Saturday, June 11, 2016

Menjadi Seorang Penulis

Terbangun dini hari dan yang langsung teringat adalah menulis, menyusun cerita, melanjutkan tulisan yang sedang kugarap.

Mungkin beginilah takdirnya seorang yang yang ditakdirkan hidup di dunia tulisan.

Bukan keinginan saya, bukan keinginan siapa-siapa, ini kehendak Allah, ketika kita hanya ingin menulis, jari-jemari diberikan kelancaran menulis, maka ini berarti yang harus kita lakukan adalah menulis, membaktikan diri dengan menulis, berbagi kebaikan dengan menulis, berbagi pencerahan, berbagi kebahagiaan....

Seorang kiai berilmu tinggi diberikan kepandaian bicara, kemudian dia berceramah ke mana-mana, mendapatkan berbagai undangan dari orang-orang. Bicaranya didengarkan orang, ceramahnya disukai orang. Maka di mencintai kehidupannya, dan hidup di sana.

Seorang penjahit, melayani kebutuhan pakaian orang-orang, maka dia mencoba hidup di sana, mencintai dunianya.

Saya dan Anda yang mencintai dunia tulisan, mungkin sudah ditakdirkan hidup dalam dunia menulis, ya di sini kita baktikan diri, posisi ini kita cintai.

*   *    *

Saya mendapatkan ilmu menulis nih, mau sekalian ditulis di sini

Segala sesuatu terasa nikmat jika disajikan dengan kadar yang sedikit

Dalam cerita mungkin ada filsafat, tapi jika seterusnya filsafat akan menjenuhkan. Filsafat akan terasa nikmat jika ditulis dalam kadar sekedarnya saja, sekilas, dalam perbincangan. Selebihnya, lebih banyak perbincangan ringan.

Bacaan itu buat jiwa, maka sebuah bacaan akan terasa nikmat jika banyak makanan jiwanya. Nasihat-nasihat berharga, kata kata mutiara, petuah para ulama, berbagai kisah, berbagai hikmah. Ayat-ayat suci Al-Qur'an.

No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape