"Bumi Manusia", orang mengenal buku ini sebagai karya Pramoedya Ananta Toer. Tapi buku di tangan saya ini bukan, ini karya sastrawan Prancis: Antoine de Saint-Exupery.
Judul asli Terre Des Hommes. Versi bahasa Inggris nya berjudul Wind, Sand, and Star. Berarti Angin, Pasir dan Bintang. Sesuai isinya, tentang pengalaman berbagai penerbangan dia sebagai pengantar surat-surat pos ke berbagai gurun pasir.
Exupery terkenal karena karyanya Le Petit Prince, atau pangeran kecil, karena saya sendiri, mulai tertarik dengannya setelah membaca Pangeran Kecil. Seperti buku anak-anak, karena itu awalnya saya kurang minat. Tapi setelah Bambang Q Anees mengupas di buku dia, bahwa buku ini sesungguhnya mengajarkan cinta, kesetiaan dan hubungan, baru saya tertarik. Tak dinyana, buku tipis ini sastra. Membaca bolak-balik tidak bosan. Kian sering membaca, kian terkuak makna. Kalimat-kalimatnya mengandung renungan. Indah. Tentang kepergian pangeran kecil meninggalkan mawar dan planetnya, ke sebuah dunia ramai, namun justru di sana, dia merasakan keterasingan, sendiri, dingin, dan sepi.
Dari situlah, saat saya kembali menemukan buku dengan penulis yang sama, langsung tertarik. Dari bazar murah gramedia di Carrefour dengan harga Rp. 10.000 saja. Sangat murah.
Lahir di Lyon, Prancis, tanggal 29 Juni tahun 1900. Seperti bisa kita baca pada bagian paling belakang buku ini, kisah hidup si penulis sendiri cukup menarik. Ia menjalani masa kecil penuh idealisme bersama saudara-saudaranya. Ia belajar di sekolah Jesuit yang ketat di Le Mans, kemudian melanjutkan ke College Saint-Jean di Fribourg. Meski ditentang keluarganya, ia memilih menjadi pilot pada mawa wajib militer dan melakukan penerbangan di Prancis dan Afrika Utara sampai tugasnya usai pada tahun 1923.
Dari pengalaman selama penerbangan itu, dia banyak mendapatkan renungan. Tak dia buang begitu saja, melainkan dia tuangkan, tulis menjadi novel.
Selama membaca, saya mendapat banyak ungkapan menarik. Misal, dalam masalah materi.
"Dengan bekerja hanya untuk keperluan materi, kami membangun sendiri penjara kami. Kami mengurung diri sendiri, dengan uang dari debu yang tidak memberi apa-apa yang bermakna hidup."
"Jika aku mencari hal-hal yang berdampak lama dalam kenangan, jika aku membuat neraca dari jam-jam yang bermakna, dapat dipastikan bahwa aku menemukan hal-hal yang tidak dapat diberikan oleh kekayaan materi mana pun juga."
Dalam buku ini pun, dia mengungkap misteri memilukan dari manusia.
"Dalam dunia di mana kehidupan bergabung dengan kehidupan dengan begitu baik, di mana bunga-bungaan bercampur dengan bunga-bungaan bahkan dalam lapisan angin, di mana angsa mengenal semua angsa, hanya manusia yang membangun kesendirian mereka."
Meski saat menulis ini saya belum tuntas membaca, tapi sudah berani berkata, Terre Des Hommes ini sebuah buku kecil yang indah.

No comments:
Post a Comment