Handphone, tablet, android, belanja, online tidak ada dalam kamus kesehariannya. Makan mencukupkan dari hasil kebun, kalau tidak ada lauk, dia mencukupkan diri makan dengan garam. Begitu pulalah gaya hidup yang dia ajarkan kepada anaknya.
"Icih, saya mendengar siapa yang bisa bertapa di makam yang ada di Karang Kamulian, Ciamis, maka dia akan mendapatkana kekayaan secara ajaib, sepertinya harus Akang coba bertapa di sana."
"Karang Kamulian di mana Kang, masih daerah Garut inikah?"
"Bukan, itu termasuk Ciamis, orang menyebutnya Objek Wisata Ciung Wanara."
"Ah jangan Kang, itu kan perbuatan yang merusak agama kita."
"Ada Cih orang yang nekad bertapa di sana, tantangannya sangat berat."
"Apa?"
"Penjaga di sana bercerita, pernah ada peziarah datang ke sana hendak melakukan ritual pesugihan. Dia berusaha mencegahnya, tapi peziarah itu maksa. Ya dibiarkan. Tapi belum tiga jam, peziarah itu menjerit-jerit minta tolong. Katanya ada yang mencekik."
"Ih, apalagi kalau sampai begitu. Jangan Ah Kang. Jangankan melakukannya, niatnya aja jangan sampai Kang, aku lebih rela hidup penuh kekurangan dalam keadaan iman terjaga, daripada kaya raya tapi menyekutukan Yang Maha Kuasa."
"Tapi aku ingin membahagiakanmu Icih."
"Tidak Kang! Dengan kehidupan begini pun Icih sudah sangat bahagia. Hidup ini singkat Kang,
"Kebahagiaan tidak terletak pada harta Kang, tapi di hati. Itu yang dulu sering diajarkan ayah saya kepada murid-muridnya di sela-sela melatih silat. Aku suka mendengarnya dari dalam kamar, melalui celah-celah dinding bambu. Kebahagiaan itu adanya di hati, dan di hatiku sekarang hanya ada kebahagiaan."
'Resiko kesusahan duniawi paling maksimal adalah meninggal dunia. Aku rela kok Kang sampai meninggal dunia gara-gara kekurangan tidak bisa menemukan makanan yang halal."
"Begitukah Cih?"
"Iya Kang."
"Kok Akang rasanya seperti pria-pria beruntung di dalam dongeng, mempunya istri tulus yang hatinya tulus dipenuhi cinta yang tulus."
"Kita bertakwa saja kepada Allah Kang, kita jaga saja aturan-aturannya, insya Allah Dia pun akan menjaga kita. Itulah prinsip yang kupegang."
"Seluarbiasa itukah Cih?"
"Iya Kang, karena, karena, karena, aku ingin SAKINAH BERSAMAMU... "
"Kamu memang istriku yang tercantik."
"Ah tidak pantas Kang, orang kampung macam kita saling merayu,"
"Kata siapa Cih, kebahagiaan adalah gak segala bangsa."
No comments:
Post a Comment