Thursday, January 14, 2016

BUKU KOMIK DUCOBU

Waktu beli buku ini saya sempat ragu. Buat apa, tidak ada gunanya, cuma komik anak nakal. Tapi setelah saya buka, ternyata isinya bagus. Banyak mengandung kritik pendidikan. Dalam sajian halaman-halaman kertas lux, komik ini menjadi semakin asyik dibaca. Kisahnya singkat, simpel. Satu halaman selesai, satu halaman selesai.

Sudah lama saya baca komik ini, dan sekarang menemukannya lagi.

Pas awal rumah tangga, saya dan istri asyik membaca. Di sana ada tokoh kerangka t, teman Ducobu setiap kali mendapatkan hukuman berdiri di sudut kelas. Ducobu biasa memanggilnya Nenes.

Sebenarnya Nenes adalah alat peraga biologi, tapi dalam kisah ini Ducobu biasa berbicara dengannya, saling mendukung dalam kenakalan. Dan karena saya kurus, istri sering menyebut saya Nenes.

Sepertinya penulis komik ini bukan orang sembarangan. Godi dan Zidrou mengerti banyak cara menulis cerita bagus. Setiap halaman ceritanya kocak. Kadang puitis, kadang menyindir, kadang nakal, kadang menyedihkan. Asyik sekali membacanya.

Misalnya Ducobu edisi LEBIH BAIK MALAS DARIPADA CAPEK. Halaman pertama langsung memberikan adegan guru sedang mengabsen muridnya di kelas.

"Cristian?"

"Hadir!"

"Alexander?"

"Hadir."
"Hugo?"

"Hadir"

"Ducobu?"

Hening..,


"Ducobu?"

Semakin hening,

"DUCOBU???"

Eh tak tahunya si Ducobu sedang santai di pantai, berbaring di atas pasir hanya mengenakan kolor belang. Bersama si Nenes.

"Sepertinya aku melupakan sesuatu... tapi apa ya?"

Si Nenes bukannya menjawab, sambil selonjoran dia malah menyodorkan krim, "Apa kau bisa mengoleskan krim tabir surya ini ke punggungku?"

*   *   *

Buat Anda yang senang mengambil pelajaran dari cerita, buku ini cocok buat teman santai. Sambil bersenang-senang, sambil menikmati gambarnya yang lucu-lucu dan berwarna pada kerta lux yang berkilauan, Anda pun mendapatkan ilmu.

No comments:

Post a Comment

Mau Betulin Hape