Ada apa sepagi ini menelfon, Istriku. Kamu bilang semuanya salah bawang merah, tapi mengapa dia sampai membuatmu tersedu-sedu. Kamu berdusta, aku tidak percaya. Irisan bawang merah bisa melelehkan air mata, tapi tak pernah kudengar dia sampai bisa membuat seorang istri sesenggukan.
Katakan saja yang sebenarnya, tidak perlu berdusta, tidak perlu kau tutup-tutupi. Bukankah terus terang dan saling terbuka selama ini telah menjadi pengikat kita.
Apa? Kau membaca status facebookku?
Apa? Kau cemburu di sana ada orang memberikan komentar dengan tanda I Love You?
Oh, haha.
Maafkan tawaku, Istriku
Ini sama sekali bukan tawa bahagia di atas kesedihanmu,
Ini tawa terima kasih
Kamu telah membuatku bahagia
Karena dicemburui seperti ini pertanda dicintai
Kamu semakin muram dan diam Sayangku, oh sekarang malah berpaling.
Hai, inilah saatnya aku akting adegan dalam sinetron, meniru seorang suami berkata kepada istrinya
"Dengarkan dulu penjelasanku!"
Istriku, kenapa semakin membisu? Bicaralah.
Baiklah, aku serius...
Mereka memberikan komentar berdasarkan pengalaman mereka. Mereka menyatakan suka bukan berarti karena suka kepada saya. Siapa mereka, siapa saya. Kami tidak saling kenal. Suamimu ini orang kuper yang sehari-harinya diam dalam ruangan, jarang keluar seperti orang lain memperluas pergaulan. Cuma berani berkata di sosial media sedang berkata langsung di depan orang banyak sangat pasti akan gemetaran. Jadi tak mungkinlah mereka suka sama saya.
Mereka suka kepada status saya karena status saya relevan dengan apa yang sekarang mereka rasakan. Antara lain yang suaminya jauh di belahan dunia sana, sedang berlayar mencari nafkah dalam pelayaran kapal pesiar, antara lain yang suaminya jauh di belahan dunia sana, sedang kerja di kilang minyak sebuah negara Arab, antara lain yang suaminya kerja sebagai tukang tembok jauh di sana di Brunei Darussalam... maka membaca statusku tentang sebuah cinta berjarak seperti yang sedang kita rasakan, sangat pasti itu sangat pas dengan kondisi diri dan suaminya sekarang. Cinta mereka dipisahkan jarak, maka saat mereka membaca tulisan saya, mereka rasakan tulisan saya sedang membaca kisah mereka.
Mau kisah tentang cemburu yang lebih seru? Mau kisah cemburu yang lebih berhikmah? Baca buku CATATAN HATI YANG CEMBURU!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Ketika orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dalam tulisan, saya berlomba menjadi yang terburuk. Ketika orang berlomba berusaha memperli...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
No comments:
Post a Comment