Monday, February 1, 2016

HARRY POTTER BUKAN KARYA JK. ROWLING

Apaan sih, hanya cerita anak khayalan. Membacanya membuat saya serasa dibohongi. 

Begitulah anggapan saya sebelumnya kepada buku Harry Potter, sekalipun banyak orang yang suka dan membaca. Sekalipun seorang teman berkata, saat dia membaca buku itu, dia bisa menamatkannya dengan sangat cepat saking menariknya.

Tapi tetap, saya tidak tertarik juga.

Saya heran kenapa orang-orang suka. Kenapa begitu semangatnya mereka membeli dan membaca dari jilid ke jilid, padahal itu cuma buku khayalan. Dan jilid itu tebal-tebal. Dan yang lebih aneh, yang membaca itu banyak juga dari orang dewasa. 

Hernowo bahkan memujinya habis-habisan. Secara khusus dia menulis buku berjudul "Andaikan Buku Itu Sepoting Pizza. Mengupas Kelezatan 4 Buku Harry Potter." Akan tetapi saya, lebih tertarik baca buku Hernowo daripada membaca buku Harry Potternya. 

Akan tetapi sebagus apapun sanjungan Hernowo pada buku itu, rasa tertarik saya belum begitu besar menyala. Melihat tebalnya buku Harry Potter ditambah pikiran bahwa itu cuma karangan, rasa penasaran saya masih biasa.

Sampai suatu ketika, saya menembukan blog milik Hoeda Manis. Pada blognya itu dia curhat 10 buku terbaik yang dia baca sepanjang tahun 2105. Salah satunya buku berjudul "Comitte 300" yang ditulis oleh seorang Doktor bernama Joh Coleman. Satu bagian paling menarik dalam buku itu adalah saat menyebutkan, bahwa JK ROWLING SEBENARNYA BUKAN PENULIS HARRY POTTER.


Hoeda Manis menulis:

"Apakah ini mengejutkan? Jelas. Jika kalian bertanya apakah saya percaya apa yang dikatakan buku ini? terus terang, ya saya percaya."


Kemudian tulisnya,

"Sebelum JK. Rowling menulis novel lain di luar Harry Potter, saya tentu percaya dialah yang memang menulis novel tersebut. Tetapi ketika JK. Rowling menulis di luar Harry Potter-dan saya juga membaca novel-novel tersebut--kepercayaan saya mulai goyah. Ada banyak kejanggalan yang saya temukan selama membaca novel Rowling di luar Harry Potter. (Penjelasan mengenai ini bisa sangat panjang, jadi mungkin akan saya uraikan di catatan lain...)"


"Yang jelas kecurigaan saya terhadap JK. Rowling seperti mendapatkan konfirmasi dalam buku Committe 300."

"Dalam buku itu Dr. John Coleman mengatakan bahwa Harry Potter sebenarnya bukan karya JK. Rowling, melainkan kreasi sekelompok orang di Travistock Institute--salah satu think thank Komite 300--yang di dalamnya terdapat orang-orang jenius. Sementara Harry Potter sebenarnya personifikasi Richard Potter, seorang milliuner tak terkenal yang menggeluti sihir dan okultisme. Rihcard Potter benar-benar ada, tapi menutup diri dari publik, sehingga sosoknya kurang dikenal."


Setelah membaca itu, penasaran saya menjadi besar. Setelah membaca tulisan Hoeda Manis, saya pun coba membandingkan. Jika Harry Potter betul karya JK. Rowling, kenapa buku dia setelah itu tidak begitu dahsyat? Terjemahan Casual Vancanci misalnya, terjual biasa-biasa saja. Bahkan salah satu kios pada Islamic Bookfire tahun 2015 menempatkan buku itu pada tumpukan buku murah.

Ajaibnya, kenyataan adanya kabar Harry Potter bukan karya JK. Rowling, bukan menjadikan saya memandang rendah. Justru jadi sangat penasaran. Jika memang benar buku itu ditulis kelompok yang di dalamnya banyak orang jenius, berarti hasilnya bukan karya biasa. 

Pantas saja selama ini buku itu memesona orang dari berbagai usia. Pantas saja teman saya berkata, membaca tebal itu sanggup dalam waktu singkat. Seorang editor buku, teman kerja saya menyebutkan, mantra-mantra yang tertulis dalam b buku itu bukan mantra asal mengarang. Tapi memang ada dan dipakai di dunia persihiran.

Itulah sebabnya, saat buku ini kembali saya temukan di Bazar murah, segera saya beli. Hard Cover. Meskipun hanya satu jilid, yaitu Harry Potter and Order Of Phoenix, tetap saya ambil karena penasaran. Sebagus apa sih teksnya? Dan ketika di kantor buku itu saya buka dan baca, teknik berceritanya memang sangat menenggelamkan. Tanpa butuh sebutan sastra, kenyataan bagusnya susunan kata dan cerita buku itu sendiri yang berkata.

No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape