Tadinya saya tidak mau tahu apa itu Mukidi. Lewat di beranda, biarkan saja lewat. Tapi setelah seorang teman facebook menanyakannya, saya jadi ikut penasaran.
Jadi saya googling di yahoo.
Mukidi ternyata cuma seorang tokoh rekaan dalam cerita humor. Mewakili kalangan katro, terbelakang dan ketinggalan jaman. Dibuat oleh Soetantyo, pria kelahiran 7 Februari 1954, dan sekarang viral di berbagai social media. Whatsap, BBM, dan facebook.
Mukidi bertetangga dengan Jaya dan mereka tak pernah akur
Jaya membeli televisi, Mukidi panas membeli televisi
Jaya beli motor, Mukidi ikut beli motor kreditan
Menjelang agustusan, Jaya ngecet rumahnya dengan warna merah putih
Mukidi tak mau kalah, dia pun ngedet rumahnya dengan warna merah putih
Jaya memasang spanduk besar, "INDONESIA TETAP JAYA."
Mukidi panas, dia pun bikin spanduk lebih besar lagi, "INDONESIA TETAP MUKIDI"
Yang barusa saya tulis tidak persis dengan cerita Mukidi aslinya, tapi intinya tetap ke situ, humor konyol yang ditimbulkan oleh perasaan iri, dengki.
Monday, August 29, 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment