Ada orang mau mau nulis, milih nama tokohnya saja sampai peras kepala sampai segede lampu bohlam.
Sebab mendengar nama tokoh harus sesuai dengan karakter yang diperankannya.
Ah itu mah kata orang yang ingin tulisannya biasa-biasa saja
Itumah kata orang yang ingin tulisannya tidak istimewa.
Yang ingin tulisannya istimewa, special, justru bebas. Dia merasa bebas menggunakan nama apa saja buat si tokoh sesukanya.
Justru dari penggunaan nama yang tidak sesuai itulah dia memberikan sesuatu yang beda kepada pembaca.
Direktur Bambang, itu sudah biasa
Tapi Direktur Emon, itu luar biasa, dan tentu saja akan bikin sebuah cerita istimewa.
Sesuatu yang biasa-biasa saja, menjadi seragam, tidak mengesankan.
Sesuatu yang beda, menjadi special, mudah diingat.
Jadi untuk memilih nama tokoh, GAK PERLU MIKIR!!!!
Sebut saja sesukanya, seenaknya.
Ibu Hajah Panci
Julaeha Kompor Gas
Dinda Tali Rapia
Ahmad Kemoceng
Titin Keong
Dsb.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Saya lebih suka tulisan dengan bahasa ringan tapi mendalam. Tulisan-tulisan Pak Agung misalnya, di buku "Gara-Gara Indonesia" dan ...
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Disulamnya sapu tangan itu dengan penuh penghayatan Melukis gambar rembulan Rembulan merah muda, Dan dua ekor merpati terbang di kedua sis...
No comments:
Post a Comment