Saya harus punya misi dalam hidup ini
Misi saya adalah, berbagai kedamaian dengan sesama
Berbagi kebahagiaan dengan sesama
Berbagi kebaikan dengan sesama
Memaafkan
Dan menjalin sillaturrahmi
Mencintai ilmu pengetahuan dan pengembangan diri
Misi saya itu nanti bisa saya sebarkan lewat blog, dan berbagai sosial media. Terpusat di blog, kemudian setiap kali memposting sesuatu di blog, garis besarnya saya bagikan melalui sosial media.
Kedamaian dan kebahagiaan itu bisa saya sajikan dalam bentuk apa saja tulisan. Mungkin artikel berisi langsung tentang kebahagiaan, atau dalam bentuk cerita tentang pentingnya bahagia, apa saja yang bisa membuat orang bahagia.
Memaafkan. Saya kagum kepada orang-orang yang sanggup memaafkan. Dia menjadi pribadi santai santai dan bahagia. Ketika dirinya bersalah, dia tidak membencinya, tapi langsung memaafkan, berusaha memperbaiki diri untuk ke depannya. Ketika orang lain ramai-ramai menghina, menggunjing, dia mau memaafkan, lalu kembali dirinya santai melanjutkan perjalanan, berkarya lebih banyak lagi, lebih baik lagi, lebih berkualitas lagi.
====
Saat berbeda pemahaman dengan orang lain, menurut saya yang lebih baik adalah kembali konsentrasi kepada diri sendiri untuk berusah membuktikan pemahaman itu benar dan manfaatnya nyata.
Misalnya dalam beragama, kemudian bertemu dengan orang yang pemahamannya menurut kita salah. Daripada berdebat dengannya, lebih baik kembali kepada diri untuk berusaha membuktikan pemahaman yang diri kita punya ini benar-benar nyata hasilnya.
====
Jadi ketika saya mau beradu pemahaman dengan orang lain, lebih baik katakan kepada diri sendiri, "Kalau memang keyakinanmu benar, ayo buktikan kebenarannya. Terapkan kepada dirimu, satukan dengan akhlakmu, resapkan ke dalam hatimu, dan buktikan, jika itu membuatmu lebih baik, berarti pemahamanmu benar. Tapi jika ternyata kamu sendiri tidak mau menterapkannya, tidak mau meresapkan ke dalam hatimu, lalu apa yang kamu harapkan dengan mengadukan pemahaman itu dengan orang lain?"
=====
Yang Maha Benar itu Allah, bukan saya. Saya hanyalah orang yang berusaha menjadi benar dengan kemampuan yang diberikan kepada saya, dengan pemahaman yang diberikan pada saya.
Ketika saya ingin menyalahkan orang, saya lebih suka memeriksa diri, sudah sebesar apa pengaruh kebenaran yang saya anut kepada perilaku saya, wajah saya, dan cara berkata saya? Jika ternyata kebenaran yang saya pegang, pada diri saya sendiri pun belum ada pengaruhnya, maka
======
Tahapan-tahapan yang akan saya kerjakan:
1. Saya membuat artikel di blog, artikel tentang kebahagiaan dan kedamaian.
2. Kemudian nanti sebarkan lewat sosial media:
Twitter
Instagram
Facebook, ke berbagai akun
Fanspage
Path
Miko
Line
Wechat
Wednesday, May 31, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Tidak sengaja menemukan mancing gaya baru di youtube. Dengan botol plastik bekas minuman. Pulang kampung sore, tidak sabar ingin segera pa...
-
Kita tidak bisa menyebut sebuah nama ketika pikiran lupa Ilmu datang ke dalam pikiran kita oleh Allah, dan Dia bisa menghilangkannya kapan...
-
Seseorang menulis jujur menyatakan kurang nyaman sama yang posting rumah tangga hanya menceritakan keindahannya saja, kemudian dia mengingin...
No comments:
Post a Comment