Nikmatilah hidup, bahkan nikmati setiap permasalahannya
Bahkan jika yang datang kepada kita itu sebuah kecemasan
Nikmatilah kecemasan itu
Orang berkata, jangan cemas!
Buang kecemasan.
Saya berkata: nikmatilah kecemasan.
Saat sebuah kecemasan datang, tersenyum saja. Kecemasan itu panggilan hidup. Saat dia datang, nikmatilah. Saat dia datang, kita jadi seperti mendapatkan perintah untuk berbuat sesuatu. Seperti saya, klep pompa air bocor. Akibatnya, setiap kali dihidupkan harus selalu dipancing air. Bagian tutup mesin dibuka, lalu air gayung tuangkan. Begitulah. Setiap hari, pagi dan sore.
Karena seringnya tutup buka, derat tutup aus, lama-lama longgar. Tak tahan dengan tekanan air, tutup melesat lepas. Air dari piva sepanjang dari lantai satu ke lantai empat, turun sekaligus, muncrat berhamburan, membanjiri sudut toko.
Tak mungkin saya biarkan. Jika dibiarkan terus bocor, air terbuang, dan saya tidak bisa menggunakan air. Torn akan kosong, lalu, saya mandi di mana, wudlu di mana, nyuci baju di mana, buang air di mana. Cemas datang, bayangan pulang pergi ke kamar mandi masjid terbayang di pelupuk mata.
Karenanya, saya paksakan diri pergi cari tutup baru, ke luar, menyusuri jalan margonda. Harusnya ada di toko peralatan bangunan. Tapi saya datang ke sana dan tanya, tidak ada. Bertanya ke tukang piva, tidak ada. Ke rumah makan padang, ternyata tidak ada. Aneh, rumah makan padang tidak jualan tutup pompa.
Lelah berjalan jauh, keringat keluar berkah.
Senang hati saja.
Olah raga.
Gerak badan..,
Mengosongkan diri dari segala keinginan dan menikmati apa pun yang datang, bagian dari cara menikmati kebahagiaan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment