalah, lebih baik gak usah. Trus juga di air itu biasa banyak kodok, yang suaranya bisa mengganggu kalau malam. Gue gak mau, tidur terganggu.

==

Kali ini gue mau mandi, tapi maaf, buat om-om yang baca buku ini, gue gak bisa menggambarkan detail mandinya seperti apa.

Nah, sekarang gue udah beres mandi. Sama aja sih, gak ada bendanya sama sebelum mandi.


Saya suka ketawa pas mau ngopi, taglinenya itu lho, "Ngopi dulu, kalau gak ngopi, nggak uuuhh..." apa sih itu maksudnya, gak ngerti. Uuh itu bahasa apa. Tapi karena segala sesuatu di alam semesta ini ada maknanya, kemungkinan, "Uuuh" yang Radit maksud adalah ungkapan rasa nikmat.

*   *   *

Berusaha tidak menyakiti orang lain.

Berusaha untuk tidak mempunyai musuh.

Hal lain yang saya pelajari dari Raditya Dika dia berusaha untuk tidak mempunyai musuh. Ketika Ernest bilang Raditya Dika orangnya mudah sekali berbelok, hari ini benci sama orang, eh besoknya jadi suka. Seperti pernah ada seorang yang sedang dibicarakan buruk di media, tapi kemudian memfollow Radit, tiba-tiba bilang, "Eh ternyata oke-oke aja."  Radit menjawab, "Gue mencoba netral. Jika ada orang memfollow gue, berarti dia menyukai sesuatu dari hidup gue."

"Berarti lo ada kesamaan dan karena itu lo sama dia sehati."

"Nah, betul!"

Ringan, apa adanya, tidak banyak mikir, tidak membela diri dengan argumentasi yangb aneh-aneh. Menurut saya ini pelajaran luar biasa.

*   *   *

Pagi ini untuk kedua kalinya saya mendengarkan Raditya Dika menceritakan 5 Quote yang mengubah hidupnya:

Pertama, dari Salman Aristo. Ketika dia bertanya, bagaimana bisa menulis di tengah kesibukan. Mas Salman menjawab, jadi penulis itu jangan cengeng. Kalau memang sibuk, ya cari cara supaya bisa tetap menulis di tengah kesibukan. Maka setelah itu, Radit menulis di mana saja dan kepan saja. Dia pernah nulis di Imac, bioskop di Singapura, pernah menulis di mobil, di pesawat. Kesibukan justru harus dijadikan tantangan buat kita untuk tetap produktif.

Kedua, dari Ayahnya sendiri. Kamu tidak perlu memikirkan uang yang akan datang sama kamu, lakukan saja yang terbaik, dengan sendirinya nanti uang datang sama kamu.

Ketiga, Komedi adalah tentang menceritakan kejujuran. Dengan jujur kamu menjadi lucu.

Keempat, Draft pertama akan selalu menjadi kotoran. "Jadi kalau kamu nulis, tulis, tulis, tulis aja terus dan tidak perlu memikirkan buruk tidaknya, karena draft pertama memang biasanya jelek. Jadi kalau kalian sekarang sedang mendevelove sebuah cerita atau skenario film atau buku, kalau tulisanmu jelek, gak papa. Kalau tulisan gue jelek gak papa, karena gue bisa memperbaiki di draft-draft berikutnya, itu yang membuat gue cukup produktif, karena kerjanya cuma nulis terus, gak peduli jelek, gak peduli bagus. Kalau jelek ya udah nanti gue perbaiki, kalau bagus alhamdulillah. Itu yang membuat gue produktif sampai saat ini."

Kelima. Neil Geiman adalah penulis favorit gue dan dia sempat ngasih pidato untuk orang yang baru lulus kuliah. Pidatonya namanya "Make Good Art". Jadi dia bilang, kalau elo sedang berada dalam kesusahan, lo gak tahu mau ngapain, lo baru patah hati, pokoknya "Make Good Art. Udah, berkarya aja. Bikin sesuatu dari apa yang lagi lo rasain. Dan quote itu ngubah diri gue banget. Salah satu petikannya adalah gini: Go and make interestingb mistakes, make amazing mistakes, make glorious and fantastik mistakes. Break rules. Leave the world more interesting for your being here." Dia bilang, udah lo bikin seni aja, lo berkarya aja. Terus kalau memang elo melakukan kesalahan dalam proses berkarya Lo, bebaskan diri lo dari rasa bersalah. Dia bilang, bikin kesalahan semenarik mungkin, bikin kesalahan yang seamazing mungkin, bikin kesalahan yang fantastik dan benar-benar istimewa. Jadikanlah kehadiran lo di dunia ini untuk menjadi lebih menarik dan berwarna. Asyik banget kan? Nah gara-gara quote itu gue jadi merasa harus bereksperimen. Gue merasa gak bisa diem aja dan gitu-gitu doang. Gue harus bereksperimen dan kalau eksperimen gue itu gagal atau gue melakukan kesalahan gara-gara eksperimen itu, maka gak papa yang penting kesalahan itu harus keren, kesalahan itu harus menarik, dan gue melakukan sesuatu di luar hal yang gue nyamankan.

===


Raditya Dika itu saking lucunya, bahkan saat dia makan pun saya tertawa. Pas lagi di bangkok pesan Subway, biasanya dia makan dengan lahap, gigitan demi gigitan besar seperti orang lapar, dan parahnya lagi dia senang menskipnya sehingga makan itu menjadi sangat cepat, jadi semakin kelihatan orang lapar belum makan lima hari. Tapi kali ini, dia tidak bisa makan cepat seperti tadi, entah di gigitan ke berapa, lidahnya mengecap rasa lain, rasa yang selama ini menjadi musuhnya, yaitu pedas. Trus setelah itu, dia tidak bisa lagi makan dengan lahap, dan harus memilih-milih mana cabe, mana bukan cabe, jadi seperti makan ikan mujair, harus memilih mana daging mana duri. Dan setelah beres makan, cabe itu terkumpul numpuk di depannya. Hahaha. Saya nonton ini di video sewaktu dia di Bangkok.

====

Oh ya, saya mah kalau ketahuan takut pedas kan malu. Ketika ada orang lain merendahkan, "Ah cemen kamu, laki-laki takut pedas." saya suka gengsi dan berusaha berani makan pedas. Pernah saya memberanikan diri makan pedas, eh setelahnya panas dalam parah. Sakit gigi gak ketulungan. Akhirnya saya simpulkan, pedas memang musuh saya. Tapi tetap saya memandang diri sendiri takut pedas sebagai hal yang memalukan.

Raditya Dika tidak. Dia bahkan merasa tidak apa-apa di video-videonya menunjukkan jika dia tidak tahan dengan pedas.


No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape